Kusroni, Kusroni
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal KACA

Dimensi Sufistik dalam Penafsiran Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki: Telaah Atas Kitab Muhammad Al-Insan Al-Kamil Kusroni, Kusroni; Majid, Abdul Hamid; Aida, Siti
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 13 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v13i1.378

Abstract

Penafsiran Al-Qur’an dengan pendekatan sufistik saat ini semakin banyak dilirik oleh para peneliti tafsir Al-Qur’an. Meskipun di awal kemunculannya menuai pro dan kontra, akan tetapi pada perkembangannya, tafsir sufistik semakin populer dan bisa diterima di hampir semua kalangan. Penelitian ini berupaya menguak dimensi sufistik dalam penafsiran Sayyid Muhammad Al-Maliki atas ayat-ayat al-Qur’an dalam karyanya berjudul Al-Insan Al-Kamil. Penelitian ini merumuskan dua pertanyaan yaitu, 1) Bagaimana dimensi sufistik dalam penafsiran Sayyid Muhammad Al-Maliki? 2) Bagaimana kontribusi pemikrian Sayyid Muhammad Al-Maliki dalam bidang tafsir Al-Qur’an? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan berbasis pada data kepustakaan. Pendekatan historis-filosofis digunakan untuk untuk memotret horizon-horizon yang mewarnai dan mempengaruhi pemikiran tafsir Al-Maliki.  Penelitian ini menemukan bahwa, 1) Penafsiran Al-Maliki banyak memiliki dimensi sufistik. Selain mengemukakan pendapatnya sendiri, Al-Maliki juga mengutip beberapa ulama sufi, antara lain, Al-Qushairi, Al-Junaid, Abu Al-Hasan Al-Shadhili, dan Ibnu Ata’illah Al-Sakandari. 2) Kontribusi Al-Maliki dalam bidang tafsir Al-Qur’an adalah pentingnya pembacaan kritis atas tradisi penafsiran, dan pentingnya pendekatan sufistik dalam memberikan alternatif pemaknaan terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, yang jika dibaca secara tekstual justru memunculkan kesimpulan yang menciderai nilai-nilai transenden dalam Islam.
Motivasi Qur’ani Santri Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an (PPTQ) Fatchussalam Surabaya dalam Menghafal Al-Qur’an: Sebuah Kajian Living Qur’an Kusroni, Kusroni
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 12 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v12i1.578

Abstract

Interaksi antara umat muslim dengan kitab sucinya, al-Qur’an, dalam lintasan sejarah Islam, selalu mengalami perkembangan yang dinamis. Pembacaan al-Qur’an menghasilkan pemahaman yang beragam sesuai kemampuan masing-masing, dan pemahaman tersebut melahirkan perilaku yang beragam pula sebagai tafsir al-Qur’an dalam praksis kehidupan, baik pada dataran teologis, filosofis, psikologis, maupun kultural. Dalam ranah kajian “Qur’anic Studies” ada satu pendekatan yang disebut dengan Living Qur’an. Tulisan ini, dengan berpijak pada konsep tersebut, berupaya mengungkap motivasi para santri tahfiz di PPTQ Fatchussalan Surabaya yang bersumber dari al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. Motivasi ini menurut penulis merupakan salah satu dari bentuk al-Qur’an yang “hidup” (Living Qur’an) di tengah-tengah komunitas pesantren. Penelitian ini menemukan bahwa, motivasi para santri PPTQ Fatchussalam dalam menghafal al-Qur’an banyak dipengaruhi oleh pemahaman dan penghayatan serta pengamalan dari ayat-ayat al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. Pemahaman mereka terhadap ayat-ayat al-Qur’an dan hadis nabi saw. ini diperoleh di pesantren, sekolah, dan di rumah. Pemahaman dan penghayatan ini kemudian termanifestasikan dalam aktivitas mereka menghafal al-Qur’an di pesantren