Anindita Soetadji
Department Of Child Health, Diponegoro Univetsity Medical School/Dr. Kariadi Hospital, Semarang, Central Java

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Dampak Penambahan Digoksin terhadap Kapasitas Fungsional Penyakit Jantung Bawaan Pirau Kiri ke Kanan yang Mengalami Gagal Jantung Dana Sumanti; Anindita Soetadji; Nanik Tri Mulyani
Sari Pediatri Vol 16, No 6 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.802 KB) | DOI: 10.14238/sp16.6.2015.385-90

Abstract

Latar belakang. Efek penambahan digoksin terhadap kapasitas fungsional menunjukkan hasil yang berbeda.Beberapa penelitian menyebutkan bahwa digoksin dapat meningkatkan kapasitas fungsional, tetapi penelitianlain tidak. Uji jalan enam menit adalah uji yang mudah dilaksanakan untuk menilai kapasitas fungsionalindividu.Tujuan. Mengetahui manfaat penambahan digoksin selama satu bulan terhadap kapasitas fungsional pasienPJB pirau kiri ke kanan yang mengalami gagal jantung.Metode. Uji klinis dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi Semarang. Uji jalan enam menitdilakukan pada kedua kelompok penelitian sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis statistik menggunakanuji –t berpasangan dan Mann-Whitney.Hasil. Tigapuluh empat subjek dapat menyelesaikan penelitian. Didapatkan perbedaan jarak tempuh uji jalan6 menit pada kelompok digoksin sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,002). Tidak terdapat perbedaan jaraktempuh uji jalan 6 menit pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah perlakuan (p=0,77). Perbandinganselisih jarak tempuh uji jalan 6 menit pada kelompok digoksin dan kontrol berbeda signifikan (p=0,019).Analisis kurva ROC (receiver operating curve) menunjukkan area di bawah kurva ROC untuk delta jaraktempuh sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelompok 0,82. Delta jarak tempuh sebelum dansesudah perlakuan baik dengan cut of point 2,75 meter.Kesimpulan. Penambahan digoksin dapat meningkatkan kapasitas fungsional pada pasien PJB pirau kirike kanan yang mengalami gagal jantung
Kadar N-terminal Pro Brain Natriuretic Peptide Anak Penyakit Jantung Bawaan Pirau Kiri ke Kanan pada Sindrom Down Wardati Rahma; Anindita Soetadji
Sari Pediatri Vol 17, No 2 (2015)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.454 KB) | DOI: 10.14238/sp17.2.2015.107-12

Abstract

Latar belakang. Faktor yang dapat memengaruhi kinerja jantung pada anak dengan sindrom Down kemungkinan dapat memengaruhikadar hormon N-Terminal Pro Brain Natriuretic Peptide (NT-proBNP) dalam darah. Kadar NT-proBNP lebih tinggi pada anaksindrom Down. Kadar NT-proBNP anak penderita PJB dengan gagal jantung akan sangat tinggi karena berhubungan dengan fungsiventrikel.Tujuan. Membuktikan adanya perbedaan kadar NT-proBNP anak penyakit jantung bawaan (PJB) pirau kiri ke kanan bukan sindromDown dan dengan sindrom Down menurut klasifikasi fungsional.Metode. Penelitian observasional analitik belah lintang di RSUP Dr. Kariadi. Perhitungan jumlah sampel ditentukan dengan rumusbesar sampel untuk uji beda dua kelompok tidak berpasangan. Metode sampling secara konsekutif. Kadar NT-proBNP ditentukandengan metode ELISA. Uji Mann-Whitney dilakukan untuk menganalisis perbedaan kadar NT-proBNP anak PJB pirau kiri ke kananbukan sindrom Down dan dengan sindrom Down.Hasil. Lima puluh subyek yang terdiri atas 25 anak PJB pirau kiri ke kanan bukan sindrom Down dan 25 anak PJB pirau kiri kekanan dengan sindrom Down dilibatkan dalam penelitian. Tidak terdapat perbedaan kadar NT-proBNP anak PJB pirau kiri ke kananbukan sindrom Down dan dengan sindrom Down menurut klasifikasi fungsional (p=0,828).Kesimpulan. Tidak ada perbedaan kadar NT-proBNP antara anak sindrom Down yang menderita PJB pirau kiri ke kanan denganbukan sindrom Down.
Hubungan antara Besarnya Defek Septum Ventrikel dengan Fungsi Paru Nurlina Kumala Sari; Anindita Soetadji; M. Sholeh Kosim
Sari Pediatri Vol 16, No 3 (2014)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.936 KB) | DOI: 10.14238/sp16.3.2014.189-94

Abstract

Latar belakang. Pada anak dengan defek septum ventrikel (DSV), terjadi peningkatan aliran darah ke paru. Semakin besar DSV, semakin meningkat aliran darah ke paru maka risiko infeksi saluran pernafasan akut dan gagal jantung meningkat dan menganggu fungsi paru. Fungsi paru yang baik penting untuk pemeliharaan suplai oksigen saat sebelum dan setelah dilakukan operasi. Spirometri merupakan alat yang penting dan praktis dalam menilai fungsi paru. Perbandingan FEV1/FVC digunakan untuk mendiagnosis dan membedakan antara penyakit paru obstruktif dan restriktif.Tujuan. Membuktikan adanya hubungan antara besarnya DSV, flow ratio, klasifikasi gagal jantung, frekuensi infeksi respiratori akut (IRA), dan status gizi dengan fungsi paru.Metode. Dilakukan penelitian observasional dengan pendekatan cross-sectional di RS dr. Kariadi dari bulan September 2011 sampai dengan Desember 2012. Subjek anak dengan DSV yang belum dilakukan operasi, umur 5-14 tahun yang mendapat terapi di instalasi rawat jalan RS dr. Kariadi. Dilakukan ekokardiografi untuk mengukur diameter DSV dan flow ratio (Qp/Qs) dan spirometri untuk menilai fungsi paru melalui pengukuran (FEV1/FVC). Analisis statistik dengan uji korelasi Spearman dan uji Fisher’s Exact.Hasil. Subjek terdiri atas 20 anak dengan DSV (65% perempuan). Rerata diameter DSV 12,32 mm (SB 9,18), rerata dari flow ratio 2,63 (SB 0,92), rerata frekuensi IRA 4,60 kali (SB 2,98). Rerata FEV1/FVC adalah 94,1% (SB 9,82). Ukuran DSV besar, flow ratio yang tinggi, dan seringnya IRA mempunyai risiko tinggi untuk terjadinya gangguan fungsi paru restriktif, secara berturut-turut dengan RP=1,5 (p=0,038), RP=1,8 (p=0,009), RP=1,5 (p=0,038). Status gizi berhubungan sedang dengan fungsi paru (r=0,604, p=0,005).Kesimpulan. DSV besar, flow ratio, frekuensi IRA, dan status gizi berhubungan dengan fungsi paru.