Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdiraja

DIVERSIFIKASI RASA DAN KEMASAN KRUPUK PARU UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN Fatmawati Fatmawati; Henny Diana Wati; Yayuk Sugiarti
Jurnal ABDIRAJA Vol 1 No 1 (2018): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v1i1.634

Abstract

Utilization of cattle lungs is not only served in the form of side dishes or lung empal. But in the hands of Yasmin women groups located in Kacongan Village and violet women groups located in Parsanga Village, cow lungs are transformed into savory and high economic value snacks so they can provide income in the family. These crackers are not only tasty and of high economic value, but also contain high protein which is very beneficial for the body. This is because protein is essential to play a role in the growth and formation of body tissues. Expected outputs are as follows: (1) The creation of a distinctive taste of cow's lung crackers, which is spicy and cheese-flavored, (2) The packaging of cow lung crackers that is more interesting and unique, (3) Making brands of cow lung crackers produced, and (4) Increased sales of cow lung crackers. The results of the activities showed the enthusiasm of the participants, so this indicated that this activity was exciting.
PENGEMBANGAN KERUPUK PENTOL IKAN DI DESA LEGUNG TIMUR KECAMATAN BATANG-BATANG Moh. Kurdi; Fatmawati Fatmawati
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v3i1.886

Abstract

Desa Legung Timur merupakan salah satu sentra pengrajin kerupuk pentol yang berbahan dasar ikan di Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep. Kerupuk pentol ikan yang diproduksi oleh masyarakat mayoritas dalam bentuk ‘mentah’ yang harus melalui proses penjemuran terlebih dahulu untuk kemudian digoreng. Bahan baku pembuatan kerupuk pentol berupa ikan sangat melimpah di desa ini dan sebagian besar masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan. Ikan yang digunakan untuk bahan baku pembuatan kerupuk adalah ikan tongkol. Sebagian besar, hasil produksinya dijual di rumah mereka sendiri dengan menunggu konsumen datang untuk membeli ataupun dibeli kerabat sendiri untuk oleh-oleh. Beberapa situasi yang dialami pengrajin kerupuk di Desa Legung Timur tersebut diatas menjadi penyebab bahwa mereka membutuhkan pelatihan dan pendampingan mengenai cara pengadonan dan pencetakan kerupuk, penyeragaman kuantitas, teknologi kemasan dan pelabelan. Perbaikan kualitas produksi akan meningkatkan produktivitas kerja dengan waktu yang lebih efisien dan kapasitas produksi yang bertambah, serta produk yang mempunyai daya jual dan daya saing lebih tinggi di pasaran. Dari hasil pelaksanaan Pengabdian kepada masyarakat Usaha Kerupuk di Desa Legung Timur Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep telah dapat dijalankan dengan baik dan tanpa halangan yang berarti. Dengan kerjasama tim pengabdian yang baik dan peran serta aktif dari penyuluh/narasumber dalam kegiatan pengabdian ini maka semuanya telah berjalan sesuai yang diharapkan dan harapannya dapat memberikan manfaat bagi mitra pengabdian kepada masyarakat dalam keberlanjutan usaha kerupuk pada mitra pengrajin kerupuk. Pengabdian yang kami lakukan ini telah sampai pada tahapan dilaksanakannya kegiatan pelatihan tentang proses produksi yang efisien.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI DI DESA MANDING TIMUR KECAMATAN MANDING Moh. Kurdi; Fatmawati Fatmawati
Jurnal ABDIRAJA Vol 3 No 1 (2020): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v3i1.893

Abstract

Desa Manding Timur berada di Kecamatan Manding Kabupaten Sumenep. Masyarakat di Desa Manding Timur selain menjadi pegawai, pedagang dan petani mempunyai pekerjaan lain sebagai pengusaha makanan olahan (Agroindustri). Diantara produk olahannya yang ada antara lain keripik pisang dan keripik singkong. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Manding Timur adalah rendahnya penguasanaan teknologi dan manajamen usaha masih rendah yang meliputi aspek administrasi keuangan, manajemen mutu dan manajemen pemasaran. Pada Agroindustri 80 % sistem administrasi keuangan belum tertata dengan baik dan masih banyak produk yang dihasilkan dengan kemasan yang masih sederhana sehingga kurang menarik dan kurang aman dari bahaya biologi, kimia dan fisik. Untuk jaminan mutu produk perlu adanya penyuluhan atau pengetahuan kemasan standar produk UMKM Agroindustri dan pemberian alat pengemasan. Diharapkan produk Agroindustri Desa Manding Timur mampu bersaing di tingkat regional dan nasional.Hasil program pengabdian masyarakat adalah 1) Pengrajin diberi pelatihan pembuatan laporan keuangan yang sederhana, dan pengrajin sudah mulai menerapkan pembukuan yang benar, 2) pengrajin diberi pelatihan cara pengemasan yang tepat dan dibuatkan label untuk merk produknya agar produknya tidak mudah rusak dan menarik konsumen.Pelaksanaan pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan agroindustri di Desa Manding Timur Kecamatan Manding berjalan baik, dengan kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan laporan keuangan sederhana serta pelatihan pengemasan dan penyerahan sealer serta plastik berbagai jenis yang dapat digunakan untuk mengemas produk para pengrajin. Peserta dalam kegiatan pengabdian memberikan tanggapan yang sangat baik dengan berpartisipasi mengikuti kegiatan secara tekun. Selain itu menyampaikan apresiasi kepada Tim Pelaksana karena telah memberikan pendampingan terhadap para pengrajin sehingga dapat menambah ketrampilan pengrajin untuk memajukan usahanya.