Arie Surya Gutama
Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran

Published : 27 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Share : Social Work Journal

PELAYANAN SOSIAL BAGI REMAJA PUTUS SEKOLAH Elita Metica Tamba; Hetty Krisnani; Arie Surya Gutama
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.459 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13077

Abstract

Setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan untuk pengembangan potensi, minat dan bakat dirinya agar mereka kelak dapat menjadi penerus bangsa yang memiliki kemampuan intelektual sehingga dapat dijadikan sumber daya manusia yang berpotensi dalam memimpin bangsa dan negara kearah yang lebih baik. Namun banyak faktor yang akhirnya membuat anak-anak Indonesia mengalami putus sekolah. Faktor-faktor yang menyebabkan remaja putus sekolah adalah ekonomi keluarga, kurangnya kemampuan dan minat remaja dalam mengikuti pendidikan di sekolah, kondisi tempat tinggal remaja, pandangan masyarakat terhadap pendidikan, adat istiadat dan ajaran-ajaran tertentu. Remaja putus sekolah merupakan masalah sosial yang harus mendapatkan perhatian khusus, karena dampak yang ditimbulkan tidak lagi hanya dirasakan oleh individu remaja itu sendiri, tetapi juga oleh masyarakat. Dampak yang ditimbulkan yaitu pengangguran, kriminalitas, kemiskinan dan kenakalan remaja. Diperlukan upaya penanganan remaja putus sekolah untuk mengurangi dampak negatif yang mereka timbulkan. Dalam upaya mengurangi remaja putus sekolah, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelayanan sosial. Pelayanan sosial tersebut bertujuan agar remaja putus sekolah tetap mendapatkan pendidikan di luar sekolah yang dapat dijadikan bekal untuk memperoleh pekerjaan sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Pelayanan sosial yang diberikan tentunya harus sesuai dengan kebutuhan remaja putus sekolah. Pelayanan sosial yang dapat diberikan yaitu berupa pembinaan bagi remaja putus sekolah melalui bimbingan. Bimbingan yang diberikan yaitu bimbingan mental agama, bimbingan sosial dan fisik, bimbingan keterampilan dan Praktek Belajar Kerja (PBK).
PERAN PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN LANSIA Shinta Puji Triwanti; Ishartono Ishartono; Arie Surya Gutama
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.722 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13072

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia mengalami peningkatan disetiap tahunnya, hal ini menimbulkan berbagai permasalahan seperti kemiskinan, tindak kekerasan, pelanggaran hukum, terlantar sehingga lansia mengalami ketergantungan terhadap orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Pemenuhan kebutuhan lansia sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan lansia, dan sebagai lembaga primer keluarga mempunyai peran penting untuk membantu lansia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, pengaruh globalisasi mempengaruhi perubahan nilai dan peran di dalam keluarga, adanya perubahan struktur di dalam keluarga dari keluarga besar menjadi keluarga kecil sehingga hal ini membuat keluarga lebih banyak yang menempatkan lansia di sebuah panti werdha dibandingkan tinggal dan dirawat oleh keluarga secara bersama-sama. Oleh karena itu, panti werdha memiliki peranan penting dalam rangka meningkatkan kesejahteraan lansia melalui pelayanan yang dilakukan. Pelayanan yang diberikan berupa pemenuhan kebutuhan fisik,psikis, maupun kebutuhan sosial yang tidak didapatkan ketika berada di dalam keluarga.Melalui pemenuhan kebutuhan yang diberikan oleh panti werdha maka hal ini dapatmembantu lansia untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.
KEKUATAN MAHASISWA BERWIRAUSAHA: KASUS DI UNIVERSITAS PADJADJARAN Sindy Husnul Yaqien; Santoso Tri Raharjo; Arie Surya Gutama
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.412 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.18100

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kekuatan Mahasiswa Berwirausaha: Kasus di Universitas Padjadjaran”. Fenomena saat ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan yang tinggi belum menjamin seseorang dapat memperoleh pekerjaan dengan mudah. Data statistik (Badan Pusat Statistik, 2017) mencatat bahwa sebanyak 618.758 lulusan universitas di Indonesia yang belum memiliki pekerjaan tetap. Berwirausaha sejak mahasiswa menjadi salah satu alternatif alternatif, sekaligus menunjukkan potensi kekuatan mahasiswa dalam menghadapi persoalan tersebut. Dalam merespon potensi berwirausaha di kalangan mahasiswa, beragam program telah ditawarkan oleh Pemerintah melalui Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi untuk mendorong mahasiswa berwirausaha dapat terus berkembang baik. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang terdaftar aktif sebagai mahasiswa Universitas Padjadjaran dan berwirausaha dalam rentang waktu 1-3 tahun. Metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, serta dengan pengumpulan data menggunakan kuisioner, observasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui proses penyuntingan, pengkodean, dan tabulasi data, serta interpretasi data dan display. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan mahasiswa berwirausaha di Universitas Padjadjaran memiliki potensi kekuatan dan peluang usaha yang termasuk dalam kategori tinggi. Pendampingan berkesinambungan melalui workshop-workshop pada mahasiswa berwirausaha perlu secara serius dilakukan oleh pihak perguruan tinggi, yang bermitra dengan pelaku-pelaku usaha, baik swasta maupun pemerintah. Agar usaha yang telah dirintis oleh para mahasiswa tersebut dapat sinambung setelah mereka lulus kuliah. This research is entitled "The Strength of Entrepreneurial Students: Cases in Padjadjaran University". The current phenomenon shows that a high level of education does not guarantee that someone can get a job easily. Statistical data (Central Bureau of Statistics, 2017) notes that 618,758 university graduates in Indonesia do not have permanent employment. Entrepreneurship since students become one alternative alternative, as well as showing the potential strength of students in facing the problem. In responding to the potential of entrepreneurship among students, various programs have been offered by the Government through the Ministry of Research and Higher Education to encourage entrepreneurship students to continue to grow well. The population in this study are students who are enrolled as active students of Padjadjaran University and entrepreneurship within the span of 1-3 years. Descriptive research method with a quantitative approach, and by collecting data using questionnaires, observation, and literature study. Data analysis is done through the process of editing, coding, and data tabulation, as well as data interpretation and display. The results of this study indicate that the strength of entrepreneurial students at Padjadjaran University has the potential strength and business opportunities that fall into the high category. Continuous mentoring through student workshops on entrepreneurship needs to be seriously undertaken by the universities, in partnership with business actors, both private and public. So that the efforts that have been initiated by the students can continue after they graduate from college.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM KEGIATAN BANK SAMPAH (Studi Kasus Pada Kelompok Masyarakat Pengelola dan Nasabah Bank Sampah Wargi Manglayang RW.06 Kecamatan Cibiru, Kota Bandung) Dwi Istanto; Nurliana Cipta Apsari; Arie Surya Gutama
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.34367

