Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Budaya 3S dalam Pengawasan Sekolah di SMAN 9 Wajo: Studi Kualitatif Syamsiar, Syamsiar; Nurcaya, Nurcaya
Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH) Vol. 6 No. 2 (2024): August, Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH)
Publisher : LP3M, Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jimsh.v6i2.634

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the 3S culture (sipakatau, sipakalebbi, sipakainge) in carrying out the duties of school supervisors at SMAN 9 Wajo. This research employs a qualitative method with a descriptive approach. The informants consist of the principal and two teachers, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through the stages of data collection, data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity testing using data and method triangulation. The results show that the 3S culture, which includes sipakatau (humanizing each other), sipakalebbi (glorifying each other), and sipakainge (reminding each other), is effectively implemented in managerial supervision by school supervisors. This supervision includes tasks such as inspection, advising, monitoring, coordination, and reporting, playing a significant role in improving school management.
Principal Leadership and Teacher Performance Improvement: Findings from a Case Study in Wajo Regency Asriani, Besse; Herlina, Besse; Syamsiar, Syamsiar; Arafah, Muhammad
Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH) Vol. 6 No. 2 (2024): August, Jurnal Ilmu Manajemen Sosial Humaniora (JIMSH)
Publisher : LP3M, Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jimsh.v6i2.768

Abstract

This study aims to explore the role of the school principal as a teacher leader in enhancing teacher performance at UPTD SDN 360 Anabanua, Maniangpajo District, Wajo Regency. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews with the school principal and selected teachers, observations, and document analysis. Findings indicate that the school principal plays a pivotal role in enhancing teacher performance by offering continuous motivation, personalized guidance, resource provision, and emotional support. These leadership practices foster a positive work environment, contributing significantly to improved teacher performance and student outcomes. The study underscores the school principal's role as a transformative leader, essential for driving educational quality improvements in elementary schools. The findings suggest that investing in leadership development for school principals could be a key strategy to advance educational excellence
Penerapan Deep Learning untuk Meningkatkan Bacaan Sholat pada Kokurikuler Siswa Kelas 5 dan 6 SDN 005 Bontang Utara Syamsiar, Syamsiar
NABAWI: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Nabawi: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syamsul Ma'arif Bontang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning) dalam meningkatkan kualitas bacaan sholat pada kegiatan kokurikuler Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa kelas 5 dan 6 SDN 005 Bontang Utara. Jumlah subjek penelitian terdiri dari 121 siswa kelas 5 dan 119 siswa kelas 6 yang terbagi dalam empat rombongan belajar pada masing-masing tingkat. Metode penelitian menggunakan desain Classroom Action Research (CAR) dua siklus yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan berupa tes lisan bacaan sholat, rubrik penilaian tajwid dan makhraj, serta lembar observasi sikap religius. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode ini berdampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca bacaan sholat siswa. Ketuntasan belajar meningkat dari 54% pada pra-tindakan menjadi 82% pada siklus I, dan mencapai 90% pada siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam mampu memfasilitasi proses internalisasi berkelanjutan, keterlibatan emosional dan spiritual siswa, serta peningkatan ketepatan pelafalan bacaan sholat. Dengan demikian, strategi pembelajaran mendalam direkomendasikan untuk diterapkan sebagai pendekatan penguatan karakter religius pada tingkat sekolah dasar.