Asnidar Asnidar
Universitas Negeri Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KONFLIK ANTAR PELAJAR (STUDI KASUS SISWA SMA NEGERI 8 JENEPONTO) Asnidar Asnidar; A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.958 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) penyebab konflik antar pelajar yang sering terjadi di SMA Negeri 8 Jeneponto , dan (2) dampak konflik antar pelajar di SMA Negeri 8 Jeneponto. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Jumlah informan sebanyak 10 siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan kriteria siswa yang pernah terlibat konflik dan yang pernah mengetahui terjadinya konflik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) faktor penyebab terjadinya konflik antar pelajar di SMA Negeri 8 Jeneponto yaitu (a) adanya perbedaan pendapat antar siswa, (b) adanya perasaaan dendam dalam diri siswa kepada siswa lain atau kelompok siswa yang pernah menganiaya dan mempermalukan dirinya, (c) Demi menjaga rasa solidaritas dengan sesama teman dalam satu geng, (d) Adanya kesalahpahaman yang terjadi antar siswa. (2) Dampak yang ditimbulkan akibat adanya konflik antar pelajar di SMA Negeri 8 Jeneponto yaitu: (a) Kerugian fisik yang meliputi luka ringan dan luka berat, (b) Keretakan hubungan antar pelajar dimana tericipta ketidak harmonisan antara siswa yang pernah terlibat konflik, (c) Ketidak harmonisan hubungan antar orang tua siswa oleh karena masing-masing orang tua membela anaknya yang terlibat konflik, (d) Terganggunya proses belajar mengajar dimana siswa yang terlibat konflik