Fanny Lesmana
Universitas Kristen Petra Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Dialektika Relasional Pasangan Suami Isteri di Masa Pandemi Covid-19 Elisha Kristian Putri; Fanny Lesmana; Desi Yoanita
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jk.v10i2.3295

Abstract

This research was conducted to determine the relational dialectics strategy of married couples facing the Covid-19 pandemic. There were two couples as interviewees, the first spouse experienced work from home (WFH). The second one whose husband has worked from office (WFO). This research uses a qualitative approach with a case study method. Based on the findings of the data obtained, it shows that the WFH pair is more directed at autonomy, stability and closedness, while the WFO pair refers to connection, change and openness. From the research conducted, researchers can find five things that can cause dialectical tension for couples during a pandemic. First, the closeness of the partner depends on the age and character of the child. Second, work determines the interaction of partners during a pandemic. Third, family backgrounds shape relationships in the family. Fourth, character and personal preferences shape responses in relationships. Finally, adaptations and communication alternatives facing the pandemic. Then the strategies that are mostly used by both partners are segmentation and integration. It is also seen how communication is an important (key) in forming an agreement by adjusting between partners. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui strategi dialektika relasional pasangan suami isteri di masa pandemi Covid-19. Terdapat dua pasangan sebagai narasumber, pasangan pertama mengalami work from home (WFH) dan pasangan kedua yang suaminya telah work from office (WFO). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan teori dialektika relasional. Berdasarkan temuan data yang diperoleh menunjukkan pasangan WFH lebih mengarah pada autonomy, stability dan closedness sedangkan pasangan WFO merujuk pada connection, change dan openness. Ditemukan lima hal yang dapat menimbulkan tegangan dialektika bagi pasangan di masa pandemi. Pertama, kedekatan pasangan dipengaruhi oleh usia dan karakter anak. Kedua, pekerjaan menentukan interaksi pasangan di masa pandemi. Ketiga, latar belakang keluarga membentuk hubungan dalam keluarga. Keempat, karakter dan preferensi pribadi membentuk respon dalam hubungan. Terakhir, adaptasi dan alternatif komunikasi dalam menghadapi masa pandemi. Mayoritas strategi yang digunakan kedua pasangan adalah segmentasi dan integrasi. Dapat disimpulkan komunikasi adalah kunci dalam membentuk kesepakatan dengan menyesuaikan diri antar pasangan.
Gaya Bahasa Satir Pandji Pragiwaksono Dalam Iklan Pewaris Lezza Fanny Lesmana; Marco Nugroho
KOMUNIKATIF : Jurnal Ilmiah Komunikasi Vol. 15 No. 1 (2026): Komunikatif : Jurnal Ilmiah Komunikasi
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi UKWMS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The stand-up comedy show presented by Pandji Pragiwaksono entitled Mens Rea has become a controversy because there is material that is suspected of being inflammatory. Ultimately, Pandji Pragiwaksono was reported to the police. However, the Pewaris Lezza brand took advantage of the moment by creating an advertisement that is in line with the Mens Rea performance, even Pandji also became the advertising star in the Pewaris Lezza advertisement version of 'Enakin Mulut Loe'. In its broadcast, the advertisement which lasts 1 minute 37 seconds received various responses from the public regarding the use of satirical language styles all delivered by Pandji Pragiwaksono. Therefore, this study aims to determine Pandji's satirical language style in the narrative of the advertisement which is analyzed narratively from the beginning, middle, and end of the advertisement. The research method used in this study is narrative analysis by Tzvetan Todorov with qualitative research approach and constructivism paradigm. The total unit of analysis is 13 scenes of Pandji in the advertisement. The findings of this study reveal a visible and deliberate satirical style of language in several advertisements. All of Pandji's satirical language refers to freedom of speech and the freedom to criticize what is happening. Furthermore, there is a congruence between the message of the advertisement "Enakin Mulut Loe" and the character of Pandji Pragiwaksono, who is vocal in criticizing government issues. There is also a strong symbolic interaction and representation of reality in every angle in this advertisement. ABSTRAK Pertunjukan stand up comedy yang dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea telah menjadi kontroversi karena ada materi yang diduga bernada menghasut. Ujungnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi. Meski demikian, brand Pewaris Lezza memanfaatkan momen dengan membuat iklan yang senada dengan pementasan Mens Rea, bahkan Pandji sekaligus menjadi bintang iklan pada iklan Pewaris Lezza versi 'Enakin Mulut Loe'. Dalam tayangannya, iklan yang berdurasi 1 menit 37 detik ini mendapat berbagai respons dari publik mengenai penggunaan gaya bahasa satir yang semuanya dibawakan oleh Pandji Pragiwaksono. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa satir Pandji dalam narasi tayangan iklan yang dianalisis secara naratif dari awal, tengah, dan akhir iklan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis naratif oleh Tzvetan Todorov dengan pendekatan penelitian kualitatif dan paradigma konstruktivisme. Total unit analisis yang ada ialah 13 scene Pandji yang ada di iklan tersebut. Hasil temuan dalam penelitian ini terdapat gaya bahasa satir secara nampak dan sengaja di beberapa potongan iklan. Semua gaya bahasa satir Pandji merujuk pada kebebasan berpendapat dan kebebasan dalam mengkritik atas apa yang terjadi. Kemudian, ada kesesuaian antara pesan iklan ‘Enakin Mulut  Loe’ dengan karakter tokoh sosok Pandji Pragiwaksono yang vokal dalam mengkritisi isu pemerintah, serta adanya interaksi simbolik dan representasi dari realitas yang kuat di setiap pengambilan angle pada iklan ini.