Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

TENAGA KERJA WANITA: PERANANNYA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI Pranowo Pranowo
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1993,TH.XIII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.838 KB) | DOI: 10.21831/cp.v2i2.8979

Abstract

Jumlah penduduk tH;:d·~l;:].min wanita saat ini sudah tercatatmelebihi pria. Namun, keterlibatan mereka dalam pembangunanekonomi masih tetap lebih rendah dibandingkandengan pria. Mengingat bahwa desakan kebutuhan pembangunan,tampaknya peran wanita dalam pembangunan ekonomiterasa perlu untuk ditingkatkan. Peningkatan peran tenagakerja wanita di Indonesia baik dalam percaturan Produk NasionalBrute (PDB) maupul1 tingkat partisipasi angkatan kerjawanita. Memang secar·a konsisten partisipasi mereka dalampembangunan ekonpmi itu bertambah; sehingga diharapkanpada tahun 1998 ·kelak tingkat partisipasi angkatan kerjawanita ini mencapai 50.9% sesuai dengan propersi jumlahwanita terhadap pria yang ada selama ini.Ada beberapa kendala yang menghambat upaya untukmencapai hal tersebut sebab adanya perbedaan perlakuan-terutama di sektor swasta- terhadap tenaga kerja wanitadan pria. Di samping itu, ada pula kendala lain yang menghambat,yaitu rendahnya pendidikan angkatan kerja wanitadan jam kerja yang clapat dialokasikannya untuk bekerja diluar rumah itu "relatif" renciah. Perihal jam kerja bagi angkatankerja wanita ini memang agak merepotkan. Sesuaidengan kodratnya sebagai wanita, maka ia harus melahirkananak dan bertugas sebagai ibu t'umah tangga. Oleh karenanya,ada sejumlah angkatan kerja wanita yang memilih jam kerjapendek selama mereka bekerja di luar rumah" karena pertimbangan-pertimbangan di atas.
MENDIDIK CALON PENDIDIK Pranowo Pranowo
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 3,1988,TH.VII
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.63 KB) | DOI: 10.21831/cp.v3i3.7614

Abstract

Mendidik adalah sebuah proses. Ia akan memerlukan waktu. Sebab, apapun namanya, sebuah proses adalah terjalinnya hubungan antara berbagai besaran dalam kurun waktu tertentu. Dalam hal ini pendidikan merupakan alat sekaligus, tempat terjadinya proses itu. Dengan kata lain, pendidikan adalah proses transformasi nilai yang diberikan oleh pendidik kepada terdidik (Burrow, 1984, hal. 51). Transformasi ini akan berjalan terus sesuai dengan mekanisme pendidikann yang telah ditetapkan. Dari sini, akan terlihat keterlibatan masing-masing pihak dalam proses pendidikan ini. Proses pendidikan ini, yang dipandang jauh lebih luas dari proses pengajaran, (Lock, 1976, hal. 17) akan menjembatani kesenjangan antara subjek didik dan objek didik. Namun, itu akan memerlukan proses. Dan, proses ini memerlukan waktu yang relatif lama. Inilah sebabnya, proses pendidikan itu terjadi dalam jangka waku yang sangat panjang. Bahkan, bisa dikatakan seumur hidup. Konsep ini tentu tidak bedebihan, mengingat pendidikan itu bisa diterjemahkan ke dalam berbagai segi, menurut pandangan masing-masing pihak. Artinya, jika pendidikan ditinjau melalui pendekatan human behavior, maka ia berorientasi pada usaha untuk merubah tingkah laku seseorang. Terlepas dari akibat buruk yang mungkin terjadi selama proses pendidikan itu berlangsung (Lock, ibid, hal. 29).