Nurul Akhmad
Gedung C.4, Kmapus Sekaran, Gunungpati, Semarang, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRIVIGOR

EFEKTIVITAS LIMBAH PUNTUNG ROKOK SEBAGAI BIOPESTISIDA PEMBASMI KUTU PUTIH (Paracoccus marginatus) DENGAN TEKNIK NOZZLE PADA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Akhmad, Nurul
Jurnal Agrivigor VOLUME 12 NOMOR 2, DESEMBER 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/ja.v12i2.18035

Abstract

Meningkatnya serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) selalu diikuti oleh besarnya biaya pengendalian sehingga dapat mengurangi pendapatan petani. Biopestisida memiliki interval prapanen yang sangat singkat sehingga aman digunakan. Puntung rokok salah satu yang paling banyak ditemukan di mana-mana dalam bentuk sampah di seluruh dunia. Nikotin yang ada di puntung rokok diyakini dapat menjadi racun syaraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah menentukan konsentrasi dan pengaplikasian yang efektif sebagai pembasmi kutu putih. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan biopestisida puntung rokok yang efektif sebagai pembasmi kutu putih. Metode penelitian ini termasuk jenis rancangan penelitian eksperimen. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Analisis Varian (ANOVA) dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) tiga pengulangan dan duafaktorial yang berbeda. Hasil penelitian pada perlakuan konsentasi 10 ml/L, 20 ml/L dan 30 ml/L mampu menurunkan intensitas serangan dari sebelumnya berkisar antara 40-50% menjadi 3-18%. Laju penurunan intensitas serangan kutu putih menjadi semakin menurun seiring dengan bertambahnya konsentrasi yang diaplikasikan dari pengamatan ke I-IV. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa setiap pengamatan cara aplikasi teknik nozzlesprayer berpengaruh pada perlakuan 30ml/L (P3) pengamatan ke II dan III. Tingginya intensitas serangan dipengaruhi karena hama kutu putih berkembang biak sangat cepat. Kandungan nikotin dapat mempengaruhi sistem syaraf pusat pada insekta, baik kadar rendah ataupun tinggi