Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) menyatakan pada tahun 2007, Angka Kematian Ibu (AKI) sebanyak 248 per 100.000 kelahiran hidup dan angka penyebab kematian ibu 84% karena komplikasi obstetrik langsung dan didominasi oleh trias klasik yaitu perdarahan (46,7%), toxemia (14,5%) dan infeksi (8%). Persalinan presentasi bokong menyumbangkan 70% dari semua penyebab kematian ibu karena partus lama dan ruptur uteri. Presentasi bokong disebabkan oleh multiparitas, plasenta previa dan panggul sempit, Hidrosefalus atau anensefalus, Gemeli, Hidramnion atau Oligohidramnion, Prematuritas, Lilitan tali pusat atau tali pusat pendek, Kelainan uterus (uterus arkuatus, uterus duktus, uterus dupleks, tumor. Oleh karena itu ingin diketahui Pengaruh antara Paritas dengan Kejadian Presentasi Bokong pada Wanita Usia Subur (WUS) di Ruang Kebidanan Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2011. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober-Desember Tahun 2010 yang berjumlah 176 orang. Teknik pengambilan sample pada penelitian ini adalah simple random sampling diteruskan menjadi accidental sampling untuk mencukupi data. Hasil penelitian sebanyak 43 (86%) dari 46 (71,9%) wanita usia subur (WUS). Serta kejadian presentasi bokong yang disebabkan oleh paritas tidak beresiko (jika jumlah anak ≤ 3 orang) yaitu sebanyak 7 (14%) dari 18 (28,1%) wanita usia subur (WUS). Dari uji statistik Chi-Square didapatkan nilai Ï value = 0,000, ada pengaruh yang bermakna antara paritas dengan kejadian presentasi bokong pada wanita usia subur (WUS). Pada multiparitas dinding rahim akan menjadi lembek, mengalami kelemahan sehingga akan membuat janin lebih mudah bergerak dan kepala janin akan sulit masuk ke pintu atas panggul. Indonesian Demographic Health Survey (IDHS) declared in 2007, the maternal mortality rate (MMR) of 248 per 100,000 live births and maternal mortality figures cause 84% due to direct obstetric complications and dominated by the classic triad that is bleeding (46.7%), toxemia (14.5%) and infections (8%). Childbirth of breech presentation donates 70% of all causes of maternal deaths due to obstructed labor and uterine rupture. Breech caused by multi parity, placenta previa and a narrow pelvis, hydrocephalus or anencephaly, Gemeli, Hydramnios or Oligohydramnios, Prematurity, coil cord or cord short, abnormalities of the uterus (womb arkuatus, uterine duct, uterus duplex, tumor. Therefore, it is necessary to know the correlation between parity and breech presentation in women of reproductive age (WRA) at the midwifery room Muhammadiyah hospital Palembang in 2011. This research was conducted in October-December of 2010 which amounted to 176 people. Technique for collecting the data in this study is simple random sampling continued to be accidental sampling to insufficient data. the results were 43 (86%) of the 46 (71.9%) women of reproductive age (WRA). as well as the incidence of breech caused by parity is not at risk (if the number of children ≤ 3), namely 7 (14%) of the 18 (28.1%) women of reproductive age (WRA). From the statistical test Chi-Square got value Ï value = 0,000, there was a significant association between parity and the incidence of breech presentation in women of reproductive age (WRA). In multi parity uterine wall will become mushy, experiencing weakness that will make it easier to move the fetus and the fetal head will be hard to get into the pelvic inlet.