Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : REKA RACANA

Analisis Konstanta Pegas pada Fondasi Tiang (Studi Kasus: Gedung Type B DPRD Surabaya). (Hal. 42-51) Yakin, Yuki Achmad; Pratiwi, Desti Santi; Bilaldy, Berry Fawaz
RekaRacana: Jurnal Teknil Sipil Vol 6, No 1: Maret 2020
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v6i1.42

Abstract

ABSTRAKKonstanta pegas tanah (k ) merupakan suatu hubungan konsep pengertian di antara tekanan tanah dan defleksi. Nilai konstanta pegas sudah banyak digunakan di dalam analisis konstruksi bagian-bagian fondasi. Nilai  dipakai untuk menghitung besarnya reaksi pada kepala tiang atau besarnya penurunan elastis pada pondasi. Konstanta pegas pada tanah terdiri dari dua arah, yaitu arah vertikal dan arah horizontal. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis perhitungan nilai  pada lapisan tanah pasir dan lempung menggunakan Program Lpile dan Allpile. Perhitungan nilai k  untuk arah horizontal dilakukan menggunakan metode kurva p-y (Program Lpile) sedangkan untuk arah vertikal menggunakan metode kurva t-z  (Program Allpile). Nilai k  yang didapatkan dari kurva p-y dan kurva t-z akan dibandingkan dengan metode konvensional yang biasa digunakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai k  arah horizontal dengan metode p-y lebih besar dibandingkan dengan konvensional, sedangkan nilai k  arah vertikal hasil metode t-z  lebih kecil dibandingkan dari metode konvensional.Kata Kunci: konstanta pegas tanah, N-SPT, kurva , kurva , Allpile, Lpile ABSTRACTThe soil spring constant (k ) is a correlation concept between soil pressure and deflection. The value of spring constant has been widely used in the analysis of foundation parts. The value is used to calculate the magnitude of the reaction at the pile head or elastic settlement in the foundation. Soil spring constant consists of two directions, vertical direction and horizontal direction. This research will analyze the calculation of the  value on sand and clay sil layers using Lpile and Allpile Program. Calculation of the  value for the horizontal direction was used the p-y curve methode (Lpilee Program), while for the vertical direction used the t-z cuve method (Allpile). The k values obtained from the p-y curve and th t-z curve will be compared with convntional methiods. The analysis results show that the horizontal k value with the  p-y method is greater than the conventional method, while the value in the vertical direction from the t-z method is smaller than the conventional method.Key Words: soil spring constant, N-SPT,  p-y curve, t-z curve, Allpile, Lpile
Metode PVD dan Preloading sebagai Upaya Perbaikan Tanah Lunak di Proyek Jalan Tol Jambi Indonesia Pratiwi, Desti Santi; Abdurrahman, Faris Naufal
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1: Maret 2024
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v10i1.29

