Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bil Hikmah

Nalar Kemanusiaan Dalam Retorika Dakwah: Studi Retorika Tri Rismaharini Dalam Penutupan Eks Lokalisasi Dolly Yulianto, Hendra Bagus
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 1 No 1 (2023)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/hikmah.v1i01.6

Abstract

Perkembangan teori komunikasi khususnya dalam teknik komunikasi verbal pada gilirannya dapat dimanfaatkan dalam upaya melakukan komunikasi dakwah yang efektif dan efisien. Teknik yang bisa dikembangkan khususnya dalam da’wah bil lisan adalah retorika. Hal ini didasarkan adanya irisan diantara keduanya yaitu sama-sama menjadikan komunikasi sebagai instrumen untuk mempersuasi pihak lainnya untuk menerima atau bahkan mengikuti apa yang disampaikan dalam pesan. Penutupan lokalisasi, tempat prostitusi, di masyarakat tentu akan menghadirkan respon publik yang beragam. Untuk itu dibutuhkan pola komunikasi, khususnya dalam menyampaikan pertimbangan-pertimbangan kebijakan untuk menutup lokalisasi yang mampu diterima oleh banyak pihak. Tri Rismaharini, selaku Walikota Surabaya periode 2010-2005, mencoba menghadirkan pola komunikasi terkait dengan pertimbangan penutupan lokalisasi Dolly berdasarkan pada prinsip-prinsip kemanusiaan sebagai retorika dalam menyampaikan pesan dakwahnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Berdasarkan data yang didapatkan dari media berbagi video youtube untuk kemudian dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan teori-teori terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Risma lebih mengedepankan penggunaan artistic proof melalui dimensi ethos, pathos dan logos yang didasarkan pada paradigma nilai-nilai kemanusiaan.   Abstract: The development of communication theory, especially in verbal communication techniques, can in turn be utilized in an effort to carry out effective and efficient da'wah communication. Techniques that can be developed especially in oral da'wah is rhetoric. This is based on the existence of a wedge between the two, namely both making communication an instrument to persuade other parties to accept or even follow what is conveyed in the message. The closure of brothels, places of prostitution, in the community will certainly bring various public responses. For this reason, a pattern of communication is needed, especially in conveying policy considerations to close localization that can be accepted by many parties. Tri Rismaharini, as Mayor of Surabaya for the 2010-2005 period, tried to present a pattern of communication related to the consideration of closing Dolly's localization based on humanitarian principles as rhetoric in conveying her da'wah message. This study used a qualitative research method with a descriptive approach. Based on the data obtained from the YouTube video sharing media, it is then analyzed and described according to related theories. The results of the study show that Risma prioritizes the use of artistic proof through the dimensions of ethos, pathos and logos which are based on the paradigm of human values. Keywords: Rhetoric, Da'wah Messages, Human Reasoning  
Struktur Argumentasi Ustaz Menachem Ali dalam Siniar Berjudul “Nalar Islam Protestan dari Ponpes Az-Zaytun” Prayogi , Azidin; Yulianto, Hendra Bagus
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 2 No 1 (2024)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v2i1.30

Abstract

Fokus penelitian ini adalah mengulas struktur argumentasi yang digunakan oleh Ustaz Menachem Ali dalam siniar  yang berjudul “Nalar Islam Protestan dari Ponpes Az-Zaytun │Modernitas vs Penyimpangan”. Dengan Tujuan mendeskripsikan struktur argumentasi yang digunakan oleh Ustaz Menachem Ali dalam video terkait, menjabarkan penggunaan klaim, ground, warrant, qualifier dan rebuttal. Penelitian ini menggunakan pendekatan berupa kualitatif deskriptif. Sedangkan teknik analisisnya yakni model Miles and Huberman. Pada teknik analisis tersebut, peneliti menggunakan teknik observasi, dokumentasi, reduksi data dan penyajian serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini, diantaranya adalah Ustaz Menachem Ali menggunakan strukur argumentasi pada gagasan pokok pertama berupa klaim, ground, warrant dan backing. Adapun jenis dari klaim tersebut adalah kombinasi yakni klasifikasi dan fakta; ground berjenis fakta; warrant berjenis penalaran sebab akibat dan backing berupa fakta. Dalam struktur utama tersebut, muncul struktur baru yang sekaligus memuat gagasan pokok kedua. Adapun unsur-unsunya adalah klaim berjenis fakta; diikuti dengan ground berupa fakta, warrant berupa logika dasar serta backing berupa fakta dan pengalaman pribadi serta sampai pada unsur penunjang lain berupa qualifier dan rebuttal.
Struktur Argumentasi Dakwah Sabrang Mowo Damar Panuluh dalam Siniar“LOGIN” Aprian, Yuda Dwi Aprian; Yulianto, Hendra Bagus
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v3i1.67

