Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kompetensi

NOVEL AMANGBAO PARSINUAN KARYA M. TANSISWO SIAGIAN: KAJIAN STILISTIKA Alfredo Marusasil Siregar; Herlina Ginting
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 14 No 2 (2021): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.444 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v14i2.54

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan diksi dan jenis gaya bahasa yang terdapat dalam novel Amangbao Parsinuan karya M. Tansiswo Siagian. Metode Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif. Selanjutnya metode dalam penelitian ini dilakukan dengan metode simak yang bertujuan untuk menyimak penggunaan bahasa. Metode simak dalam penelitian ini menggunakan metode lainnya berupa metode atau teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis novel maka disimpulkan bahwa penggunaan diksi yang paling dominan adalah penggunaan diksi kosa kata bahasa asing yang terdiri dari kosa kata bahasa inggris dan kosa kata bahasa Indonesia. Hal ini dikarenakan oleh keterbatasan kosa kata bahasa batak sehingga dalam menyampaikan pesan atau cerita dalam novel “Amangbao Parsinuan” karya M. Tansiswo Siagian didominasi oleh diksi dengan kosa kata bahasa asing. Penggunaan majas yang paling dominan dalam novel berbahasa batak “Amangbao Parsinuan” adalah majas simile dan majas yang paling sedikit adalah majas metafora. Penggunaan majas simile dalam novel ini berfungsi untuk menghidupkan makna, memberikan citraan yang khas terhadap pembaca, membuat gambaran yang lebih jelas terhadap pembaca dan tentu membuat kalimat-kalimat yang lebih dinamis dan hidup supaya pembaca dapat merasakan apa yang terjadi dalam novel “Amangbao Parsinuan” karya M. Tansiswo Siagian terkhusus terhadap apa yang dirasakan tokoh utama Rosinta.
a - Bima Helvin Jaya Pasaribu; Herlina Ginting
Kompetensi : Jurnal Pendidikan dan Humaniora Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIBA Vol 15 No 1 (2022): Kompetensi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.121 KB) | DOI: 10.36277/kompetensi.v15i1.64

Abstract

Artikel ini berjudul naskah hata podah pakon tabas-tabasni raja-raja Simalungun na hinan (no. inv. 920/07.116/2025) koleksi Museum Negeri Sumatera Utara tinjauan: kearifan lokal dan filologi. Masalah yang diteliti adalah identitas dari naskah tersebut serta nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam isi naskah yang diteliti. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori filologi dan kearifan lokal. Pada teori filologi terdapat teori translitrasi seperti yang dikemukakan oleh Syakir bahwa transliterasi merupakan penggantian tulisan huruf demi huruf dari satu abjad ke abjad yang lain tanpa mengubah makna isi naskah, serta teori identitas naskah oleh Hermansoemantri yang mengemukakan bahwa dalam mengidentifikasi naskah harus memperhatikan judul naskah, nomor naskah, tempat penyimpanan naskah, asal naskah, ukuran naskah, tebal naskah, jumlah baris per halaman, bahan naskah, bentuk teks, umur naskah, pengarang/penulis naskah, asal-usul naskah, dan ringkasan/bentuk teks. Pada teori kearifan lokal, terdapat nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dalam naskah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan naskah tunggal. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan dan penelitian lapangan. Dengan menggunakan teknik observasi terhadap naskah yang diteliti, kemudian data mentah hasil observasi akan ditranliterasi melalui kamus dan pengetahuan informan terbaik. Naskah yang telah ditrasliterasi kemudian akan telaah nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini meliputi: 1. Identitas dari naskah yang di teliti. 2. Nilai-nilai kearifan lokal dari naskah yang diteliti.