Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL AGRIBUSINESS

PENDAPATAN USAHA DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU INDUSTRI BAWANG GORENG (Studi Kasus Industri Bawang Goreng “Uda Saprudin”) Herlena Bidi Astuti; Yesmawati Y; Linda Harta; Reswita R
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 13, No 2 (2019): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Syarif Hidayatullah State Islamic University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (667.62 KB) | DOI: 10.15408/aj.v13i2.13946

Abstract

Processing shallots into fried onions is one of the agro-industry businesses with the main raw material of shallots. The fried onion home industry is a downstreaming of agricultural commodities by providing added value from the raw materials of shallots, in the process of production competition the industry must conduct management that will produce raw materials to ensure obtaining products. The purpose of this study was to determine the operating income of fried onions and determine the management of raw materials in the "Uda Saprudin" fried onion industry in Bengkulu City. The method used in this study is the calculation of income, R / C ratio, and management of raw materials using EOQ, Safety Stock, Reorder Points, lead time and total inventory costs. This research is a case study conducted in February 2019 with the data used is the data of the past year (2018). From the research results obtained R / C value of 1.36 and the management of raw material requirements recognized EOQ value: 6.546 Kg, Reorder Point value: 6.329 Kg / Month, lead time: 0.5 months and Total inventory costs: Rp. 163,676,047 per year.
Usahatani Jagung Dalam Kebijakan Peningkatan Produksi Pangan Di Provinsi Bengkulu Herlena Bidi Astuti
AGRIBUSINESS JOURNAL Vol 14, No 1 (2020): AGRIBUSINESS JOURNAL
Publisher : Departement of Agribusiness Faculty of Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aj.v14i1.16298

Abstract

ABSTRAKJagung merupakan komoditas tanaman pangan paling strategis setelah padi, selain sebagai komoditas pangan jagung juga merupakan bahan baku utama pakan ternak. Banyak program diluncurkan oleh pemerintah untuk peningkatan produksi pangan khususnya jagung salah satu program unggulan pemerintah adalah UPSUS (Upaya Khusus) untuk peningkatan beberapa komoditas unggulan Pertanian diantaranya adalah jagung. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran usahatani jagung dalam pelaksanaan kebijakan peningkatan produksi pangan  dan respon petani terhadap efektifitas program di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2016 dengan metode survey, lokasi ditentukan secara purposive di wilayah sentra jagung dan penerima bantuan UPSUS Jagung yaitu Kabupaten Rejang Lebong dan Kabupaten Seluma. Data dikumpulkan dengan metode survey menggunakan kuesioner terhadap sampel 60 orang responden petani jagung yang ditentukan secara random (simple random sampling).  Data dianalisis dengan menggunakan analisis perbandingan MBCR dan Net MBCR (komparatif before - after)dari biaya produksi, produktivitas usahatani, keuntungan dan luasan lahan. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terjadi peningkatan 12,8% produksi, 12,8 % Keuntungan, MBCR 1,63 dan Nett MBCR 1,02 dari usahatani jagung tingkat petani karena kebijakan pemerintah untuk peningkatan produksi pangan.