Abstract

ABSTRAKPermasalahan tanah lunak sering menjadi fokus utama dalam pembangunan infrastruktur khususnya jalan tol. Tanah lunak akan mengalami proses konsolidasi yang merupakan proses terdisipasinya tekanan air pori berlebih akibat adanya beban dengan kurun waktu yang relatif lama. Hal tersebut dikarenakan tanah lunak memiliki ukuran dan nilai permeabilitas yang relatif kecil. Oleh karena itu upaya percepatan waktu konsolidasi perlu dilakukann untuk memangkas waktu konstruksi dan pada akhirnya dapat meminimalisisr biaya konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi preloading dan PVD sebagai upaya perbaikan tanah lunak di area pembangunan Jalan Tol Jambi Indonesia dengan menggunakan pendekatan Metode Elemen Hingga yang berbasis Metode Numerik. Perencanaan PVD yang digunakan yaitu pola segitiga dengan spasi dan kedalaman yang divariasikan. Berdasarkan hasil analisis, PVD dengan kedalaman 4 m dan spasi 1,5m dapat mereduksi hingga 90% waktu penurunan yang akan terjadi, sehingga kombinasi tersebut disarankan dalam pengaplikasiannya di lapangan.Kata kunci: tanah lunak, konsolidasi, metode elemen hingga, PVD, waktu penurunan ABSTRACTSoft soil problems are often the main focus of infrastructure development, especially toll roads. Soft soil will experience a consolidation process that dissipates excess pore water pressure due to loads over a relatively long period of time. This is because soft soil has a relatively small size and permeability value. Therefore, efforts to accelerate consolidation time need to be made to cut construction time and ultimately minimise construction costs. This research aims to determine the combination of preloading and PVD as an effort to improve soft soil in the Jambi Indonesia Toll Road construction area using a finite element method approach based on numerical methods. The PVD plan used is a triangular pattern with varied spacing and depth. Based on the analysis results, PVD with a depth of 4 m and a spacing of 1.5 m can reduce up to 90% of the settlement time, so this combination is recommended for application in the field.Keywords: soft soil, consolidation, finite element method, PVD, settlement time  
Pengaruh Beban Dinamik pada Stabilitas Lereng Batuan dengan Pendekatan Numerik 3 Dimensi Menggunakan Model Hoek-Brown dan Mohr Coulomb Pratiwi, Desti Santi; Rizky, Muhammad Daffa
RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 3: November 2025
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaracana.v11i3.207

Abstract

ABSTRAKIndonesia terletak pada wilayah Ring of Fire Pasifik yang ditandai dengan aktivitas tektonik dinamis. Selain itu, data historis menunjukkan bahwa tanah longsor dan gempa bumi merupakan dua fenomena yang paling sering terjadi, dengan frekuensi hampir setiap tahun. Stabilitas lereng batuan memiliki tantangan yang menarik untuk diteliti, terutama dengan pendekatan Metode Numerik. Dua kriteria material yang umum digunakan dalam analisis batuan adalah Hoek-Brown (HB) untuk batuan heterogen dan Mohr-Coulomb (MC) untuk material tanah-batuan homogen. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan kinerja kriteria HB dan MC dalam pemodelan stabilitas lereng batuan di bawah pengaruh beban dinamik melalui simulasi numerik dengan PLAXIS 3D pada tiga variasi kemiringan lereng (1:1, 3:1, 5:1) menggunakan data gempa bermagnitudo 6,54. Hasil menunjukkan nilai faktor keamanan (FK) yang relatif serupa dengan selisih 9,68% - 24,03%. Namun, analisis deformasi mengungkap perbedaan signifikan, khususnya pada arah vertikal (uy) dengan selisih mencapai 93,94%, sementara deformasi horizontal (ux) lebih konsisten. Disimpulkan bahwa meskipun kedua model dapat dikorelasikan untuk analisis stabilitas berdasarkan FK, respons deformasi mereka, terutama secara vertikal, sangat berbeda.Kata kunci: lereng, batuan, dinamik, numerik, faktor keamanan ABSTRACTIndonesia is situated within the Pacific Ring of Fire, characterized by dynamic tectonic activity. Historical data further indicates that landslides and earthquakes are among the most frequently occurring natural phenomena, happening almost annually. The stability of rock slopes presents a compelling challenge for research, particularly through a numerical modeling approach. Two material criteria commonly used in rock analysis are Hoek-Brown (HB) for heterogeneous rock masses and Mohr-Coulomb (MC) for homogeneous soil-rock materials. This study aims to analyze and compare the performance of the HB and MC criteria in modeling the stability of rock slopes under dynamic seismic loading. This was conducted through numerical simulation using PLAXIS 3D on three slope variations (1:1, 3:1, 5:1) employing earthquake data with a magnitude of 6.54. The results show relatively similar values for the factor of safety (FS), with a difference of 9.68% to 24.03%. However, deformation analysis revealed a significant difference, particularly in the vertical direction (uy) with a discrepancy of up to 93.94%, while horizontal deformation (ux) was more consistent. It is concluded that although the two models can be correlated for stability analysis based on FS, their deformation responses, especially in the vertical direction, are vastly different.Keywords: rock slope, dynamic, numerical, spun pile, factor of safety