Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Cakrawala Pendidikan

REMAJA, MASA YANG MAKIN "MEMBENGKAK" Husain Haikal
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1983,TH.III
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.7553

Abstract

Masa remaja merupakan masa yang selalu menarik untuk dibicarakan kapan saja, dimana saja, dan oleh siapa saja, karena sifat-sifat khas dan peranan yang dimiliki remaja yang sangat menentukan pada masa datang. Dalam tulisan ini akan disajikan apa yang dikenal sebagai masa remaja. Pada masa sekarang ini masa remaja cenderung untuk "membengka" dan terus "membengkak". Pembengkakan ini terjadi karena lahirnya perubahan-perubahan yang mendasar dalam kehidupan masyarakat, hingga menimbulkan berbagai kegoyahan, baik dalam sendi-sendi kehidupan keluarga, sendi-sendi kehidupan sekolah, dan sendi-sendi kehidupan masyarakat, dan terus pula meningkatkan masalah seks, dan masalah gang atau klik. Tapi ini tidak berarti masalah-masalah lain tidak begitu penting, seperti masalah alkohol yang makin menjuadi kegemaran para remaja (lihat umpamanya, "Survey tentang Remaja dan Alkohol", Sinar Harapan Minggu, 16 November 1982, p.ix); demikian pula masalah drop out, masalah kenakalan remaja serta hal-hal sejenis. Hanya terbatasnya halaman yang tersedia menyebabkan penulis hanya memilih dua masalah tadi. Sebagai penutup tulisani ini, diketengahkan beberapa saran yang masih bersifat umum untuk mengatasi masalah-masalah remaja yang lahir.
RESENSI BUKU REFORMASI PENDIDIKAN DALAM KONTEKS OTONOMI DAERAH Husain Haikal
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 1,2001,TH.XX
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8788

Abstract

Bidang pendidikan, selain terabaikan,juga sangat meminggirkan wong cilik, walaupunsebagian anak-anak merekamernpunyai inner motivation yang cukuptinggi untuk belajar dm maju. Hal ini sempatdirekarn dalam salah satu perjalanan seorangcendekiawan serta pendidik, JalaluddkRakhrnat, yang produktif dengan berbagaikarya bermutu dalam beragam topik kajian,sernpat menuliskan:. . . aku terkejut ketika kaca mobillcu diketukoleh jari-jari kCcil. Di luar hujan deras. Lewatka~ay ang remang-remang aku melihat anakkecil yang menggigil kedinginan. Tubuhnyabasah kuyup. Arlojiku menunjukkan pukuldua dinihari. "Pak, ini tauco seribu tiga. Beli,pak, buat bayar uang sekolah, suaranya(1998: 182).Realita ini mengungkap berbagaiketimpangan yang berlaku sejak zaman orla,serta makin bertambah parah pada masa orba.Untuk lebih jelasnya tolong dikaji karya RevrisondBaswir el. al. (1999). Semua ini akandicoba diselesaikan melalui kajian reformasidalam konteks otonomi daerah seperti yangdisajikan Fasli Jalal dm Dedi Supriadi..Dengan berbagai keterbatasan yang ada,tulisan ini akan mencoba menyajikan berbagaiproblema yang berkaitan dengan reformasipendidikan dalarn konteks otonomi daerahyang disajikan Fasli Jal J dan Dedi Suprijadi.Untuk mengatasi hal itu kunci utarnanyaadalah perbaikan pendidikan yang sejakmereka terbaikan. Paling mudah hal ini tercermindengan minimnya dana pendidikan yangdisediakan. Sedangkan sejak diletakkan fondasiorba, telah dibuat TAP MPRS No.XXVIII 1966 yang menetapkan anggaranpendidikan sebesar 25%. Hanya anggaranpendidikan Indonesia tidak pernah melampaui7% sepanjang masa orba (A. SyafiiMaarif, 2001 : 1 )Nampaknya para petinggi pendidikanasyik dengan berbagai proyek. Atau merekayang berwewenang dalam bidang pendidikan,hanya sibuk bergulat dengan kurikulurn ataumengganti nama sekoiah, SMP menjadi SLTPserta sejenisnya. Sernentara mutu pendidikanmakin merosot, dan penghasilan guru ataudosen makin melorot. Indonesia seakan-akanberlari di tempat, sementara negara jiran, atautetangga seperti Malaysia, makin berkernbangserta bermutu dunia pendidikannya. AkibatnyaIndonesia makin kekurangan SDM yangbermutu dm kekurangan ini diisi orang asingsehmgga mereka berjumlah sekitar 7000 orang.Menariknya semua mereka mernpunyai gajilebih tinggi dibandingkan gaji 4 juta PNS?Tinjauan kritis pendidikan masa orla dan orbaperlu lebih disajikan lagi secara kritis danobjektif sehingga pemecahan yang lebihbermakna
WAHYU, ILMU, dan LAKU Husain Haikal
Jurnal Cakrawala Pendidikan No 1 (2003): CAKRAWALA PENDIDIKAN EDISI FEBRUARI 2003, TH. XXII, NO. 1
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.525 KB) | DOI: 10.21831/cp.v1i1.8679

