Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : medical scope journal msj

Profil Kejang Pasca Stroke pada Pasien Rawat Inap Periode Juli 2018 - Juni 2019 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Tombeng, Jeremia A.; Mahama, Corry N.; Kembuan, Mieke A. H. M.
Medical Scope Journal Vol 1, No 2 (2020): Medical Scope Journal
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.1.2.2020.27461

Abstract

Abstract: Stroke is the most common cause of seizures in elderly population. The higher the number of stroke patients, the higher the predicted level of likelihood of the prevalence of post-stroke seizures. This study was aimed to obtain the profile of post-stroke seizures among hospitalized patients from July 2018 to June 2019 at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was a descriptive and retrospective study. The results showed 24 patients who met the inclusion criteria. Post-stroke seizures were more common in males than in females. Based on age, most patients with post-stroke seizures were in the age range of 45-54 years. Many post-stroke seizure patients worked as housewives. Most post-stroke seizure patients suffered from focal seizures with impaired awareness. Among patients with post-stroke seizures, the number of patients with ischemic stroke type was higher than of patients with hemorrhagic stroke type. In conclusion, the majority of patients were males, aged 45-54 years, had focal seizures and impaired awareness, as well as ischemic stroke. The most common job of the patients was housewifery.Keywords: stroke, seizures, post-stroke seizures Abstrak: Stroke merupakan penyebab kejang yang paling umum pada populasi lansia. Semakin tinggi data yang menunjukkan jumlah pasien stroke, maka tingkat kemungkinan prevalensi terjadinya kejang pasca stroke juga diprediksi akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kejang pasca stroke pada pasien rawat inap periode Juli 2018-Juni 2019 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Hasil penelitian memperoleh 24 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah pasien kejang pasca stroke lebih banyak pada laki-laki dibandingkan perempuan. Berdasarkan usia pasien kejang pasca stroke terbanyak berada dalam rentang usia 45-54 tahun. Berdasarkan pekerjaan, pasien kejang pasca stroke terbanyak bekerja sebagai ibu rumah tangga. Sebagian besar pasien kejang pasca stroke mengalami kejang fokal dengan kesadaran terganggu. Jumlah pasien kejang pasca stroke dengan tipe stroke iskemik lebih banyak dibandingkan tipe stroke hemoragik. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas pasien dengan kejang pasca stroke berjenis kelamin laki-laki, berusia 45-54 tahun, tipe kejang fokal dengan kesadaran terganggu, dan tipe stroke iskemik. Pekerjaan yang terbanyak didapatkan ialah ibu rumah tangga.Kata kunci: stroke, kejang pasca stroke
Hubungan Penggunaan Dopamin Agonis dengan Kualitas Tidur pada Pasien Parkinson Silalahi, Elsa D.; Warouw, Finny; Mahama, Corry N.
Medical Scope Journal Vol. 8 No. 2 (2026): MEDICAL SCOPE JOURNAL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/msj.v8i2.67062

Abstract

Abstract:  Parkinson’s disease is a progressive neurodegenerative disorder characterized by motor and non-motor symptoms, including sleep disturbances that reduce quality of life. Dopamine agonists such as pramipexole and ropinirole not only improve motor symptoms but may also affect sleep quality in Parkinson’s disease patients. This study aimed to evaluate the correlation between the use of dopamine agonist and sleep quality in Parkinson’s disease patients. This was an analytical and observational study using a cross-sectional design, involving 34 outpatient Parkinson’s disease patients at the CVBC Neurology Clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital in September 2025. Sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and data were analyzed with the chi-square test. The results showed that of the 34 patients, 18 used dopamine agonists and 16 did not. Good sleep quality was observed in 72.2% of dopamine agonist users compared with 25% of non-users. There were significant correlations between dopamine agonist use and sleep quality (p=0.006), and between age and sleep quality (p=0.010). Meanwhile, sex, comorbidities, and disease duration did not show significant correlations. In conclusion, there is a significant correlation between the use of dopamine agonist and sleep quality in Parkinson’s disease patients. Dopamine agonist users tend to have better sleep quality than those who do not use them. Keywords: Parkinson’s disease; dopamine agonists; sleep quality; non-motor symptoms    Abstrak: Penyakit Parkinson (PP) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif dengan gejala motorik dan nonmotorik, termasuk gangguan tidur yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Dopamin agonis seperti pramipeksol dan ropinirol tidak hanya memperbaiki gejala motorik tetapi juga diduga berpengaruh terhadap kualitas tidur pasien PP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penggunaan dopamin agonis dengan kualitas tidur pada pasien PP. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 34 pasien PP rawat jalan di Poliklinik Saraf CVBC RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada bulan September 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling dengan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), data rekam medik, dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian mendapatkan dari 34 pasien, 18 pasien menggunakan dopamin agonis dan 16 pasien tidak. Sebanyak 72,2% pasien pengguna dopamin agonis memiliki kualitas tidur baik, sedangkan pada kelompok non-pengguna hanya 25%. Terdapat hubungan bermakna antara penggunaan dopamin agonis dan kualitas tidur (p=0,006); dan antara variabel usia dan kualitas tidur (p=0,010). Jenis kelamin, komorbiditas, dan lama menderita tidak menunjukkan hubungan bermakna. Simpulan penelitian ialah terdapat hubungan bermakna antara penggunaan dopamin agonis dengan kualitas tidur pada pasien penyakit Parkinson. Pasien penyakit Parkinson yang menggunakan dopamin agonis memiliki kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan pasien yang tidak menggunakan. Kata kunci:  penyakit Parkinson; dopamin agonis; kualitas tidur; simtom nonmotorik