Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal

Exclusive Breastfeeding Versus Combination Feeding on Incidence of Atopic Dermatitis: A Comparative Study Nova Zairina Lubis; Wijaya, Albert; Lubis, Hilfan Ade Putra; Pase, Muhammad Aron
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2025): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v6i2.17865

Abstract

Background. In spite of the extensive research on the potential protective effects of exclusive breastfeeding in preventing the occurrence of atopic dermatitis and the involvement of cow’s milk allergy as a triggering factor, controversies regarding this issue persist. Objective. This study analyzes the comparison of the incidence of AD among infants exclusively breastfed compared to those who receive a combination of formula milk and breastfeeding. Methods. This study is an analytical research with a cross-sectional approach, conducted at Puskesmas Sentosa Baru Medan in August 2023. The sample consisted of 114 infants, which divided into two groups: exclusively breastfed infants and the other consisting of infants who received a combination of breastfeeding and formula milk, selected through consecutive sampling. The diagnosis of AD was based on a questionnaire modified from the Hanifin-Rajka criteria. Results. According to the research findings, among the exclusively breastfed infants, 11 (19,3%) were found to have AD, whereas in the opposing group, there were 12 (21,1%) cases of AD. Statistical analysis indicated no significant difference in the incidence of AD based on early feeding history (p=0,815). The prevalence ratio of AD infants from both study group is 1,10. Conclusions. Infants who receive a combination of breast milk and formula feeding have an elevated risk of 1,1 times for the onset of AD compared to those who are exclusively breastfed. There is no significant difference in the incidence of AD among infants who are exclusively breastfed and those who receive a combination of breast and formula feeding.   Latar belakang. Meskipun telah banyak penelitian mengenai potensi efek perlindungan ASI eksklusif dalam mencegah terjadinya dermatitis atopik dan keterlibatan alergi susu sapi sebagai faktor pemicu, kontroversi mengenai hal ini masih terus berlanjut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan kejadian DA pada bayi yang mendapat ASI eksklusif dibandingkan dengan bayi yang mendapat kombinasi susu formula dan ASI. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan potong lintang, yang dilakukan di Puskesmas Sentosa Baru Medan pada bulan Agustus 2023. Sampel terdiri dari 114 bayi, yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu bayi yang diberi ASI eksklusif dan bayi yang diberi kombinasi ASI dan susu formula, yang dipilih secara consecutive sampling. Selanjutnya, diagnosis DA didasarkan pada kuesioner yang dimodifikasi dari kriteria Hanifin-Rajka. Hasil. Menurut temuan penelitian, di antara bayi yang disusui secara eksklusif, 11 (19,3%) ditemukan menderita DA, sedangkan pada kelompok yang tidak disusui, terdapat 12 (21,1%) kasus DA. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kejadian PJB berdasarkan riwayat pemberian makanan awal (p=0,815). Rasio prevalensi bayi AD dari kedua kelompok penelitian adalah 1,10. Kesimpulan. Bayi yang menerima kombinasi ASI dan susu formula memiliki risiko 1,1 kali lebih tinggi untuk mengalami PJB dibandingkan dengan bayi yang mendapat ASI eksklusif. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kejadian DA antara bayi yang diberi ASI eksklusif dan mereka yang menerima kombinasi ASI dan susu formula.
The Relationship between Skin Diseases and Nutritional Deficiencies in Children Nova Zairina Lubis; Fitriend Syahputri
SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal Vol. 6 No. 2 (2025): SCRIPTA SCORE Scientific Medical Journal
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/scripta.v6i2.18991

Abstract

Background: Nutritional deficiencies are a significant global health issue, particularly in children, as they can impair growth and development. The skin often reflects early signs of nutritional deficiencies, including macronutrient and micronutrient imbalances, which may manifest as specific dermatological symptoms. Early identification of these manifestations is crucial to prevent long-term morbidity and mortality. Aims: This review aims to explore the relationship between nutritional deficiencies and skin diseases in children, emphasizing clinical features, diagnostic approaches, and effective treatment strategies. Methods: A comprehensive literature review was conducted using relevant studies and case reports on pediatric dermatological manifestations caused by macronutrient and micronutrient deficiencies. Discussion: Nutritional deficiencies, including protein-energy malnutrition, essential fatty acid deficiency, and deficiencies of vitamins A, B-complex, C, and K, as well as zinc and copper, present with a wide range of skin manifestations. These include xerosis, dermatitis, hyperkeratosis, hyperpigmentation, and petechiae. Diagnosis involves a combination of dietary history, clinical examination, and laboratory tests to assess nutritional status. Treatment requires nutritional supplementation tailored to the specific deficiency, alongside supportive dermatological care. Conclusion: Dermatological manifestations are often the first indicators of nutritional deficiencies in children. Early recognition and a multidisciplinary approach to diagnosis and treatment are essential to improve outcomes. Future research should focus on integrating nutritional interventions with dermatological care to enhance recovery and prevent recurrence. Latar Belakang: Defisiensi nutrisi merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, terutama pada anak-anak, karena dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan. Kulit sering kali mencerminkan tanda-tanda awal defisiensi nutrisi, termasuk ketidakseimbangan makronutrien dan mikronutrien, yang dapat muncul sebagai gejala dermatologis spesifik. Identifikasi dini manifestasi ini sangat penting untuk mencegah morbiditas dan mortalitas jangka panjang. Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara defisiensi nutrisi dan penyakit kulit pada anak-anak, dengan melihat gambaran klinis, pendekatan diagnostik, dan strategi pengobatan yang efektif. Metode: Tinjauan literatur komprehensif dilakukan menggunakan studi dan laporan kasus yang relevan mengenai manifestasi dermatologis pada anak akibat defisiensi makronutrien dan mikronutrien. Diskusi: Defisiensi nutrisi, termasuk malnutrisi energi-protein, defisiensi asam lemak esensial, serta defisiensi vitamin A, B-kompleks, C, dan K, serta zinc dan tembaga, menunjukkan berbagai manifestasi kulit seperti xerosis, dermatitis, hiperkeratosis, hiperpigmentasi, dan petechiae. Diagnosis melibatkan kombinasi riwayat diet, pemeriksaan klinis, dan tes laboratorium untuk menilai status nutrisi. Pengobatan memerlukan suplementasi nutrisi yang disesuaikan dengan defisiensi spesifik, disertai perawatan dermatologis suportif. Kesimpulan: Manifestasi dermatologis sering kali menjadi indikator pertama defisiensi nutrisi pada anak-anak. Pengakuan dini dan pendekatan multidisiplin untuk diagnosis dan pengobatan sangat penting untuk meningkatkan hasil. Penelitian di masa depan perlu berfokus pada integrasi intervensi nutrisi dengan perawatan dermatologis untuk meningkatkan pemulihan dan mencegah kekambuhan.