Abstract

Pesan-pesan pendidikan yang disajikan Aa Gym, atau Aa,panggilan akrab dai dambaan umat, dalam buku yang diresensiini terasa bermakna. Benar-benar lebih bermakna saat bangsa inidilanda krisis multi dimensi. Krisis semakin mengakar dan melebartanpa ada tanda-tanda akan berakhir sekalipun telah menginjak tahunkeenam. Sementara itu, keadaan semakin bertambah memprihatin­kan karena perilaku para elit semakin gegabah, sedangkan merekayang tergolongwong alit, orang keeil, sesemakin ditimpa berbagaibeban yang berupa kenaikan listrik dan berkurangnya subsidiminyak, sementara para penguasa dapat berpesta pora dengan berbagai penghasilan tarnbahan yang tak terhitung jumlahnya, baiksebagai pelindung, penanggung jawab dan sejenisnya. Tak terhitunglagi beragarn musibah yang silih berganti datang menimpa, sepertitanah longsordi berbagai daerah, kebakarandi Kalijodo, Manggarai,dan Tanah Abang serta berbagai penggusuran. Sebagian musibahtadi sesemakin terasa berbau rekayasanya karena sikap kritis rakyatdan semakin bermaknanya peran mass media. Benar prosentasemereka yang miskin semakin 'berkurang', tetetapi mereka bukanbertambah sejahtera, justrusebaliknyamef.eka 'semakin terpuruksebab mereka hidup di bawahgaris kemiskinan. Dengan berdasarkan wahyu, Aa mencoba melakukan beberapatero bosan dalam ilmu, khususnya lagi dalam bidang pendidikan. Daiini tidak terpaku pada berbagai bingkai yang telah menjebak parapemain utama dunia pendidikan sehingga sebagian mereka semakinbeku. Mereka merasa mantap dan tenggelarn dalarn berbagairutinitas yangada. Setelah melakukan berbagai penyesuaian dalammengatasi berbagai kendala, tarnpak berbagai hasil yang meng­gembirakan dari jerih payahAa. Semua ini diwujudkan dalamberbagai aktivitasdi Pesantren Darut Tauhid, atau DT, sepertibroadcasting, penyelenggaraan haji, pelayanan jasa, koperasi, media,manufaktur, perdagangan, penerbitan, serta sejenisnya. Semuanyarelatif berjalan lancar, sekalipun awalnya agak tertatih-tatih karenabelum terdidiknya SDM yang terlibat. Sebagian SDM yang tersediaberasal dari masyarakat sekeliling. Umumnya mereka adalahtergolong kurang mampu, baik dari segi finansial, ilmu, atauberbagai ketrarnpilan lainnya. Melihat'dinarnika pesantren ini, wa­jarlah apabila Pesantren Daarut Tauhid disebut sebagai sejenisCommunity Development
Sekitar Sejarah IPS Husain Haikal
Jurnal Cakrawala Pendidikan CAKRAWALA PENDIDIKAN, EDISI 2,1982,TH.II
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v2i2.7396

Abstract

Asal mula kata sejarah diambilkan dari bahasa Arab, yaitu kata "sajarah", yang berarti pohon. Dalam bahasa Indonesia kata ini mengalami perkembangan arti. Kata ini mempunyai pengertian yang ganda, kadang-kadang berarti daftar silsilah, riwayat, abad, tambo, serta yang sejenis. Sedang lidah Inonesia mengadakan sejenis penyesuaian dalam pengucapan kata "sajarah". Kata "sajarah" diucapkan menjadi "sejarah" (Gajazabla, 1996, p.1).Dalam arti silsilah, semula sejarah berarti daftar asal usul atau daftar keturunan. Seperti pohon yang dibalik, daftar silsilah mempunyai batang, cabang, ranting, dan daun-daunan (Nugroho Notosusanto, 1968, hal. 8). Hal ini akan jelas bila seseorang sempat melihat daftar silsilah para ningrat, yang dengan mudah dapat dilihat bila sesorang sempat berkunjung ke Kraton yogyakarta, misalnya.Dalam berbagai bahasa asing sejarah disebut sebagai history (Inggris), histoire (Perancis), geeschiohte (Jerman), dan geschiedenis (Belanda). Sejarah justur dalam bahasa Arab dikenal sebagai tarikh dan bukan "sajarah".