Penelitian ini meneliti dampak variasi massa zeolit alami dan ukuran partikel sekam padi terhadap nilai kalor dan laju pembakaran biopelet yang dibuat melalui proses torefaksi. Biopelet disintesis dari sekam padi dengan ukuran 60 mesh dan 80 mesh, zeolit alam (100 mesh) dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15%, serta tepung tapioka sebagai perekat. Proses torefaksi dilakukan pada suhu 200°C selama 60 menit dalam kondisi terbatas oksigen. Nilai kalor diuji menggunakan bomb kalorimeter, sedangkan laju pembakaran diukur berdasarkan waktu habis terbakar. Hasil menunjukkan bahwa sampel dengan ukuran 60 mesh dan penambahan 5% zeolit memberikan nilai kalor tertinggi sebesar 4517,14 Kal/g. Laju pembakaran tercepat terjadi pada sampel 80 mesh dengan 10% zeolit, yaitu 411 detik. Penambahan zeolit dalam jumlah terbatas meningkatkan efisiensi pembakaran, sementara kelebihan zeolit menurunkan nilai kalor akibat peningkatan kadar abu. Penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ukuran partikel dan kandungan zeolit yang optimal dapat meningkatkan kualitas biopelet berbasis sekam padi sebagai bahan bakar terbarukan.