Itulah dua bait sajak yang banyak dikumandangkan di masjid-masjid, biasanya menjelang shalat fardhu atau usai shalat jumu'ah, di Indonesia. Kuat dugaan, sejak itu karangan Abu nawas, meskipun ada yang menduga hasil karya Imam Syafi'i.Tetapi, siapa sebenarnya Abu Nawas? Selain pngetahuan tentang Sajak Taubat itu, masyarakat Indonesia hanya tahusi Abu Nawas dengan kombinasi sifat-sifat berwarna-warni; tukang banyol, cerdik atau gendeng! Abu Nawas "ngakalin" Harun al-Rasyid, sehingga Baginda selalu dapat dikalahkan. "Akal" Abu Nawas mengangkat masjid atau pura-pura gila agara tidak diangkat jadi Kadi dan kisah-kisah (yang sebenarnya lebih sekdar dongeng) lan yang kandung lengket di masyarakat, memperkuat legnda Abu Nawas ssebagai tokoh dongeng yang turun temurun bebrapa dasawarsa.