Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Isamic Communication Journal

PROGRAM INFOTAINMENT DITINJAU DARI ETIKA KOMUNIKASI ISLAM (Analisis terhadap Insert Siang di TRANS TV Edisi Bulan Ramadhan 1437 H) Amelia Rahmi; Yesi Ristiana
Islamic Communication Journal Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2017.2.1.2112

Abstract

Public interest on television made media industry competing for the attention of viewer, such as infotainment shows. In practice infotainment shows a lot of controversy. But in Ramadhan,  usually  media  television  expressly  competing  to produce  and  publish religious  programs.  This  study  aims to describe how Insert Siang  infotainment program in Trans TV Ramadhan 1437 H edition in term of Islamic Comunication Ethic. In this case refers to the theory of Jalaluddin Rakhmat about the ethics of Islamic. By using content analysis, the result show that: not all information in Insert Siang are good content. 82% infotainment that exposed in Ramadhan shows that news served with Islamic Communication ethic. According to Jalaluddin Rakhmat, in six form, there are qaulan sadidan 14%, qaulan balighan 18%, qaulan kariman 11%, qaulan ma’rufan 18%, qaulan layyinan 7%, and qaulan maysuran 14%.-----------------------------------------------------------------------------------------Besarnya animo publik terhadap televisi mengakibatkan industri media berlomba merebut perhatian pemirsa dengan beragam tayangan menarik, seperti infotainment. Dalam praktiknya tayangan infotainment banyak menuai kontroversi. Namun pada bulan Ramadhan,   umumnya   televisi   dengan   sengaja   berlomba   memproduksi   dan menayangkan program yang bermuatan religi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana program infotainment Insert Siang di Trans TV edisi bulan Ramadhan 1437 H ditinjau dari etika  komunikasi  Islam. Dalam  hal  ini  mengacu  pada  teori  dari  Jalaluddin Rakhmat tentang Etika Komunikasi Islam.  Dengan menggunakan konten analisis, diperoleh hasil: tidak  semua  informasi  dalam  program  infotainment  Insert Siang bermuatan baik. Sebesar 82% dariberita hiburan yang ditayangkan di bulan Ramadhan menunjukkan beritanya disajikan sesuai dengan etika komunikasi Islam merujuk konsepnya Jalaluddin Rakhmat, yang menyebut enam (6) bentuk, qaulan sadidan 14%, qaulan balighan 18%, qaulan kariman 11%, qaulan ma’rufan 18%, qaulan layyinan 7%, dan qaulan maysuran 14%.
COMMUNITY DEVELOPMENT DENGAN BERMEDIA SECARA SANTUN Amelia Rahmi
Islamic Communication Journal Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2017.2.1.2113

Abstract

The existence of mass media has been attached to the life of modern society. The majority of mass media managed to gain material advantage and non-material at once. However, most media managers prefer material gains rather than materials,such as building youth morale, instilling simplicity, maintaining culture and upholding beliefs responsibly.There are not many media In Indonesia that are cmmitted in community development. Republika is one of them. who seek to build society by combining modernmanagement with Islamic values. Referring to the Vision, and the ethical code of Republika's journalistic profession encourages the formation of a balanced community, both physically and spiritually, educating and enlightening, criticizing without hurting.Implementation of the Code of Ethics Journalism is concerned Republika, seen from his caution in diction for news headlines and description of the news. Nevertheless still found some violations of the KEJ, namely on the principle of balance and respect the principle of presumption of innocence.----------------------------------------------------------------------------------------Keberadaan media massa telah melekat pada kehidupan masyarakat modern. Mayoritas media massa dikelola untuk mendapatkan keuntungan material dan non material   sekaligus. Namun demikian kebanyakan pengelola media lebih mengutamakan keuntungan material dari pada non material, seperti membangun moral para pemuda, menanamkan kesederhanaan, menjaga budaya dan menegakkan keyakinan secara bertanggung jawab. Di Indonesia tidak banyak media yang berkomitmen pada pengembangan masyarakat. Republika merupakan salah satu surat kabara yang menggabungkan manajemen modern dengan nilai Islami untuk membangun komunitas. Surat kabar tersebut tetap aksis ditengah kompetisi yang ketat saat ini.Mengacu pada visi, dan kode etik profesi jurnalistik, Republika  mendorong terbentuknya komunitas yang terbangun secara seimbang, baik fisik maupun spiritualnya, mendidik dan mencerahkan, mengkritisi tanpa menyakiti. Implementasi Kode Etik Jurnalistik sangat diperhatikan Republika, terlihat dari kehati-katiannya dalam diksi untuk judul berita maupun deskripsi beritanya. Namun demikian masih ditemukan beberapa pelanggaran KEJ, terletak pada prinsip keseimbangan dan menghormati asas praduga tak bersalah.
KONSTRUKSI AYAT - HADITS EKONOMI DI MEDIA CETAK Amelia Rahmi
Islamic Communication Journal Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/icj.2016.1.1.1234

