Peter Sahupala
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Musamus

Published : 10 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MUSTEK ANIM HA

ANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN 2KERJA DALAM MENGIDENTIFIKASI DAMPAK TINGKAT KEBISINGAN TERHADAP PEKERJA Peter Sahupala; Cipto Cipto
MUSTEK Vol 8 No 1 (2019): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v8i1.2526

Abstract

Kebisingan yaitu merupakan salah satu permasalahan terhadap kesehatan pekerja, yang selalu muncul pada dunia industri di Indonesia yang menggunakan tenaga penggerak motor Disel. Dalam berkembangnya dunia industri pembangkit daya dibidang kelistrikan yang di sebabkan semakin banyaknya tenaga kerja yang terpapar terhadap kebisingan yang intensitas yang semakin tingginya maka dapat menyebabkan pada gangguan fisiologis terhadap pekerja dan penyebab terganggunya pendengaran pekerja.Kebisingan merupakan salah satu faktor bahaya terhadap kesehatan pekerja dan dapat merusak sel saraf terhadap pendengaran pekerja, di mana dapat mempengaruhi pendengaran yaitu melaluiā€œgelombang longitudinal yang dapat menimbulkan getaran dari sumber kebisingan di mana bunyi dan gelombang yang akan merambat melalui udara atau penghantar lainnya. Sehubungan dengan hitungan korelasi maka terdapat nilai koefisien korelasi setiap item yang akan ditunjukan bagaimana derajat validitas item tersebut. dan untuk menentukan kelayakan item maka kuesioner digunakan untuk dilakukan uji signifikansi koefisien korelasi. Item dapat dikatakan valid saat nilai signifikansi lebih dari 0.05 (>0.05) lalu kemudian disamakan dengan r tabel dan menurut jumlah responden (N). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat disimpukan bahwa secara persial hubungan alat pelindung Diri berpengaruh positif dan signifikan pendengaran bagi petugas/operator di PLTD Kelapa Lima Merauke.
PENGGUNAAN KOMPOR ENERGI MATAHARI UNTUK KEBUTUHAN RUMAH TANGGA Christian Wely Wullur; Peter Sahupala; Daniel Parenden
MUSTEK Vol 9 No 01 (2020): MUSTEK ANIM HA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/mustek.v9i01.3000

Abstract

Kebutuhan Energi yang dibutuhkan untuk memasak dibutuhkan setiap hari di hampir setiap rumah tangga, tetapi wilayah Indonesia kaya akan energi matahari, terutama selama musim kemarau. Karena itu, penggunaan kompor energi matahari rumah tangga sangat cocok. Keberhasilan penggunaan kompor energi matahari ini tergantung pada seberapa besar dan berapa lama matahari memancarkan radiasi termal. Dengan kata lain, itu tergantung cuaca. Untuk menyelidiki lebih lanjut potensi penggunaan energi surya untuk masakan rumahan, seorang kolektor energi matahari berdiameter 166 cm dan aluminium foil sebagai reflektor diselidiki dan diuji. Tes dilakukan dengan memanaskan 2,5 liter air. Dari hasil pengujian dalam berbagai kondisi radiasi matahari, kisaran radiasi matahari adalah 500. Sekitar 3 jam, dari W / m2 hingga 900 W / m2. Efisiensi maksimum dari kompor matahari adalah 12%.