Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah terkenal dengan ikan cakalang asin (Cakalang Banda). Selain ikan cakalang asin, terdapat juga produk penggaraman lainnya yaitu ikan tenggiri asin, yang memiliki cita rasa khas. Produk ini diolah dengan metode penggaraman dan pengeringan. Penelitian ini bertujuan mendeteksi kapang pada ikan tenggiri (Scomberomorus commerson) asin asal Pulau Banda. Metode penelitian adalah metode deskriptif, mengamati ikan asin kering hasil pengolah tradisional selama penyimpanan 0 minggu, 2 minggu, 4 minggu, 6 minggu, dan 8 minggu. Parameter uji terdiri dari: kadar air, kadar garam, Total Plate Count (TPC) dan analisa kapang. Hasil penelitian menunjukkan: kadar air ikan tenggiri asin kering mengalami penurunan selama penyimpanan, kadar air berkisar antara 29.20% - 33.03%. Kadar garam berkisar antara 22.93% - 28.78%. Nilai TPC mengalami peningkatan selama penyimpanan. Nilai TPC tertinggi terdapat pada penyimpanan minggu ke-8 yaitu 1,1 × 103 CFU/g dan nilai terendah pada penyimpanan minggu ke-0 yaitu [3,7] x 101 CFU/g. Nilai kapang ikan tengiri kering asin mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya waktu penyimpanan, nilai tertinggi terdapat pada penyimpanan minggu ke-8 yaitu 1,5 x 103 CFU/g dan nilai terendah terdapat pada penyimpanan minggu ke-0 yaitu [1,2] x 101 CFU/g. Berdasarkan persyaratan mutu ikan asin kering (SNI.2721.1-2009), kadar garam dan nilai kapang ikan asin tengiri asin kering tidak memenuhi mutu yang disarankan.