Abstract

ABSTRAK             Timbunan sampah di Kota Bandung menyebabkan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Kota Bandung sering mengalami kelebihan kapasitas. Sehingga kondisi tersebut membuat sampah menjadi masalah lingkungan. Menanggapi permasalahan tersebut, upaya penanganan masalah sampah juga telah dibuat oleh pemerintah setempat melalui Peraturan Daerah Kota Bandung. Kondisi yang terjadi di masyarakat walaupun sudah ada upaya penanganan masalah sampah melalui peraturan daerah tersebut, nyatanya masih ada sebagian kelompok masyarakat yang merasa kurang puas akan kondisi kebersihan lingkungannya. Rasa ketidakpuasan tersebut membuat sebagian kelompok masyarakat bersatu untuk membuat sebuah upaya bersama. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh masyarakat di daerah Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, mereka secara mandiri dengan partisipasi masyarakat mendirikan sebuah Bank Sampah Wargi Manglayang (BSWM) yang berlokasi di RW 06. Kelurahan Palasari, Kecamatan Cibiru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan partisipasi masyarakat berdasarkan empat dimensi partisipasi yang dijelaskan oleh Mandy Wilson dan Pete Wilde. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik indepth interview, pengamatan observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Informan yang terlibat dalam penelitian berjumlah 3 orang. Hasil penelitian ini menggambarkan tentang Partisipasi masyarakat dalam kegiatan Bank Sampah wargi manglayang berdasarkan empat dimensi partisipasi. Dari keempat dimensi tersebut didapatkan hasil bahwa dimensi Kapasitas, menjadi dimensi yang paling dominan di BSWM. ABSTRACT             Garbage piles in Bandung City cause TPA (Final Disposal Site) in Bandung City to often experience excess capacity. This condition makes waste an environmental problem. In response to these problems, efforts to deal with waste problems have also been made by the local government through the Bandung City Regional Regulation. Conditions that occur in the community even though there have been efforts to handle the waste problem through the regional regulation, in fact there are still some community groups who are not satisfied with the condition of the cleanliness of their environment. This feeling of dissatisfaction made some community groups unite to make a joint effort. One of them is what the community in the Cibiru sub-district, Bandung City, did, they independently with the participation of the community established a Wargi Manglayang Waste Bank (BSWM) located in RW 06. Palasari Village, Cibiru Sub-District. The purpose of this research is to describe community participation based on the four dimensions of participation described by Mandy Wilson and Pete Wilde. The method used is descriptive qualitative with in-depth interview technique, participatory observation and documentation study. There were 3 informants involved in the research. The results of this study describe community participation in the activities of the Wargi Manglayang Garbage Bank based on four dimensions of participation. From these four dimensions, it is found that the Capacity dimension is the most dominant dimension in BSWM.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH DI LINGKUNGAN MARGALUYU KELURAHAN CICURUG Nur Rahmawati Sulistiyorini; Rudi Saprudin Darwis; Arie Surya Gutama
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.058 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13120

Abstract

Produksi sampah setiap hari semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah produk dan pola konsumsi masyarakat. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi paningkatan volume sampah tersebut adalah dengan cara: mengurangi volume sampah dari sumbernya melalui pemberdayaan masyarakat. Permasalahan dalam partispasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah adalah apa saja bentuk regulasi yang terkait dengan pengelolaan sampah di Lingkungan Margaluyu, bagaimanakah bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan tngkat partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah. Penelitian tentang pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat di Lingkungan Margaluyu Kelurahan Cicurug, Tujuan untuk: (1) mendeskripsikan bentuk partisipasi masyarakat di Lingkungan Margaluyu. (2) mendeskripsikan tingkat partisipasi masyrakat di Lingkungan Margaluyu Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, salah satu bentuk peran serta masyarakat dalam upaya perbaikan lingkungan yaitu dengan memberikan sumbangan tenaga berupa kerja bakti dan ikut serta dalam pengelolaan sampah. Selain itu, mereka juga mengadakan pertemuan warga yang dilakukan satu kali dalam sebulan, yang dihadiri oleh sebagian warga untuk tingkat RW dan seluruh warga untuk tingkat RT. Dalam hal ini tingkat RT cenderung berbentuk partisipasi langsung sedangkan tingkat RW berbentuk partisipasi tak langsung. Warga melakukan kegiatan tersebut tanpa merasa terpaksa sama sekali. Tingkat peran serta masyarakat yang terjadi di Lingkungan Margaluyu Kelurahan Cicurug menurut kategori sedang, masyarakat ikut serta partisipasi akan tetapi pelaksanaanya masih belum maksimal.