Pengalaman (spiritual) yang dialami penulis telah membentuk sebuah persepsi yang kemudian menciptakan realitas baru pada diri penulis. Pengalaman tersebut mengenai sebuah pengalaman mimpi lucid yang terjadi berulang dan telah mempengaruhi psikis penulis ke hal yang negatif. Fenomena tersebut menghantarkan penulis untuk menciptakan karya lukis dengan pemanfaatan visual yang menghadirkan visual penggabungan antara bidang-bidang yang membentuk lansekap ruang imajinatif dengan konsep proyeksi sebagai idiom atau metafor yang menjelaskan mengenai hubungan dari dua realitas.Penulis menggunakan cat akrilik dan cat minyak diatas kanvas sebagai medium karya. Visual karya menampilkan sebuah ruang imajinasi yang dibangun dari susunan bidang, cahaya dan refleksi cermin. Dalam proses pembacaan makna dari karya ini, penulis menggunakan beberapa teori seni dan teori pendukung yang dianggap paling efektif dan tepat untuk menjelaskan karya secara ilmiah dan lebih objektif.Dalam prosesnya, karya ini diharapkan mampu menjadi alat bagi penulis untuk mengekspresikan hal-hal yang terjadi pada kehidupan penulis kedalam bentuk karya seni yang dapat bermanfaat bagi penulis maupun orang lain.