Artikel ini membahas fenomena fanwar di kalangan penggemar K-Pop, terutama yang terjadi di platform media sosial Twitter. Fanwar merujuk pada konflik antara penggemar yang sering kali dipicu oleh perbedaan pendapat atau tindakan provokatif dari pengguna media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder, serta teknik etnografi virtual. Hasilnya menunjukkan bahwa fanwar dapat merusak pandangan orang terhadap komunitas penggemar dan menciptakan stereotip negatif. Fanwar kerap dipicu oleh emosi yang tidak terkendali dan kebutuhan untuk membela idola atau kelompok tertentu. Teori Encoding-Decoding digunakan untuk memahami dinamika komunikasi antara penggemar dan antipenggemar, di mana pesan-pesan yang diposting di Twitter diinterpretasikan secara berbeda tergantung pada sudut pandang penggunanya. Fanwar menghasilkan konflik verbal dan perdebatan intens di Twitter, menciptakan ketidakpuasan dan dampak negatif bagi komunitas penggemar K-Pop. Penelitian ini juga membahas dampak teknologi dan media sosial terhadap fenomena fanwar serta implikasinya bagi budaya fandom K-Pop secara keseluruhan.