Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN

PROSES NITRIFIKASI DENGAN SISTEM BIOFILTER UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG AMONIAK KONSENTRASI TINGGI Marsidi, Ruliasih
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.327 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i3.255

Abstract

Limbah cair yang mengandung amoniak pada masa industrialisasi saat ini semakin banyak jumlahnya, karena semakin berkembangnya pabrik-pabrik yang memproduksi produk yang mengandung unsur nitrogen. Berdasarkan hal ini telah dilakukan penelitian dalam upaya untuk memperoleh suatu sistem pengolahan yang cukup sederhana yang dapat diterapkan di industri-industri kecil. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan pengolahan limbah yang mengandung amoniak konsentrasi tinggi dengan menerapakan sistem nitrifikasi biologis yang menggunakan reaktor biofilter tercelup. Dari hasil Penelitian diharapkan dapat diperoleh karakteristik proses nitrifikasi yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar pembuatan alat pengolahan limbah amoniak. Penelitian ini merupakanpenelitian awal, karena hanya melakukan proses nitrifikasi yaitu suatu proses penurunan/penghilangan zat amoniak, yang kemudian hasil dari proses ini masih menghasilkan zat polutan nitrit dan nitrat, karena proses nitrifikasi adalah proses perubahan zat amoniak menjadi nitrit dan nitrat. Oleh karena itu penelitian ini disebut tahap awal karena untuk menghasilkan hasil olahan yang memenuhi standar baku air limbah, perlu dilakukan proses selanjutnya untuk menghilangkan nitrit dan nitrat yaitu melalui proses denitrifikasi. Hasil percobaan proses nitrifikasi yang telah dilakukan menghasilkan penurunan rata-rata amoniak sebesar 97,98 %, dengan volume reaktor (15x20x150)cm atau 45 liter, kapasitas maximum 4,8 l/jam dan waktu tinggal 24 jam.
PENGKAJIAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR MINUM SKALA KECIL Marsidi, Ruliasih
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.295 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v4i3.288

Abstract

To fulfill the people’s primary need, the government is duty bound to stock remote regions with a steady supply of fresh water. That duty necessitates assasing and applying of appropriate water treatment system in these remote regions or villages. In fact the number of people needing the service is few, and the education level of the people is generally low. Having a small scale and simple water treatment technology would fit this standard. There are many water treatment technology, but only a few should be applied for a minimal capacity production. The applied technology should benefit the localpeople and, in accordance with local’s conditions, long-lasting. This paper will discuss various water treatment technology suitable for a small-scale production. The technologies are selected based on its ability to purify thewater and the cost of each system. The calculations were derived from otherwritten sources along with field data gathered by BPPT. These technology include the coagulation-filtration technology, slow-sand filtration technology, ion-exchange technology, reverse-osmosis technology and the active-carbon technology.
ZEOLIT UNTUK MENGURANGI KESADAHAN AIR Marsidi, Ruliasih
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.865 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i1.193

Abstract

Dalam penggunaannya, air mempunyai persyaratan tertentu, baik untuk air rumah tangga maupun air industri. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah angka kesadahan air, yaitu angka yang berhubungan dengan jumlah kandungan calsium dan magnesium. Kedua unsur ini khususnya pada air minum diperlukan, namun hanya sampai dengan batas tertentu, karena kelebihan unsur ini dapat berakibat pada kesehatan. Pada penggunaan air untuk cuci dan mandi kelebihan unsur calsium dan magnesium akan mengurangi efektifitas sabun/detergen, bahkanuntuk air industri kandungan unsur-unsur tersebut sebaiknya nol, karena adanya kedua unsur ini dapat merusak peralatan pemanas pada industri.Untuk membantu masyarakat, terutama pelaku industri kecil dan industri rumah tangga, telah dilakukan penelitian mengenai cara penghilangan kandungan unsur calsium dan magnesium dari dalam air . Dalam tulisan ini diinformasikan beberapa cara penghilangan kesadahan air atau biasa disebut dengan pelunakan air, namun percobaan yang dilakukan hanya terbatas pada cara pelunakan air sadah dengan metoda penukar ion. Bahan penukar ion yang digunakan adalah zeolit alam, karena zeolit alam mudah diperoleh dan harganya relatif murah. Hasil percobaan menunjukkan adanya penurunan kadar kesadahan, namun zeolit alam ini cepat sekali mencapai jenuh, sehingga harus sering dilakukan proses regenerasi.
ZEOLIT UNTUK MENGURANGI KESADAHAN AIR Ruliasih Marsidi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 2 No. 1 (2001): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.865 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v2i1.193