Abstract

Penggunaan struktur argumentasi dalam delivery pesan akan mempengaruhi keberhasilan tingkat penerimaan. Demkian juga dalam konteks komunikasi dakwah. Pesan-pesan dakwah dituntut disampaikan secara argumentatif. Fokus studi ini adalah mengulas struktur argumentasi yang digunakan oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh dalam siniar yang berjudul HEI BIB!.. APA BUKTINYA TUHAN ITU ADA HABIB: Yuk Mualaf kalau open minded LOGIN - JAFAR – ONAD? Dengan tujuan mendeskripsikan struktur argumentasi yang digunakan oleh Sabrang Mowo Damar Panuluh, menguraikan klaim, ground, warrant, modal qualifier dan rebuttal.  Penelitian ini   menggunakan   pendekatan   berupa   kualitatif   deskriptif.   Selain itu   teknik analisisnya yakni menggunakan model Miles and Huberman.  Pada teknik analisis, peneliti menggunakan teknik dokumentasi, reduksi data dan penyajian serta penarikan kesimpulan. Temuan kajian yang didapatkan bahwa argumentasi yang disampaikan dalam rangka membuktikan klaim dibangun diatas struktur argumentasi yang beragam. Sebagian memiliki struktur argumentasi dengan unsur-unsur yang kompleks sebagian lagi dengan struktur yang sederhana.
Strategi Merespons Pertanyaan dalam Seminar Dakwah oleh Ustaz Zakir Naik Yulianto, Hendra Bagus
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bhmh.v4i1.111

Abstract

Komunikasi dakwah memungkinkan ditampilkan dalam model seminar agama yang di dalamnya menggunakan metode diskusi. Komunikasi diskusi secara garis besar meliputi sesi presentasi dan sesi tanya-jawab (questions-answer). Seorang pembicara tidak hanya dituntut memiliki kemampuan dalam merancang argumentasi yang tepat dalam memberikan jawaban tapi juga kemampuan menegosiasikan jawaban, meyakinkan kepada penanya dan audiens serta mampu membangun hubungan interpersonal khususnya dengan penanya. Salah seorang pendakwah yang dikenal memiliki kemampuan menjawab pertanyaan dalam forum-forum seminar dakwah adalah Zakir Naik. Rumusan masalah yang diajukan dalam kajian ini adalah bagaimana pola strategi merespons pertanyaan dalam sesi question and answer (QnA) seminar agama oleh Zakir Naik? Dengan demikian tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan pola strategi komunikasi dalam merespons pertanyaan dalam sesi QnA seminar agama oleh Zakir Naik diantaranya: mengetahui pola komunikasi nonverbal saat mendengarkan pertanyaan, pola komunikasi nonverbal saat menjawab pertanyaan, pola delivery pesan saat menjawab pertanyaan, khususnya tahapan menjawab pertanyaan, serta pola cara merespons saat ada penanya yang menyela ketika kita memberikan jawaban. Metode yang digunakan dalam mengkaji adalah metode kualitatif dengan model analisis isi (content analysis). Pola komunikasi yang dikembangkan Zakir Naik dalam merespons pertanyaan dalam sesi QnA konteks seminar agama menunjukkan pola komunikasi pembicaraan formal dan serius. Penguasaan materi yang disampaikan secara sopan (polite) dan friendly dengan penanya.