Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

ANALISIS PRAKTEK TRADISI BESENTULAK DALAM PERSPEKTIF ISLAM DI DESA JEROWARU Suparjon, Suparjon
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2800

Abstract

Abstrak: The Besentulak tradition is a rain-seeking practice still performed by some communities in Indonesia. This tradition typically involves customary rituals, prayers, and other forms of supplication to bring rain during prolonged droughts. This study aims to analyze the practice of the Besentulak tradition from an Islamic perspective using three main aspects: the aspect of faith (tauhid), the aspect of worship, and the aspect of Islamic law and morality.  The analysis results indicate that the Besentulak tradition can be categorized into two forms: first, those that align with Islamic teachings if they only involve supplications directed to Allah without elements of polytheism; second, those that contradict Islam if they include offerings, belief in supernatural forces besides Allah, or shamanistic practices. In Islam, rain supplication has been prescribed through Salat al-Istisqa’ and prayers taught by Prophet Muhammad (PBUH). Therefore, this tradition needs to be purified to uphold monotheistic values and comply with Islamic law.   Keyword: Besentulak ;Tradition; Islam. Abstrak: Tradisi Besentulak merupakan praktik meminta hujan yang masih dilakukan oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Tradisi ini biasanya melibatkan ritual adat, doa, dan bentuk permohonan lainnya untuk mendatangkan hujan saat musim kemarau panjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik tradisi Besentulak dalam perspektif Islam dengan menggunakan tiga aspek utama, yaitu aspek akidah (tauhid), aspek ibadah, dan aspek syariat serta akhlak Hasil analisis menunjukkan bahwa tradisi Besentulak dapat dikategorikan menjadi dua bentuk: pertama, yang masih sesuai dengan ajaran Islam jika hanya berupa doa kepada Allah tanpa unsur kesyirikan; kedua, yang bertentangan dengan Islam jika terdapat unsur sesaji, kepercayaan pada kekuatan selain Allah, atau praktik perdukunan. Dalam Islam, permohonan hujan telah diajarkan melalui salat istisqa’ dan doa-doa yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, diperlukan pemurnian praktik tradisi ini agar tetap menjaga nilai-nilai tauhid dan sesuai dengan syariat Islam.   Kata kunci: Besentulak; Tradisi; Islam.
ANALISIS PROBLEMATIKA KEKERASAN SEKSUAL DI PONDOK PESANTREN Suparjon, Suparjon
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 2 (2025): May 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i2.2863

Abstract

Abstract: Sexual violence in Islamic boarding schools is a complex and worrying issue, considering that Islamic boarding schools are Islamic educational institutions which are supposed to be safe and educational places for students. This phenomenon is influenced by various factors, such as abuse of authority, patriarchal culture, lack of education about sexual violence, and minimal supervision and regulation of Islamic boarding schools. Cases of sexual violence are often difficult to uncover due to social pressure, threats from perpetrators, and the stigma attached to victims. This research aims to identify the root of the problem of sexual violence in Islamic boarding schools, analyze the causal factors, and formulate strategic steps to prevent and handle these cases. The method used involves literature review, case data analysis, and interviews with related parties. The research results show that public openness in discussing this issue, increasing government supervision, and implementing a safe reporting system are important steps in resolving the problem of sexual violence in Islamic boarding schools.  With a holistic approach, it is hoped that this research can contribute to creating an Islamic boarding school environment that is safe, inclusive, and free from sexual violence, so that Islamic values and public trust in Islamic boarding schools can be maintained. Keyword: Problems, Sexual Violence, Islamic Boarding Schools Abstrak: Kekerasan seksual di pondok pesantren merupakan isu yang kompleks dan memprihatinkan, mengingat pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang seharusnya menjadi tempat aman dan mendidik bagi para santri. Fenomena ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penyalahgunaan otoritas, budaya patriarki, kurangnya edukasi tentang kekerasan seksual, serta minimnya pengawasan dan regulasi terhadap pesantren. Kasus-kasus kekerasan seksual sering kali sulit terungkap karena tekanan sosial, ancaman pelaku, dan stigma yang melekat pada korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi akar masalah kekerasan seksual di pesantren, menganalisis faktor-faktor penyebabnya, serta merumuskan langkah-langkah strategis untuk mencegah dan menangani kasus tersebut. Metode yang digunakan melibatkan kajian literatur, analisis data kasus, serta wawancara dengan pihak-pihak terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbukaan masyarakat dalam membahas isu ini, peningkatan pengawasan pemerintah, dan implementasi sistem pelaporan yang aman merupakan langkah penting dalam menyelesaikan problematika kekerasan seksual di pesantren.  Dengan pendekatan yang holistik, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan pesantren yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan seksual, sehingga nilai-nilai Islam dan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren dapat terjaga. Kata kunci: Problematika, Kekerasan Seksual, Pesantren