Abstract

According to Islam, poverty is a serious problem that should be given serious solution as well. Hence Islam explained the problem of poverty an social inequality in detil, both in the aspect of conception and real solution. The article examines the construction verses and hadiths about economiy contained in Nurul Hayat magazine. By applying semiotic analysis of Roland Barthes to study of Nurul Hayat magazine on February 2015, result show that Nurul Hayat implement Islamic pattern in constructing news and articles. Al-Qur’an verses that are relevant to the theme most of them written with Latin letters and explanation given meaning by Indonesia and simple style of delivery, but for economy hadith, besides written with Arabic letters plus the means. Accurate references, credible source in explaine that theme. Thus, seem that the message was not revealed various meaning, but focusing on the understanding. In addition Nurul Hayat wrote that news and article with prescriptive description, enriched with illustration of famous preacher like Syech Ali Jaber. Charity organized in the dawn of Islam have also been known since the first Java Community with “sedekah laut” and “sedekah bumi”. It was an expression of gratitude to the Almighty God of his success.-----------------------------------------------------------------Menurut ajaran agama Islam, kemiskinan merupakan problem serius yang harus diberikan perhatian secara serius pula. Karenanya, Islam menjelaskan masalah kemiskinan dan kesenjangan sosial ini secara detail, baik pada aspek konsepsi maupun solusinya. Artikel ini mengkaji tentang konstruksi ayat dan hadits tentang ekonomi yang terdapat dalam Majalah Nurul Hayat. Dari penelitian terhadap majalah Nurul Hayat edisi Februari 2015 dengan menerapkan analisis semiotik model Roland Barthes, diperoleh hasil, majalah Nurul Hayat dalam mengkonstruksi berita maupun artikel mengimplementasikan pola informasi Islami. Ini terlihat dari penggunaan sumber yang jelas, rujukan yang tepat dan gaya penyampaian yang santun. Selain itu dalam menuliskan tema headline dengan pilihan kombinasi antara  jenis Banner Headline dengan jenis Spread Headline yang diberi nuansa seni dan ukuran huruf yang mencerminkan sifat tegas/ kuat dan artistik. Ayat suci al Qur’an yang relevan dengan tema kebanyakan ditulis dengan huruf Latin dan diberikan penjelasan makna dalam Bahasa Indonesia, serta gaya penyampaian yang sederhana. Namun untuk hadits ekonomi juga ditulis dalam bentuk tulisan Arab (asli) ditambah terjemahan. Selain itu, berita diperkaya dengan ilustrasi tausiyah dai kodang yang kredibel,dan bersifat preskriptif. Sedekah subuh yang dianjurkan dalam Islam juga telah dikenal masyarakat Jawa secara luas dengan bentuk sedekah laut, sedekah bumi dan sejenisnya, sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Esa atas rezeki yag diperoleh.Â