Djadjang J Setiadi, Harkinz Prabowo, Chrisany Hukubun, Nurdrajat,
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Geoscience Journal

REKONSTRUKSI LINGKUNGAN PENGENDAPAN BERDASARKAN ANALISIS GRANULOMETRI SEDIMEN CORE NO 7 PADA PERAIRAN LAUT ARAFURA, MALUKU Djadjang J Setiadi, Harkinz Prabowo, Chrisany Hukubun, Nurdrajat,
Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/pgj.v4i2.29090

Abstract

Titik bor No 7 berlokasi pada Perairan Laut Arafura dan merupakan hasil pengeboran didasarpermukaan laut hingga kedalaman 305 cm. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data hasil sampel core No 7 dengan kedalaman 155 – 305 cm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik sedimen berdasarkan nilai hasil analisis besar butir, mekanisme transportasi sedimen, lingkungan pengendapan serta proses transgresi dan regresi yang terjadi pada daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis besar butir dengan melakukan preparasi sampel di laboratorium dan menggunakan alat Particle Size Analyser dengan bantuan perangkat lunak gradistat. Dari hasil analisis besar butir tersebut menghasilkan 2 macam tekstur sedimen yaitu pasir dan pasir lanauan. Karakteristik besar butir sedimen yang dihasilkan adalah nilai-nilai mean, pemilahan, skewness, dan kurtosis. Berdarkanplot silang antara mean-pemilahan, pemilahan-skewness dan skewness-kurtosis maka ihasilkan 2 lingkungan pengendapan secara umum yaitu Lingkungan Darat (Sungai, Gumuk Darat/Inland Dune) dan Lingkungan Transisi (Gumuk Pantai/Coastal Dune, Pantai). Dari hasil lingkungan pengendapan pada tiap sampel dapat diinterpretasikan adanya perubahan lingkungan pengendapan yang disebabkan oleh fluktuasi muka air laut berupa transgresi dan regresi.Kata Kunci : Analisis Besar Butir, Lingkungan Pengendapan, Fluktuasi muka air laut, Laut Arafura.