This Author published in this journals
All Journal Buletin Al-Turas
Dien Madjied
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Buletin Al-Turas

Jika Kali Bekasi telah Memerah : Suatu Tragedi Berdarah Dien Madjied
Buletin Al-Turas Vol 7, No 1 (2001): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v7i11.6897

Abstract

Jika kita mendengar sajak Karawang Bekasi yang dilantunkan oleh Khairil Anwar, seorang penyair Angkatan 45, terbayang Bekasi porak poranda, rumah penduduk dibumihanguskan rata dengan tanah, mayat bergelimpangan dimana-mana. Semua ini adalah ulah tentara Nica. Awal mula pertempuran Bekasi dipicu oleh dibunuhnya 26 orang terdiri atas awak dan penumpang pesawat terbang, milik Inggris mendarat secara darurat -tidak diperoleh informasi penyebabnya- di tengah sawah pada kawasan Rawa Gatal, Cakung. Mayatnya dikuburkan di bekas Tangsi polisi Belanda di Bekasi. Kabar ini segera sampai di markas sekutu Jakarta. Jendral Christison. Segera ia menyerukan kepada pemerintah Republik Indonesia agar tawanan- tawanan tersebut segera dikembalikan Jika tidak Bekasi akan dijadikan lautan api. Christison menduga bahwa para penumpang pesawat itu hanya sekedar ditawan, karena itu tetap ia berharap dapat dibebaskan.
Menelusuri Sejarah Melalui Arsip Kontroversi Shalat Jumat di Masjid Lawang Kidul, Palembang Dien Madjied
Buletin Al-Turas Vol 9, No 1 (2003): BULETIN AL-TURAS
Publisher : Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/bat.v9i1.6887

Abstract

Kajian Sejarah Lokal Dalam Arsip; Mengkaji Sejarah masa lalu dapat dilakukan melalui arsip, meskipun sebenarnya arsip itu bukan disediakan sebagai sumber sejarah. Namun setidaknya segala peristiwa masa lalu itu dicatat oleh orang-orang yang memerlukan. Di dalmnya penuh informasi yang dapat dijadikan sumber sejarah dengan suatu cara memilah-milah suatu kritik sumber. Karena setumpuk arsip tidak semuanya memiliki kredibilitas yang akurat, apalagi dilihat dari model laporan yang sangat bergaya administrartif cenderung lebih menegutamakan subjektifitas ketimbang objektifitas, bahkan laporan masa kolonial lebih berorientasi Eropa-Sentris. Maka untuk merubah "model" Eropa-Sentris ke Indo-Sentris dilakkan pendekatan imajinatif "keindonesiaan" dengan tidak melakukan hal-hal esensiil sebagai sumber sejarah.