Kartini Sukardi
Universitas Negeri Makassar

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MAKNA TINDAKAN DARI GURU BIMBINGAN KONSELING BAGI SISWA BERMASALAH KELAS XI DI SMA NEGERI 9 MAKASSAR Kartini Sukardi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 2, Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i2.2545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan guru bimbingan konseling terhadap siswa yang bermasalah dan dampak yang dirasakan oleh siswa bermasalah setelah diberikan layanan bimbingan dan konseling. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penarikan informan atau responden dilakukan secara purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat beberapa bentuk kenakalan siswa di SMA Negeri 9 Makassar seperti selalu malas mengerjakan PR, selalu terlambat masuk kelas, bolos, merokok, memakai pakaian yang tidak sesuai aturan, perkelahian antar siswa. Tindakan atau usaha yang dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling terdiri dari tindakan preventif, represif, dan kuratif. Adapun dampak yang dirasakan siswa setelah diberikan layanan BK yaitu munculnya sifat keterbukaan diri siswa, siswa merasa terbantu dalam pemecahan masalah, munculnya kesadaran diri, dan menjaga nama baik. Secara umum tindakan yang dilakukan guru bimbingan konseling memberikan dampak positif bagi siswa dilihat dari mulai munculnya sifat terbuka, merasa terbantu dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya serta kesadaran dalam menaati tata tertib. Sehingga tindakan ini cukup menekan atau mengurangi berbagai bentuk pelanggaran siswa terhadap tata tertib yang berlaku di SMA Negeri 9 Makassar.Kata Kunci : Tindakan guru, bimbingan konseling, siswa bermasalah