Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : English and Literature Journal

POWER AND IMPOLITENESS IN THE DEVIL WEARS PRADA MOVIE Ayu Ratri; Priyatno Ardi
Elite : English and Literature Journal Vol 6 No 1 (2019): June
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.231 KB) | DOI: 10.24252/elite.v6i1a3

Abstract

This research examines the types of impoliteness strategies and the purposes of the exercise of power through impolite language in the movie The Devil Wears Prada. This study focuses on two characters, namely Miranda and Emily, who have power relationship in their workplace. The researchers employed qualitative content analysis method. The findings suggest that Miranda used all types of impoliteness strategies. Meanwhile, Emily only used bald on record impoliteness, positive impoliteness, negative impoliteness, and sarcasm or mock politeness. The purposes of Miranda’s exercise of power were to appear as superior, get authority over actions, dominate in a conversation, and to reactivate the power. At the same time, the purposes of Emily’s exercise of power were to appear as superior, to get authority over actions, to emphasize the power hierarchy, and to reactivate the power.Keywords: impoliteness strategies, power, The Devil Wears Prada movieABSTRAKPenelitian ini membahas jenis strategi ketidaksantunan dan tujuan penggunaan kekuasaan melalui bahasa yang tidak santun dalam film The Devil Wears Prada. Fokus penelitian ini pada dua karakter, yaitu Miranda dan Emily, yang memiliki hubungan kekuasaan di tempat kerja mereka. Analisis konten digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Miranda menggunakan semua jenis strategi ketidaksantunan. Sementara itu, Emily hanya menggunakan ketidaksantunan secara langsung (bald on record impoliteness), ketidaksantunan positif (positive impoliteness), ketidaksantunan negatif (negative impoliteness), dan sarkasme atau kesantunan semu (sarcasm or mock politeness). Tujuan Miranda menggunakan kekuasaanya adalah untuk tampil superior, mendapatkan otoritas atas tindakan, mendominasi percakapan, dan untuk mengaktifkan kembali kekuaasaan. Tujuan Emily menggunakan kekuasaannya adalah untuk tampil superior, untuk mendapatkan otoritas atas tindakan, untuk menekankan hierarki kekuasaan, dan untuk mengaktifkan kembali kekuasaan.Kata Kunci: strategi ketidaksantunan, kekuasaan, film The Devil Wears Prada 
ARCHETYPES SYMBOLISING ATHENA’S PERSONALITY DEVELOPMENT IN THE WITCH OF PORTOBELLO Yohana Gabriella Nanda Kristiani; Priyatno Ardi
Elite : English and Literature Journal Vol 6 No 2 (2019): December
Publisher : UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.815 KB) | DOI: 10.24252/elite.v6i2a1

Abstract

Novels often use symbols to voice their authors’ opinions about individuals’ personalities. One type of symbols used is an archetype. This study aims to investigate the archetypes of a character named Athena in Paulo Coelho’s The Witch of Portobello (2008). The researchers employed a library study to conduct this study. The results show that there are six archetypes, namely Pallas Athena, the Virgin, the Martyr, the Saint, the Witch, and Hagia Sofia. The archetypes portraying her initial personality are Pallas Athena, the Virgin, the Martyr, and the Saint. The archetypes depicting Athena’s developed personality are the Saint, the Witch, and Hagia Sophia. In conclusion, these archetypes are able to symbolise Athena’s personality development.ABSTRAKNovel sering menggunakan symbol-simbol untuk menyampaikan gagasan penulisnya tentang  kepribadian seseorang. Salah satu simbol yang digunakan ialah arketipe. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti arktipe seorang karakter bernama Athena dalam novel yang ditulis oleh Paulo Coelho, yang berjudul The Witch of Portobello (2008). Penulis menggunakan kajian pustaka dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam arketipe yang dimiliki Athena, yaitu Pallas Athena, Perawan Maria, Martir, Orang Kudus, Penyihir dan Hagia Sofia. Arketipe-arketipe yang menggambarkan kepribadian awal Athena adalah Pallas Athena, Perawan Maria, Martir dan Orang Kudus. Arketipe-arketipe yang menggambarkan perkembangan kepribadian Athena adalah Orang Kudus, Penyihir dan Hagia Sofia. Kesimpulannya, arketipe-arketipe dalam novel tersebut ini menyimbolkan perkembangan kepribadian Athena.Kata kunci: arketipe, perkembangan kepribadian, Athena.