Kegiatan bengkel berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan akibat limbah berbahaya. Penelitian ini, melibatkan pemilik dan mekanik bengkel dengan metode kualitatif, mencari permasalahan terkait kekurangan pengelolaan limbah: mulai dari pemilahan yang tidak mempertimbangkan karakteristik bahaya, pewadahan yang tidak memperhatikan jenis bahan, pengangkutan yang tidak dilakukan dengan benar, dan pembuangan yang dilakukan langsung ke masyarakat atau pembeli. Selain itu juga Disarankan agar bengkel mematuhi syarat pengelolaan limbah yang tepat, meliputi pemilahan, pewadahan, pengangkutan, dan pembuangan limbah.