Hasanuddin Hasanuddin
Balai Arkeologi Sulawesi Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Naditira Widya

GUA PANNINGE DI MALLAWA, MAROS, SULAWESI SELATAN hasanuddin hasanuddin
Naditira Widya Vol 11 No 2 (2017): Naditira Widya Volome 11 Nomor 2 Oktober 2017
Publisher : Balai Arkeologi Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.676 KB) | DOI: 10.24832/nw.v11i2.210

Abstract

AbstrakPenelitian di Gua Panninge dimaksudkan untuk memperluas pemahaman kita mengenai gua hunian di wilayah pedalaman dan dataran tinggi. Hasil yang dicapai diharapkan dapat menambah kategorisasi pemilihan gua hunian dan penguatan karakter budaya prasejarah di Sulawesi Selatan. Untuk mencapai hasil optimal maka digunakan metode survei dan ekskavasi, dilakukan analisis morfologi dan kontekstual terhadap artefak yang ditemukan. Perbandingan lapisan budaya antara kotak S8 T6 dan S30 T9 yang telah diekskavasi tahun 2015 pada bagian pelataran dengan kotak S30 T9 pada bagian dalam gua yang diekskavasi tahun 2016, menunjukkan bahwa penggalian pada kotak S30 T9 mempunyai dua lapisan budaya. Lapisan budaya pertama ditemukan mikrolit dan bilah berpunggung. Lapisan kedua adalah lapisan budaya yang tidak ditemukan di bagian pelataran gua. Lapisan ini memiliki temuan serpih dan alat-alat penyerut berukuran besar. Aktivitas manusia dengan pola adaptasi diperoleh dari kesesuaian bahan artefak batu dengan sumber bahan yang tersedia di sekitarnya. Bahan batuan untuk membuat artefak batu terdiri dari batuan gamping, chert, dan vulkanik. Kesuluruhan bahan batuan tersebut cukup tersedia terutama di sekitar sungai yang letaknya tidak jauh dari gua. Manusia penghuni Gua Panninge melakukan perburuan hewan terutama binatang yang dapat dikonsumsi seperti babi dan anoa.