Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya dinamika kehidupan sosial keagamaan masyarakat Dusun Saitan, Mulyodadi, yang mengalami perubahan dari kondisi dengan pemahaman keagamaan yang terbatas menuju kehidupan yang lebih religius. Penelitian bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat memaknai transformasi kehidupan sosial keagamaan berdasarkan pengalaman hidup mereka melalui perspektif fenomenologi sosial Alfred Schutz. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan fenomenologi sosial. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap tiga informan utama dan dua informan pendukung, serta dokumentasi. Analisis data yang dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji dengan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebelum mengalami perubahan, masyarakat masih memiliki pemahaman keagamaan cukup rendah yang tercermin dari kebiasaan mengonsumsi minuman keras, rendahnya pemahaman mengenai hukum talak, dan minimnya kegiatan keagamaan. Transformasi ini terjadi secara bertahap dengan melalui pengajian, pembelajaran Al-Qur'an, kajian keislaman, dan bimbingan keagamaan yang membentuk kesadaran baru dalam memaknai ajaran Islam. Dalam perspektif Alfred Schutz, perubahan tersebut merupakan hasil terbentuknya stock of knowledge, because motive, dan in-order-to motive yang mendorong perubahan cara berpikir, sikap, serta perilaku masyarakat menuju kehidupan sosial keagamaan yang lebih baik.