Sulthon (STAIN Kudus)
STAIN Kudus

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

MENGENAL PENDIDIKAN MULTIKULTURAL BAGI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DENGAN MODEL INKLUSI DALAM PENDIDIKAN ISLAM (STAIN Kudus), Sulthon
ADDIN Vol 4, No 2 (2012): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah hak semua warga Negara tanpa memandang setatus social, ras , etnis, suku, bangsa termasuk anak yang menyandang kecacatan. Dengan demikian anak berkelaianan juga memiliki hak yang sama dengan anak pada umumnya dalam kesempatan berpendidikan yang layak, sesuai dan bermartabat. Semua yang menyangkut aturan undang-undang sudah jelas dan terakomodir keberadaannya, namun dari segi pelaksanaannya masih banyak yang menyimpang dari aturan yang sesungguhnya. Pada kenyataanya anak berkelainan belum bisa mengikuti pendidikan yang leluasa karena tidak semua sekolah yang ada bisa melayaninya karena alasan- alasan klasik yang merugikan anak berkelainan. Sekolah yang memberikan pendidikan bagi anak ini masih bersifat apresiatif dan ironis sehingga perlu perjuangan yang berat menuju pendidikan yang benar-benar demokratis. Secara ideal dengan pendidikan yang terintegrasi berarti anak berkelainan dapat dilayani disekolah manapun mereka inginkan, termasuk memilih sekolah di madrasah. Karena madrasah akan menjadi pilihan bagi mereka karena baik orang tua maupun siswa anak berkelainan ini membutuhkan sentuhan-sentuhan yang berkenaan dengan penyadaran, keimanan, dan keikhasan. Pendekatan keagamaan secara fitrah menjadi bagian yang sangat berpengaruh dalam setiap kondisi dan situasi yang dihadapi manusia, karena pada hakekatnya manusia itu akan selalu menyatu dengan Tuhannya melalui pengembangan spiritualitasnya. Berbagai problem yang dihadapi anak berkelainan dan juga orang tuanya akibat kecacatan yang dideritanya menyebabkan timbulnya berbagai macam masalah yang mengirinya termasuk kesulitan belajar, bersosialisasi, dan kesulitan lain yang berkaitan dengan problem psikologis, yang kesemuanya dibutuhkan kekuatan dalam menghadapinya. Kata Kunci : Pendidikan, Multikultural, Inklusi, dan Islam
MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPA MELALUI MODEL MASTERY LEARNING UNTUK SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH (MI) M.Si, Sulthon
EDUKASIA Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Edukasia
Publisher : EDUKASIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning science at Government Elementary School (MI) hasessentially a real contribution to the lives of students in preparing daysahead , because it plays an important role in the formation of personality andchildren intellectual development. This is actually a requirement in life andthe lives of children , especially in the guarded character of the slump causedby the rapid development of Science and Technology which is not offset by theincreased quality of faith and piety by the students. If learning science in MI isconcerned in terms of products, processes and scientific attitude development,then these three dimensions will develop students’ skills in order to have theknowledge and skills of science through a science process which in turn willproduce a product in the form of facts, principles , theories , and conceptsthat are expected to develop scientific attitude. So, teaching sciences is notonly transfering knowledge but also processing its dimension in its learningor students should actively examine and conclude by observing symptomsso that the results of science learning process in the form of products thatcan be universally useful and in line with the development of his ability andreasoning of students’ good scientific-attitude. Generally, there are obstaclesrelated to the understanding of science concepts or misconceptions in MIscience teaching and several science concept approaches that can be used tocontrol them, such as mastery learning model. This approach is oriented ondemocratic because it appreciates children individual learning ability to learn in mastering science concepts without compares to other. It can improve the student’s ability to achieve a satisfactory level of performance for each student. Keywords: Science concept mastering, Mastery Learning, MI students
Pembelajaran IPA yang Efektif dan Menyenangkan bagi Siswa MI sulthon sulthon
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 4, No 1 (2016): Elementary
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v4i1.1969

Abstract

Pembelajaran di dalam kelas merupakan ujung tombak dari seluruh kegiatan pendidikan yang dilakukan oleh guru, keberhasilan guru dalam pembelajaran sangat dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya performansi guru dalam pembelajaran. Kemampuan guru dalam pembelajaran menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sedang keberhasilan pembelajaran siswa sangat ditentukan oleh aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang diciptakan guru.Dalam pembelajaran IPA, guru harus memanfaatkan berbagai fasilitas dan sumber belajar yang berorientasi pada keterampilan proses dengan mengadakan pengamatan dan penelitian sehingga siswa akan aktif dan kreatif untuk menemukan suatu konsep dalam  IPA selanjutnya siswa menjadi aktif dan asyik sehingga belajar IPA akan menyenagkan. 
Mengembangkan Kecerdasan Emosional Melalui Penanaman Nilai Sosial pada Anak Usia Dini Sulthon Sulthon
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 4, No 2 (2016): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v4i2.2193

Abstract

Anak usia dini adalah anak yang baru tumbuh dan kembang lebih pesat dalam segala hal, baik dalam pertumbuhan fisiknya maupun dalam perkembangan mentalnya. Pada masa ini anak memiliki potensi yang sangat baik dalam hal merespon stimulus yang didapat dari lingkungannya, hal ini karena anak usia dini berada dalam masa emas perkembangan. Dengan demikian membangun kecerdasan emosional anak pada masa ini sangat penting karena anak sangat peka dan berpotensi menjadi lebih baik sesuai dengan pembinaan dan pendidikan yang didapatkan dari lingkungan atau keluarganya. Penanaman nilai-nilai sosial berkaitan erat dengan baigaimana menanamkan anak agar peka dengan kehidupan orang lain atau dapat bersikap dan berperilaku sesuai dengan nilai, norma, dan etika dalam kehidupan sosial yang terbentuk dari bagaimana seseorang memahami emosi diri, mengelola, memotivasi diri, dan memahami emosi orang lain serta berempati terhadap kehidupan orang lain.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Pendekatan Konstruktivistik dalam Pendidikan bagi Anak Usia Dini Sulthon Sulthon
ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal Vol 1, No 1 (2013): ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal
Publisher : PIAUD IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/thufula.v1i1.4250

Abstract

Education is a conscious effort made by adults to change behavior more positive and meaningful. Behavioral changes need to hold a variety of serious and continuous efforts through meaningful learning. Meaningful learning will be ableto make changes concerning the behavior of cognitive, affective and psychomotor.Learning which is able to achieve all of the three domains of educational objectivesis an active learning model that is performed to build their own knowledge throughteacher designed-learning activities. Constructivist learning is learning that is capable of changing the old style of teaching where the teacher is always an active role or be a style of teaching where the teacher as a facilitator who designed learning by activating his students to learn on their own, learn to interact in a responsible group for achieving learning outcomes individually, while he provides guidance and facilitates them to learn.