Abstract

Dalam penggunaannya, air mempunyai persyaratan tertentu, baik untuk air rumah tangga maupun air industri. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah angka kesadahan air, yaitu angka yang berhubungan dengan jumlah kandungan calsium dan magnesium. Kedua unsur ini khususnya pada air minum diperlukan, namun hanya sampai dengan batas tertentu, karena kelebihan unsur ini dapat berakibat pada kesehatan. Pada penggunaan air untuk cuci dan mandi kelebihan unsur calsium dan magnesium akan mengurangi efektifitas sabun/detergen, bahkanuntuk air industri kandungan unsur-unsur tersebut sebaiknya nol, karena adanya kedua unsur ini dapat merusak peralatan pemanas pada industri.Untuk membantu masyarakat, terutama pelaku industri kecil dan industri rumah tangga, telah dilakukan penelitian mengenai cara penghilangan kandungan unsur calsium dan magnesium dari dalam air . Dalam tulisan ini diinformasikan beberapa cara penghilangan kesadahan air atau biasa disebut dengan pelunakan air, namun percobaan yang dilakukan hanya terbatas pada cara pelunakan air sadah dengan metoda penukar ion. Bahan penukar ion yang digunakan adalah zeolit alam, karena zeolit alam mudah diperoleh dan harganya relatif murah. Hasil percobaan menunjukkan adanya penurunan kadar kesadahan, namun zeolit alam ini cepat sekali mencapai jenuh, sehingga harus sering dilakukan proses regenerasi.
PROSES NITRIFIKASI DENGAN SISTEM BIOFILTER UNTUK PENGOLAHAN AIR LIMBAH YANG MENGANDUNG AMONIAK KONSENTRASI TINGGI Ruliasih Marsidi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 3 No. 3 (2002): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.327 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v3i3.255

Abstract

Limbah cair yang mengandung amoniak pada masa industrialisasi saat ini semakin banyak jumlahnya, karena semakin berkembangnya pabrik-pabrik yang memproduksi produk yang mengandung unsur nitrogen. Berdasarkan hal ini telah dilakukan penelitian dalam upaya untuk memperoleh suatu sistem pengolahan yang cukup sederhana yang dapat diterapkan di industri-industri kecil. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan pengolahan limbah yang mengandung amoniak konsentrasi tinggi dengan menerapakan sistem nitrifikasi biologis yang menggunakan reaktor biofilter tercelup. Dari hasil Penelitian diharapkan dapat diperoleh karakteristik proses nitrifikasi yang selanjutnya dapat digunakan sebagai dasar pembuatan alat pengolahan limbah amoniak. Penelitian ini merupakanpenelitian awal, karena hanya melakukan proses nitrifikasi yaitu suatu proses penurunan/penghilangan zat amoniak, yang kemudian hasil dari proses ini masih menghasilkan zat polutan nitrit dan nitrat, karena proses nitrifikasi adalah proses perubahan zat amoniak menjadi nitrit dan nitrat. Oleh karena itu penelitian ini disebut tahap awal karena untuk menghasilkan hasil olahan yang memenuhi standar baku air limbah, perlu dilakukan proses selanjutnya untuk menghilangkan nitrit dan nitrat yaitu melalui proses denitrifikasi. Hasil percobaan proses nitrifikasi yang telah dilakukan menghasilkan penurunan rata-rata amoniak sebesar 97,98 %, dengan volume reaktor (15x20x150)cm atau 45 liter, kapasitas maximum 4,8 l/jam dan waktu tinggal 24 jam.
PENGKAJIAN KEMAMPUAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR MINUM SKALA KECIL Ruliasih Marsidi
Jurnal Teknologi Lingkungan Vol. 4 No. 3 (2003): JURNAL TEKNOLOGI LINGKUNGAN
Publisher : Center for Environmental Technology - Agency for Assessment and Application of Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.295 KB) | DOI: 10.29122/jtl.v4i3.288

Abstract

To fulfill the people’s primary need, the government is duty bound to stock remote regions with a steady supply of fresh water. That duty necessitates assasing and applying of appropriate water treatment system in these remote regions or villages. In fact the number of people needing the service is few, and the education level of the people is generally low. Having a small scale and simple water treatment technology would fit this standard. There are many water treatment technology, but only a few should be applied for a minimal capacity production. The applied technology should benefit the localpeople and, in accordance with local’s conditions, long-lasting. This paper will discuss various water treatment technology suitable for a small-scale production. The technologies are selected based on its ability to purify thewater and the cost of each system. The calculations were derived from otherwritten sources along with field data gathered by BPPT. These technology include the coagulation-filtration technology, slow-sand filtration technology, ion-exchange technology, reverse-osmosis technology and the active-carbon technology.