Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : MAJALAH ILMIAH GLOBE

PENGEMBANGAN APLIKASI BASISDATA NAMA GEOGRAFI UNTUK PENANGGULANGAN BENCANA ALAM Santoso, Widodo Edy; Martha, Sukendra; Hasan, Helman; Handoyo, Sri; Susanti, Irena; Perdana, Aji Putra
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.46 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2011.13-2.99

Abstract

Basisdata nama geografi merupakan tempat untuk menghimpun nama-nama geografibeserta informasi atau atribut yang relevan, disebut juga sebagai basisdata spasial nama geografi untuk menghimpun layer-layer nama geografi untuk keperluan pemetaan. Melalui proses yang cukup panjang data nama geografi tersebut diekstrak untuk penyusunan gazetir. Gazetir adalah daftar nama-nama geografi yang diurutkan secara alphabetis berikut informasi yang relevan. Penelitian ini mencoba untuk mengembangkan aplikasi basisdata nama geografi yang biasanya untuk pemetaan, dimanfaatkan untuk penanggulangan bencana. Upaya tersebut adalah dengan mengenali bencana alam yang mungkin akan terjadi pada lokasi rawan bencana. Karakteristik bencana akan dapat dikenali secara spesifik, sehingga akan dapat dianalisis cara menanggulangi bencana yang akan terjadi, dengan menekan seminimal mungkin risiko korban. Tindakan tersebut antara lain dengan pendataan lokasi, dan gedung atau bangunan yang disiapkan untuk pengungsian. Selain itu, bagaimana pergerakan pengungsi dari satu dusun ke dusun lain dapat terlacak secara cepat dan efektif, sehingga lokasi untuk pengedropan bantuan logistik atau untuk evakuasi korban dapat ditentukan secara akurat. Informasi lokasi yang ditandai dengan koordinat dapat berperan dalam manajemen bencana secara akurat. Daerah penelitian sebagai sampel adalah lokasi yang paling rawan terkena bencana apabila terjadi letusan Gunung Semeru, yaitu dua kecamatan di Kabupaten Malang dan dua kecamatan di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur.Kata Kunci: Pengembangan Aplikasi, Basisdata Nama Geografi, Gazetir, Bencana Alam.ABSTRACTGeographical name database contains collection of geographical names and theirattributes or relevant information. This database also can be defined as geographical names spatial database for accumulating layers of geographic names for mapping purposes. Through along process the geographical names data were extracted for preparation of gazetteer compilation. Gazetteer is a list of geographical names sorted in alphabetical order and followed by relevant information. This study tries to develop a geographical names database application used for mapping purposes to be utilized for disaster management. The effort is to identify natural disasters that might occur in disaster-prone locations. Characteristics of the disaster will be specifically identified, so that it can be analyzed how to overcomethe disasters with a minimum risk of casualties. Such measures include the collection of location or buildings prepared for evacuation. In addition, movement of refugees from one hamlet to another hamlet can be tracked quickly and effectively, so that location for logistical assistance or for evacuation of casualties can be determined accurately. The location information is marked with coordinates which can play a role in disaster management accurately. The research area was the most prone to disasters due in the event of an eruption of Mount Semeru, which were the two districts in Malang Regency, and two districts in Lumajang Regency.Keywords: Application Development, Geographical Names Database, Gazetteer, Natural Disaster.
GEOSPATIAL ASPECT OF THE LAND BORDER BETWEEN INDONESIA AND TIMOR-LESTE Handoyo, Sri
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 13, No 2 (2011)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.57 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2011.13-2.98

Abstract

Indonesia has international land borders with three neighboring countries, including the land border with Timor-Leste. The establishment of the international land boundary between Indonesia and Timor-Leste was agreed by the two Governments, the Republic of Indonesia (RI) and the Democratic Republic of Timor-Leste (RDTL) to be based on the Dutch and Portuguese 1904 Treaty and the 1914 Arbitral Awards. Presently, the joint border survey demarcation have been in progress and achieving of about 96% of the total length of the land border lines. According to the verbal description in the 1904 Treaty the boundaries are defined based on geomorphological features, i.e. the watersheds, rivers, and thalwegs oflarge rivers. All these morphological elements of the border were carefully identified and accurately measured to produce geospatial information about the boundaries. This paper describes how the geospatial information along the border lines were measured and fixed.Keywords: Geospatial Information; International Land Boundary; Indonesia and Timor-Leste; Delineation and Demarcation Surveys.ABSTRAKIndonesia memiliki perbatasan darat internasional dengan tiga negara tetangga, termasuk perbatasan darat dengan Timor-Leste. Pembentukan batas darat internasional antara Indonesia dan Timor-Leste disepakati oleh kedua pemerintah, Republik Indonesia (RI) dan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) didasarkan pada Perjanjian Belanda dan Portugis 1904 dan Penghargaan Arbitrase 1914. Saat ini, survei demarkasi perbatasan bersama terus berlangsung dan telah mencapai sekitar 96% dari total panjang garis perbatasan darat. Menurut deskripsi verbal dalam Perjanjian tahun 1904 batas tersebut didefinisikan berdasarkan unsur geomorfologi, yaitu daerah aliran sungai, sungai, dan thalwegs sungai besar. Semua elemen morfologi perbatasan diidentifikasi dengan cermat dan diukur secara akurat untuk menghasilkan informasi geospasial tentang perbatasan. Makalah ini menggambarkan bagaimana informasi geospasial di sepanjang garis perbatasan diukur dan ditetapkan.Kata Kunci: Informasi Geospasial; Batas Darat Internasional; Indonesia dan Timor-Leste; Survei Delineasi dan Demarkasi.