p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Syntax Idea
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Syntax Idea

Potensi perangkat portabel berbasis Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dengan memanfaatkan Quantum Analyzer sebagai detektor defisiensi vitamin D Asep Wirayasa
Syntax Idea Vol 4 No 4 (2022): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v4i4.1829

Abstract

Vitamin D, sering diberi label sebagai "vitamin sinar matahari," adalah vitamin yang larut dalam lemak. Vitamin ini memiliki berbagai fungsi penting dalam tubuh manusia. Kekurangan vitamin D, masalah kesehatan di seluruh dunia, dapat meningkatkan risiko banyak gangguan. Sejak pandemi Covid-19, rekomendasi untuk berjemur dan suplementasi vitamin D menjadi semakin populer. Namun, masalah di masyarakat adalah sulitnya memantau status vitamin D dalam darah (apakah cukup atau tidak). Oleh karena itu, diperlukan alat untuk memantau status vitamin D dalam darah secara teratur dan berkala. Metode yang saat ini ada dan banyak digunakan (seperti immunoassay dan kromatografi) masih mahal, tidak praktis, dan invasif. Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) dengan penganalisis kuantum diketahui memiliki potensi besar sebagai detektor portabel awal status vitamin D dalam darah. Studi literatur ini bertujuan untuk menentukan potensi BIA dalam mendeteksi status vitamin D. Para penulis melakukan tinjauan literatur ini dengan menganalisis dan mensintesis berbagai jurnal terkait yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir. BIA memiliki potensi untuk mendeteksi status vitamin D dalam tubuh, meskipun tidak dapat mengukur tingkatnya dengan tepat. BIA juga memiliki potensi untuk mendeteksi perubahan kadar vitamin D dalam darah. Dibandingkan dengan metode yang ada, BIA praktis, portabel, dan non-invasif. Metode ini menjadi prospek dalam menekan kejadian kekurangan vitamin D di seluruh dunia. Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan metode ini untuk segera diterapkan kepada masyarakat.