Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pendidikan

Perlu Kehati-hatian Dalam Pemberian Materi Pendidikan Di Indonesia Djaja Hendra
JURNAL PENDIDIKAN Vol 30, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.493 KB) | DOI: 10.32585/jp.v30i2.1356

Abstract

Dunia pendidikan di semua jenjang di Indonesia acapkali tidak bersesuaian dengan kenyataan di dunia Kerja. Akibatnya, pengangguran pun terjadi di mana-mana, terlebih di masa pandemi ini. Nampaknya, berbagai kebijakan telah pula dilakukan pemerintah tetapi persoalan pendidikan, luar biasa rumitnya ditambah dengan kondisi geografis negara kita, mau tidak mau, tentu ada sekolah yang merespons dengan baik dan yang kurang, dalam menanggapi berbagai kebijakan dari pemeritah itu. Contoh kurikulum berskala nasional, tentu harus dipedomani dan disikapi dengan baik karena merupakan aturan baku yang harus dirujuk secara tepat dan tegas. Tetapi dalam kenyataan, harusnya peraturan itu dipahami tidak kaku, elastis-elastis saja dan disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing. Begitu kakunya, kadang-kadang, membuat parapenga-jar di berbagai tingkat dan jenjang pendidikan tadi, agak sulit dalam berkreasi dan berinovasi. Oleh karena itu, wajar jika orang yang lebih dekat dengan pusat pemerintahan  di Jawa jauh lebih responsif, cepat dan informatif dalam menyikapi daripada mereka yang berasal dari Luar Jawa. Di sini hendaknya materi pendidikan janganlah melulu bersandar pada kurikulum nasional belaka. Jika demikian halnya, tidak mustahil orang-orang Luar Jawa akan selalu tertinggal dan menjadi penonton di daerah mereka sendiri. Dalam dua dasawarsa terakhir ini saja, sudah banyak orang-orang di Jawa --- dalam tes ASN misalnya --- mengikuti tes ASN di Luar Jawa, karena tingginya angka persaingan dan lapangan kerja di Jawa. Membandingkan kondisi demikian, sah-sah saja. Memang tes ASN di mana pun sama saja. Tetapi sulit kiranya peserta tes Luar Jawa dapat menyamai mereka yang berasal dari Jawa, apalagi sampai mengungguli. Itulah sebabnya -- pemerintah dalam pemberian materi pendidikan sesuai kurikulum -- hendaknya memberikan peluang yang kreatif dan inovatif kepada daerah maupun kepada parapengajarnya.    Kata-kata kunci: materi pendidikan, tes-ASN, kurikulum, parapengajar, daerah Luar Jawa
Sosiologi Pendidikan Dalam Pemikiran Ibnu Khaldun Djaja Hendra
JURNAL PENDIDIKAN Vol 30, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.429 KB) | DOI: 10.32585/jp.v30i3.1923

Abstract

Abstract: The thinkers assume that the 'Father of Sociology' must be Auguste Comte (France). Whereas about 4 centuries ago, before Comte was born, the behavior of the people had been discussed by Ibn Khaldun (Islamic Sociologist). At that time the term sociology was not yet known, let alone talking about the sociology of education. Sociology of education is deliberately displayed and tries to be explored and sought in the main points of Ibn Khaldun's thoughts when he is talking about people's behavior in his work entitled Mukaddinah. In the book, indeed, Ibn Khaldun does not talk specifically about the sociology of education, but we ourselves are trying to find the scattered fragments according to our field of knowledge in his work. The advantages of Ibn Kahdun when talking about the behavior of society as a whole, then where do we look for the sociology of education? Also, what should not be forgotten is that Ibn Khaldun also includes his teaching methods. Why is that? Ibn Khaldun is a thinker as well as someone who compares with the reality on the ground. This can happen because he is a thinker who is behind the desk as well as being in the government (demands field work). He theorizes as well as application.  Keywords: sociology of education, main ideas, community behavior