Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Abdidas

Peningkatan Kemampuan Bahasa Inggris bagi Pegawai UPTD Tempat Pengelolaan Sampah Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Wayan Budiarta; Ni Wayan Kasni; Made Susini
Jurnal Abdidas Vol. 2 No. 5 (2021): October Pages 1021-1256
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v2i5.442

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan karyawan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mereka. Peningkatan kemampuan berbahasa Inggris sangat dibutuhkan oleh para karyawan karena mereka biasanya dikunjungi oleh orang asing yang ingin mendapatkan informasi tentang kebijakan tentang pengelolaan pembuangan sampah sebagai salah satu masalah Bali sebagai daerah tujuan wisata. Untuk mengatasi masalah peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris karyawan, diperlukan metode pengajaran bahasa Inggris yang inovatif dan efektif sehingga dapat meningkatkan bahasa Inggris mereka secara signifikan. Metode pengajaran yang diterapkan dalam melakukan pengabdian masyarakat ini adalah Communicative Language Teaching (CLT). Metode ini secara fungsional menekankan bagaimana bahasa digunakan, sedangkan secara struktural, CLT menekankan pada sistem atau aturan bahasa. Pelatihan Bahasa Inggris telah dilakukan dengan menggunakan metode Communicative Language Teaching selama delapan kali pertemuan. Setelah mengikuti pelatihan selama delapan kali, hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan berbicara bahasa Inggris peserta yang awalnya berada pada kisaran 2,55 untuk pretest kemudian meningkat menjadi 4,05 untuk post-test dengan skor kisaran 1-5. Hal ini membuktikan bahwa pelatihan bahasa Inggris yang diberikan kepada peserta telah mampu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka secara signifikan.
Peningkatan Perekonomian Masyarakat melalui Pelatihan Bahasa Inggris dan Penumbuhan Jiwa Kewirausahaan di Desa Ababi Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem I Wayan Budiarta; Putu Ayu Sita Laksmi; Ni Wayan Kasni
Jurnal Abdidas Vol. 3 No. 6 (2022): December Pages 944 - 1124
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v3i6.718

Abstract

PKM ini dilaksanakan karena adanya Pandemi Covid-19 yang berdampak pada kehidupan masyarakat Desa Ababi yang sangat bergantung pada pariwisata. Objek dari pelaksanaan PKM ini adalah masyarakat yang terdampak Pandemic Covid-19. Selama ini masyarakat sangat menggantungkan hidupmya dari kegiatan pariwisata yang berada di desa tersebut. PKM ini bertujuan untuk membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat terutama terkait dengan upaya peningkatan perekonomian di masa pandemic covid-19 ini sehingga masyarakat tidak terlalu bergantung semata mata pada pariwisata. Masyarakat diharapkan dapat mencari alternatif lain untuk bertahan di masa pandemi dan juga dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat yang selama ini ketergantungnya pada sektor pariwisata. Metode pelaksanaan PKM ini adalah dalam bentuk pelatihanbahasa Inggris dan sosialisasi tentang kewirausahaan. Pentingnya pengajaran bahasa Inggris dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi anak -anak dalam berbahasa Inggris sehingga jika kondisi sudah mulai normal masyarakat sudah siap sebagai pelaku pariwista di desanya. Sementara itu pentingnya penyuluhan kewirausahaan diberikan karena bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk mrnjadi wirausaha dengan memanfaaatkan perkembangan teknologi informasi saat ini. Hasil pengabdian ini menunjukkan tejadinya peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa sekolah dasar yang awalnya meraka masih banyak yang belum mampu melafalkan huruf dan angka, Sementara untuk kegiatan penyuluhan kewirausahaan ini juga mendapat respon yang sangat positif dari peserta. Hal ini dibuktikan dengan antusiame yang cukup tinggi dan banyak mengajukan pertanyaan terkait dengan kewirausahaan.
Pengembangan Desa Wisata Penglipuran Menuju Desa Wisata Berkelanjutan I Wayan Budiarta; Ni Wayan Kasni; Made Pulawan; Putu Ayu Sita Laksmi
Jurnal Abdidas Vol. 4 No. 5 (2023): October Pages 363 - 456
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v4i5.830

Abstract

Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menjawab permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu terkait dengan objek kunjungan wisatawan ke Desa Penglipuran yang hanya mengandalkan keindahan dan kebersihan serta keseragaman bentuk rumah adat warga. Dengan hanya mengandalkan daya tarik tersebut saja, maka dampak kegiatan pariwisata belum secara maksimal dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Solusi yang ditawarkan terhadap permasalahan tersebut adalah penyuluhan kewirausahaan. Penyuluhan kewirausahaan bertujuan untuk memperkenalkan kewirausahaan kepada masyarakat di Desa Penglipuran sehingga tidak tergantung pada pendapatan dari tiket masuk yang dikenakan kepada wisatawan. Dengan penyuluhan kewirausahaan ini diharapkan dapat mendorong terciptanya wirausaha baru yang menunjang keberlangsungan pariwisata di Desa Penglipuran. Permasalahan kedua adalah terkait dengan penyiapan Sumber Daya Manusia guna menunjang pengembangan Desa Wisata Penglipuran. Penyiapan SDM diprioritaskan pada siswa sekolah dasar dengan pertimbangan bahwa mereka merupakan SDM penerus dalam keberlanjutan pariwisata di Penglipuran. Materi pengajaran bahasa Inggris yang diberikan meliputi body parts, question words, preposition and giving direction dan job. Dalam pengajaran bahasa Ingrgis ini metode yang diaplikasikan adalah Metode Communicative Language Teaching (CLT). Metode pembelajaran ini merupakan metode yang terbukti efektif dalam bidang pengajaran bahasa sehingga proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan bahasa Inggris siswa sekolah dasar terkait materi yang telah diberikan. Sementara untuk kegiatan penyuluhan kewirausahaan ini juga mendapat respon yang sangat positif dari peserta yang merupakan generasi muda Desa Penglipuran.