ABSTRAKLatar  Belakang:  Etanol  dapat  menyebabkan  gangguan  produksi  testosteron  intratestikular  dan infertilitas.  Etanol  memicu  terjadinya  stres  oksidatif  yang diakibatkan oleh  meningkatnya  Reactive Oxygen Species (ROS) sehingga memicu terjadinya peroksidasi lipid yang dapat menyebabkan kerusakan sel.  Malondialdehyde  (MDA)  merupakan  produk  akhir  peroksidasi  lipid,  yang biasanya  digunakan sebagai  biomarker biologis peroksidasi  lipid  dan menggambarkan derajat  stres oksidatif.  Vitamin  E adalah vitamin larut lemak yang berperan sebagai antioksidan yang melindungi membran seluler terhadap kerusakan oksidatif. Tujuan: Untuk membuktikan adanya efek pemberian vitamin E terhadap stres oksidatif akibat pemberian etanol yang ditunjukkan dengan kadar MDA testis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni dengan rancangan Post-test only control group design. Sebanyak 12 ekor tikus Sprague Dawley dibagi dalam 4 kelompok perlakuan. Kelompok 1 mendapat aquades  1  mL/hari,  kelompok  2  mendapat  minyak  biji  bunga matahari  0,1  mL/hari,  kelompok  3 mendapat etanol 30%  7 mL/kgBB/hari, dan kelompok 4 mendapat etanol 30% 7 mL/kgBB/hari dan pemberian vitamin E 120 IU/kgBB/hari. Pemberian perlakuan dilakukan secara oral selama 30 hari. Pemeriksaan kadar MDA testis dengan metode TBARS dengan spektrofotometer sehari setelah perlakuan terakhir. Hasil: Rerata kadar MDA testis pada tikus yang mendapat etanol (5,8325 nmol/g) lebih tinggi daripada kelompok tikus yang mendapat etanol dan vitamin E 120 IU/kgBB (2,6775 nmol/g).Simpulan: Efek Pemberian vitamin E pada tikus yang mendapat etanol menunjukkan kadar MDA testis yang lebih rendah dibandingkan dengan tikus yang hanya mendapat etanol. Kata Kunci : Etanol, vitamin E, MDA testis