Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI DI STAIN KUDUS Sanusi Sanusi
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 4, No 2 (2016): Elementary
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v4i2.3008

Abstract

Tulisan ini hadir sebagai sebuah respon atas dinamika dunia pendidikan yang terus mengalami perubahan yang cukup signifikan seiring dengan laju perkembangan zaman. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi telah mewarnai dinamika sekaligus menjadi bagian terpenting dalam dunia pendidikan khususnya di jenjang perguruan tinggi termasuk di STAIN Kudus. Pengembangan media pembelajaran dan pemanfaatan sumber belajar berbasis teknologi informasi dan komunikasi merupakan bagian terpenting bagi setiap perguruan tinggi, sehingga keberadaannya tidak dapat terpisahkan. Berdasarkan kebutuhan tersebut, STAIN Kudus terus melakukan upaya pengembangan mutu pembelajaran melalui pemanfaatan media pembelajaran dan sumber belajar berbasis teknologi informasi. Capaian perkembangan STAIN Kudus dalam hal pemanfaatan teknologi informasi tersebut ditandai dengan transformasi pengelolaan di beberapa aspek, mulai dari hal-hal yang terkait dengan administrasi, media pembelajaran, perjurnalan (OJS), digital library (repository) dan sebagainya.
THE INTEGRATIVE THEMATIC LEARNING MODEL IN CURRICULUM 2013 IN MADRASAH IBTIDAIYAH Sanusi Sanusi
ELEMENTARY: Islamic Teacher Journal Vol 5, No 2 (2017): Elementary
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/elementary.v5i2.2995

Abstract

This paper comes as a reflection as well as aims to describe the concept and implementation of thematic-integrative learning in Madrasah Ibtidaiyah in the curriculum 2013. Basically the idea of the concept of thematic-integrative learning model in the curriculum 2013 is in response to the dynamics of education-oriented efforts to improve the quality of education through giving a more meaningful experience to the learners in the learning process that takes place in their educational environment. The integration effort is done through a learning approach that combines the various competencies from various subjects into specific themes that become a unified whole. Thematic-integrative learning is an approach in learning that is oriented at the stage of the development of learners, especially at the level of Madrasah Ibtidaiyah which in its development still see everything as a whole unity and only able to understand the relationship between the concept simply.
ZIARAH MAKAM WALI SEBAGAI MEDIA DAKWAH: REFLEKSI TEOLOGIS DAN SOSIO-KULTURAL MASYARAKAT NAHDLIYIN Sanusi Sanusi
TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah Vol 2, No 2 (2017): Tadbir Jurnal Manajemen Dakwah (Article in Press)
Publisher : TADBIR : Jurnal Manajemen Dakwah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Fenomena ziarah makam wali merupakan tradisi turun-temurun yang sudah berakar kuat di kalangan umat Islam nusantara khususnya di kalangan nahdliyin sebagai representasi dari masyarakat nusantara yang masih berpegang teguh pada tradisi sebagai bentuk penghormatan kepada nenek moyang khususnya para wali atau penyebar agama Islam di tanah nusantara. Fenomena ziarah yang dilakukan oleh warga nahdliyin memiliki corak keunikannya sendiri, selain karena dipengaruhi oleh faktor atas penghayatan doktrin agama juga dipengaruhi oleh budaya lokal yang begitu kental. Eksistensi tradisi lokal cukup mewarnai secara signifikan terhadap keberadaan Islam yang lahir di tengah masyarakat yang berpegang teguh pada nilai-nilai tradisi. model ziarah yang menjadi amaliyah warga nahdliyin dibangun atas dasar kesadaran teologis sekaligus atas dasar kesadaran sosio-kultural yang sudah menjadi bagian dalam sistem budaya masyarakat nusantara. Pada titik ini, ziarah makam wali tidak lagi dipandang sebatas pengamalan nilai religiusitas atau sebatas pengamalan nilai budaya, melainkan sebagai satu kesatuan yang dibangun atas dasar nilai keduanya. Sebagai sebuah tradisi Ziarah makam wali memiliki peran dan posisi strategis untuk dijadikan sebagai media dakwah yang cukup efektif khususnya di kalangan nahdliyin sebagai mayoritas masyarakat nusantara.