This Author published in this journals
All Journal AT TA´DIB
M. Muslih
Fakultas Tarbiyah Universitas Darussalam Gontor

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sadar Meneliti M. Muslih
At-Ta'dib Vol 3, No 1 (2008): Dikotomi ilmu pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v3i1.495

Abstract

Penelitian bukanlah aktivitas biasa, tetapi merupakankegiatan ilmiah yang sejak pengajuan, proses hingga hasil harusdapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Artikel ini cobamenguraikan beberapa pokok penting yang harus diperhatikandalam penelitian. Kepekaan menangkap masalah merupakanawal dari kegiatan ilmiah ini, sementara cara mengenali masalahjuga memiliki peran yang penting. Setiap masalah yang telahditemukan akan memiliki konsekuensi metodologis tersendiri,artinya pemilihan metodologi sangat tergantung pada karakterstikmasalahnya. Untuk menjawab masalah, suatu penelitianberpegangan pada data, maka karakteristik data dan caramemperlakukannya juga sangat menentukan model penelitian.Sementara perlakuan terhadap data sangat ditentukan oleh teoridan paradigma ilmu yang digunakan. Maka, sekalipun bersifatpraktis, kegiatan penelitian itu ternyata memiliki sandaranteoritis, logis dan paradigmatis.
Madrasah dan Diskursus Keilmuan Islam (Satu Sisi Pendidikan Islam di Abad Pertengahan) M. Muslih
At-Ta'dib Vol 3, No 2 (2008): Filsafat Pendidikan
Publisher : Fakultas Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/at-tadib.v3i2.565

Abstract

Artikel ini mengungkap seberapa jauh peran madrasahdalam diskurus keilmuan Islam. Islam memberikan posisi tinggibagi pengembangan ilmu. Namun secara historis, klasfikasibahkan herarki ilmu dalam Islam bukan tanpa proses sejarah.Berbagai institusi ikut ambil peran. Madrasah, sebagai institusibagi proses pengembangan dan proses transmisi keilmuan Islam,sejak kelahirannya sudah tentu turut ambil bagian dalammenentukan ‘wajah’ keilmuan dalam Islam. Sejarah menunjukkanbahwa madrasah kemudian menjadi lembaga pendidikan yangkhas bagi ilmu syari’ah. Artinya, para fuqaha menggunakanmadrasah sebagai sarana bagi proses pengembangan dan transmisikeilmuannya. Berbeda dengan para failasuf, mutashawwifin,syi’iyyin, dan mutakallimin, yang pusat studi mereka lebih bersifatinformal.