Girinata, I Made
UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implikasi Religius Magis Pengembangan Wisata Di Kawasan Suci Pura Tanah Lot Aryatnaya Giri, I Putu Agus; Girinata, I Made; Wiratmaja, I Ketut
Sanjiwani: Jurnal Filsafat Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : IHDN Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/sjf.v11i2.1705

Abstract

Sejalan dengan perkembangan wisata di kawasan suci Pura Tanah Lot, Desa Pakraman Beraban, terlihat adanya perkembangan  masyarakat Hindu dalam tataran pola hidup, budaya, dan sosial religius terjadi secara dinamis seirama dengan perkembangan pariwisata global. Berdasarkan fakta-fakta dapat diidentifikasi adanya komodifikasi ruang. Di satu sisi komodifikasi dapat menghasilkan keuntungan materi, sedangkan di sisi lain bisa jadi menjadi ancaman terhadap religiusitas masyarakat serta kawasan tempat suci Pura Tanah Lot yang berstatus sebagai pura kahyangan jagat. Kawasan suci Pura Tanah Lot sebagai modal budaya yang menjadi daya tarik wisata dalam pengembangan pariwisata di Desa Pakraman Beraban mengandung makna religius magis. Secara konsepsional makna religius ini mencerminkan perubahan modal budaya diharapkan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap ajaran agama yang diyakini oleh krama Desa Pakraman Beraban. Budaya pariwisata di harapkan tidak merusak budaya Desa Pakraman Beraban yang dijiwai agama Hindu. Walaupun budaya pariwisata tampak sangat menonjol memenuhi ruang di Desa Pakraman Beraban religiusitas tetap kuat mengakar dalam kehidupan desa pakraman yang berlandaskan tri hita karana. Oleh karena itu, terjaganya eksistensi agama Hindu berarti pula terjaganya keberlanjutan pariwisata di Desa Pakraman Beraban.
KOMUNIKASI EKSTRA NORMAL DALAM MEMBANGUN PARIWISATA BUDAYA DI ERA NEW NORMAL Aryatnaya Giri, I Putu Agus; Girinata, I Made; Wiratmaja, I Ketut
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1704

Abstract

Membuka sektor pariwisata budaya di tengah pandemic covid-19 sesungguhnya memang beresiko tinggi. Kerja sama yang kondusif sangat dibutuhkan antara pemerintah, swasta dan masyarakat sebagai stakeholders pariwisata untuk tidak tergesa-gesa memulihkan keadaan ini seperti semula lagi yang utamanya akan tetap dapat dikontrol dengan baik. Ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika melirik kegiatan pariwisata di Indonesia yang memang cukup menjanjikan dan menjadi magnet bagi para wisatawan. Mulai dari protokol kesehatan, akomodasi, infrastruktur, transportasi, maupun fasilitas yang ada di area wisata tersebut. Di tengah bayang-bayang angka positif Covid-19 yang masih sangat tinggi, keinginan masyarakat untuk melepas penat dan berwisata melihat keindahan alam dan budaya Indonesia setidaknya dapat diwujudkan dengan penerapan aturan-aturan yang ketat dan pada akhirnya geliat masyarakat sektor pariwisata setidaknya dapat terlihat dan mewujudkan optimisme pada sektor-sektor produktif lainnya. Meskipun begitu, tantangan sepertinya datang dari masyarakat itu sendiri. Karena, pariwisata era new normal memang membutuhkan komunikasi ekstra normal dari pemerintah. 
KOMUNIKASI EKSTRA NORMAL DALAM MEMBANGUN PARIWISATA BUDAYA DI ERA NEW NORMAL Aryatnaya Giri, I Putu Agus; Girinata, I Made; Wiratmaja, I Ketut
PARIWISATA BUDAYA: JURNAL ILMIAH AGAMA DAN BUDAYA Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/pba.v5i2.1704

Abstract

Membuka sektor pariwisata budaya di tengah pandemic covid-19 sesungguhnya memang beresiko tinggi. Kerja sama yang kondusif sangat dibutuhkan antara pemerintah, swasta dan masyarakat sebagai stakeholders pariwisata untuk tidak tergesa-gesa memulihkan keadaan ini seperti semula lagi yang utamanya akan tetap dapat dikontrol dengan baik. Ada banyak hal yang harus diperhatikan ketika melirik kegiatan pariwisata di Indonesia yang memang cukup menjanjikan dan menjadi magnet bagi para wisatawan. Mulai dari protokol kesehatan, akomodasi, infrastruktur, transportasi, maupun fasilitas yang ada di area wisata tersebut. Di tengah bayang-bayang angka positif Covid-19 yang masih sangat tinggi, keinginan masyarakat untuk melepas penat dan berwisata melihat keindahan alam dan budaya Indonesia setidaknya dapat diwujudkan dengan penerapan aturan-aturan yang ketat dan pada akhirnya geliat masyarakat sektor pariwisata setidaknya dapat terlihat dan mewujudkan optimisme pada sektor-sektor produktif lainnya. Meskipun begitu, tantangan sepertinya datang dari masyarakat itu sendiri. Karena, pariwisata era new normal memang membutuhkan komunikasi ekstra normal dari pemerintah.Â