Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal JKFT

EFEKTIFITAS LATIHAN RANGE OF MOTION CYLINDRICAL GRIP TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN OTOT EKSTREMITAS ATAS PADA PASIEN STROKE NON HEMORAGIK DI RUANG RAWAT INAP RSU KABUPATEN TANGERANG Popy Irawati; Rita Sekarsari; Arie Marsita
Jurnal JKFT Vol 1, No 2 (2016): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v2i2.60

Abstract

Stroke merupakan disfungsi neurologi akut yang disebabkan oleh gangguan aliran darah yangtimbul secara mendadak, dampak yang ditimbulkan berupa kematian dan kecacatan. Upaya rehabilitasi untuk pasien stroke yaitu di latihan range of motion cylindrical grip yaitu suatu latihan yang dilakukan untuk menilai dan meningkatkan fungsi sistem muskuloskeletal dengan menggunakan benda yang berbentuk silindris. Tujuan: dari penelitian ini adalah mengetahui keefektifan latihan range of motion cylindricalgrip  Terhadap  Peningkatan  Kekuatan  Otot     Ektremitas  Atas  pada  Pasien  Stroke  non Hemoragik di RSU Kabupaten Tangerang. Desain penelitian:  ini yaitu menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest dan postest design, jumlah sampel 24 sampel dengan menggunakan teknik total Sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Hasil  Statistik: menggunakan  Uji  Paired Sampel  t-test didapatkannilai  p value  0.00. Kesimpulan: Adanya pengaruh efektifitas Latihan Range Of Motion cylindrical grip terhadap peningkatan kekuatan otot ekstremitas atas pada Pasien Stroke Non Hemoragik.
Gambaran Aktivitas Sehari-hari pada pasien gagal jantung kelas II dan III di Poli Jantung RSU Kabupaten Tangerang RITA SEKARSARI; Ade Irma Suryani
Jurnal JKFT Vol 1, No 2 (2016): Jurnal JKFT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jkft.v2i2.7

Abstract

Batasan dalam kegiatan  hidup sehari-hari disebabkan  oleh  sesak napas  merupakan temuan umum pada pasien dengan gagal jantung kelas fungsional II dan III. Penilaian spesifik keterbatasan kegiatan hidup sehari hari dapat digunakan sebagai parameter dari perkembangan penyakit dan respon terapi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan perbedaan keterbatasan aktivitas sehari-hari pasien gagal jantung kelas II dan III dan untuk mengetahui hubungan usia dengan keterbatasan aktivitas sehari-hari pada pasien gagal jantung kelas II dan III. Dengan sampel 35 partisipan, usia 45-85 tahun, kedua jenis kelamin, diagnosis Gagal Jantung kelas fungsional II dan III. Pasien memiliki skor keterbatasan kegiatan hidup sehari hari rata-rata 6 yang menunjukkan 60% partisipan  mandiri pada aktivitas sehari-harinya dan 40% dengan bantuan pada aktivitas sehari-harinya. dengan nilai p-value 0,003. Berdasarkan  usia  pun  diperoleh  53,3%  (45-65  tahun)  dan  46,7%  (66-85  tahun)  dengan nilai p-value 0,001.