Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Jurnal Fisika Unand

Modifikasi Polipropilena Sebagai Polimer Komposit Biodegradabel dengan Bahan Pengisi Pati Pisang dan Sorbitol Sebagai Platisizer Ningsih, Ely Sulistya; Mulyadi, Sri; Yetri, Yuli
Jurnal Fisika Unand Vol 1 No 1: Oktober 2012
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.1.1.%p.2012

Abstract

Penelitian tentang modifikasi polipropilena sebagai polimer komposit biodegradabel dengan bahan pengisi pati pisang dan sorbitol sebagai plastisizer telah dilakukan. Untuk mengetahui kualitas komposit yang dihasilkan maka dilakukan analisis uji kuat tarik dan kuat lentur, uji FTIR dan uji biodegradasi. Hasil analisis uji menunjukkan bahwa dari 5 jenis komposit yang dirancang, komposit dengan penambahan pati 2 gram memiliki sifat mekanik yang terbaik dimana nilai kuat tarik : 2,11 MPa dengan nilai modulus elastis : 45,78 MPa,  dan nilai kuat lentur : 26,20 MPa. Hasil analisis uji biodegradasi menunjukkan  lama penguburan optimum yaitu selama 40 hari dimana nilai persen massa yaitu 29,44 % dan degradibilitas 0.007 mg/hari.  Dari hasil analisa FTIR terlihat gugus fungsi yang ditemukan yaitu O-H, C=C, C-C(O)-C, dan C-H. Setelah dilakukan penguburan tanpa penambahan pati pisang tidak ditemukan gugus baru, namun pada penambahan pati pisang ditemukan gugus baru yaitu C-O dari pemutusan ikatan pada gugus C-C(O)-C.
PENGARUH PENAMBAHAN INHIBITOR EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS TERHADAP PENURUNAN LAJU KOROSI BAJA ST-37 Turnip, Lusiana Br; Handani, Sri; Mulyadi, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 2: April 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.2.%p.2015

Abstract

ABSTRAKPenelitian tentang pengaruh penambahan inhibitor ekstrak  kulit buah manggis terhadap laju korosi baja St-37 menggunakan metode potensiodinamik telah dilakukan.  Medium korosif yang digunakan adalah NaCl 3% dengan variasi konsentrasi inhibitor ekstrak kulit buah manggis yang digunakan adalah 2%, 4%, 6%, 8% dan 10%. Penambahan inhibitor ke dalam larutan NaCl dapat menurunkan laju korosi. Efisiensi inhibitor korosi yang paling besar terjadi pada konsentrasi 2% dengan efisiensi 26,05%. Hal ini juga terlihat dari analisis foto optik morfologi dimana permukaan baja dengan penambahan ekstrak kulit buah manggis 2% mengalami korosi paling sedikit.Kata Kunci : korosi, inhibitor, buah manggis, potensiodinamikAbstractA research about the influence of addition of inhibitors from mangoesteen peel extract to the corrosion rate of steel St-37 using the potentiodynamic method has been done. Corrosive medium  used is NaCl  3% and the concentrations  of  the  extract  used are 2%, 4%, 6%, 8% and 10%. The addition of inhibitor to NaCl solution results decreasing of corrosion rate. The  results  showed  that  the  maximum  efficiency of corrosion inhibition occur at  inhibitor concentration of 2% with efficiency 26.05%. Optical photographs morphology of St-37 steel from optical photographs showed that the addition of 2% mangosteen peel extract suffered least corrosion.Keywords : corrosion, inhibitors, mangosteen, potentiodynamic
PENGARUH PENAMBAHAN PATI TALAS TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN SIFAT BIODEGRADABEL PLASTIK CAMPURAN POLIPROPILENA DAN GULA JAGUNG Hidayat, Rahmat; Mulyadi, Sri; Handani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAK      Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan pati talas terhadap sifat mekanik dan degradabilitas plastik campuran polipropilena dan gula jagung. Pada penelitian ini dibuat 5 sampel dengan penambahan pati talas yang divariasikan sebanyak 0 g, 9 g, 12 g, 15 g, dan 18 g. Terhadap sampel kemudian dilakukan pengujian kuat lentur, kuat tarik, dan degradabilitas. Pengujian degradabilitas dilakukan dengan cara penguburan selama 40 hari. Hasil menunjukkan bahwa penambahan pati talas cendrung menurunkan kekuatan mekanis, namun mempercepat proses degradasi. Nilai kuat lentur tertinggi diperoleh dari sampel dengan penambahan pati talas 9 g, yaitu 37,44 N/mm2. Nilai kuat tarik tertinggi juga didapatkan pada sampel dengan penambahan pati talas 9 g, yaitu 5,19 N/mm2. Sampel yang paling cepat terdegradasi adalah sampel dengan penambahan pati talas sebanyak 18 g, dengan laju degradasi rata-rata 0,68% per hari.Kata Kunci : polipropilena, pati talas, gula jagung, degradabilitas, kuat lentur dan kuat tarikAbstractThe study on the influence of the addition of taro starch on the mechanical properties and biodegradability of polypropylene with corn sugar has been conducted. In this study, 5 samples were made by adding taro starch with variation of 0 g, 9 g, 12 g, 15 g, and 18 g. The mechanical properties and degradability were examined. Examination of degradability conducted by burrying of the sample for 40 days. Results show that the addition of taro starch tend to decrease mechanical properties, otherwise increasing degradation rate of the samples. The highest flexural strength values were obtained from the samples with 9 g addition of taro starch which is 37.44 N/mm2. The highest tensile strength also were obtained from the samples with 9 g addition of taro starch, which is 5.19 N/mm2. Sample with highest degradability rate resulted from addition of taro starch as much as 18 g, which is 0.68% /day.Keywords : polypropylene, taro starch, corn sugar, degradability, flexural strength and tensile strength
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT KASAR DENGAN SERAT AMPAS TEBU TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT LENTUR BETON K-350 Rahmi, Ayu Sucia; Handani, Sri; Mulyadi, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 3: Juli 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.3.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang pengaruh variasi serat ampas tebu terhadap kuat tekan, kuat lentur, porositas dan densitas beton. Beton dibuat menggunakan semen Portland tipe I dengan variasi ampas tebu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%. Kuat tekan maksimum diperoleh pada beton dengan serat ampas tebu 0,5 % yaitu 36 MPa. Kuat lentur tertinggi sebesar 4,88 MPa dimiliki beton dengan serat ampas tebu 1 %. Penambahan ampas tebu menurunkan porositas dan densitas beton.Kata kunci: kuat tekan, kuat lentur, densitas, porositas, serat ampas tebu.AbstractThe research on the effects of variation of bagasse to compressive strength, flexural strength, porosity and density of concrete has been conducted. Concrete are from  Portland cement type I with bagasse variation of 0%, 0.5%, 1% and 1.5%. Maximum compressive strength (36 MPa) obtain on concrete with bagasse of 0.5 %. The highest flexural strength (4.88 MPa) obtain on bagasse of 1 %. Additon of bagasse, caused decreasing of porosity and density of concrete. Keywords: compressive strength, strong flexural, porosity, density, bagasse 
Pengaruh Penambahan Tepung Bulu Ayam dan Pati Kulit Pisang Terhadap Sifat Mekanik dan Biodegradabilitas Plastik Campuran Polipropilena Bekas Marpin, Pajri; Mulyadi, Sri; Handani, Sri
Jurnal Fisika Unand Vol 5 No 3 (2016)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.5.3.214-221.2016

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh penambahan tepung bulu ayam dan pati kulit pisang terhadap sifat mekanik dan biodegradabilitas plastik campuran polipropilena bekas. Pada penelitian ini dibuat dua macam sampel yaitu pertama sampel dengan variasi tepung bulu ayam 0, 2, 4 dan 6 g dengan penambahan pati kulit pisang 10 g dan sampel kedua dengan variasi pati 0, 2, 4 dan 6 g dengan penambahan tepung bulu ayam 10 g. Sampel-sampel tersebut kemudian diuji kuat lentur, kuat tarik dan degradabilitasnya. Pengujian degradabilitas dilakukan dengan cara penguburan selama 40 hari. Dari hasil penguburan dilihat pengurangan massanya. Hasil menunjukkan penambahan pati kulit pisang cenderung menurunkan kekuatan mekanis, namun mempercepat proses degradasi. Nilai maksimum kuat lentur terdapat pada sampel dengan variasi tepung bulu ayam 4 g dan 6 g senilai 19,60 N/mm2. Nilai kuat tarik maksimum yaitu pada variasi 0 g pati kulit pisang sebesar 1,04 N/mm2 dan nilai degradasi maksimum didapat pada sampel dengan pati kulit pisang 6 g yaitu 0,146 %/hari.Kata kunci : degradabilitas, kuat lentur, kuat tarik, pati kulit pisang, polipropilena, tepung bulu ayam