Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Juranal Handasah

Yunita Aprilina IDENTIFIKASI KAWASAN TIGA GILI DI KECAMATAN PEMENANG, KABUPATEN LOMBOK UTARA yunita aprilina
JURNAL HANDASAH Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Handasah, Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan sektor yang menjadi andalan di kabupaten Lombok Utara. Bukan hanya kaya akan aneka hasil alam, kabupaten ini juga sangat kaya akan objek wisata alam yang selalu memukau pengunjung. Kawasan Tiga gili yang terdiri dari gili Terawangan, gili Air, dan gili Meno merupakan kawasan yang memiliki daya tarik dan dikenal hingga ke mancanegara. Kawasan tiga gili memiliki luas lahan 678 ha dengan jumlah penduduk 6.534 jiwa dengan rasio kepadatan 963,72 jiwa/km2. Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno yang termasuk dalam kawasan tiga gili tergabung menjadi satu desa yaitu desa Gili Indah. Sebagai kawasan pariwisata, Gili indah diharapkan mampu menjadi kawasan yang bukan hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat lokal sekitar tetapi juga bagi para pendatang khususnya wisatawan. Permasalahan dalam pengembangan kawasan menjadi hal yang sering ditemukan. Sehingga diperlukan identifikasi kawasan untuk menentukan fasilitas yang diperlukan dalam pengembangan kawasan selanjutnya. Adapun variabel yang termasuk kedalam identifikasi anatara lain Fisik bangunan perumahan permukiman serta intensitas bangunan yang terdapat didalamnya, status Kepemilikan Tanah, Kondisi Jalan, Kondisi drainase, Ketersediaan air bersih, Pengolahan air limbah, Pengelolaan persampahan, Proteksi terhadap kebakaran, Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dan Pertimbangan lainnya. Analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil identifikasi, diperoleh bahwa permasalahan kawasan tiga gili yakni Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Indah, adalah permasalahan sanitasi, drainase, pengelolaan sampah serta kondisi bangunan pemukiman masyarakat yang masih kurang memadai. Dengan nilai kualitas kawasan adalah Gili Trawangan 30, Gili Air 31 dan Gili Meno 33. Nilai tersebut mengindikasikan bahwa kawasan tiga gili tergolong kedalam kawasan pesisir pantai kumuh ringan.
Yunita Aprilina OPTIMASI POLA TANAM DI DAERAH IRIGASI EMBUNG DANASARI yunita aprilina
JURNAL HANDASAH Vol 2 No 1 (2022): Jurnal Handasah, Maret 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.002 KB)

Abstract

Air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Bagi manusia, air dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang seperti pertanian. Kebutuhan air bagi tanaman dapat diperoleh melalui sungai, waduk, dan dapat juga melalui tanah. Embung Danasari yang terletak di Desa Kerembong, kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah awalnya bertujuan untuk mengatasi masalah ketersediaan air dalam memenuhi kebutuhan air untuk irigasi, sehingga mampu mengairi daerah irigasi yang berada di bawah elevasi embung tersebut. Embung Danasari memiliki luas Catchment Area seluas 3.5 km² dengan kapasitas maksimum Embung sebesar 145.000 m3, dengan daerah layanan seluas 210 ha. Areal irigasi optimal yang mampu diairi Embung Danasari setiap tahunnya adalah 180 ha sawah dengan intensitas tanam sebesar 80,19 %. Setiap musim kemarau air yang tersedia tidak optimal untuk mengairi lahan pertanian disekitarnya. Pola tanam yang biasa dilakukan oleh masyarakat setempat yaitu : Padi - Palawija – Bero. Optimasi pola tanam di daerah irigasi embung Danasari dilakukan dengan metode solver, dengan pola tanam alternatif yaitu : Padi – padi – tembakau, Padi – padi – jagung, dan padi – jagung – tembakau. Berdasarkan optimasi yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa potensi air yang ada pada Embung Danasari memberikan intensitas tanam maksimum pada sistem pola tanam padi – jagung – tembakau pada awal tanam November I sebesar 204,14%, dengan rincian luas tanam I sebesar 34,06 ha dengan intensitas tanamnya 16,22%, luas tanam II sebesar 210 ha dengan intensitas tanamnya 100%, luas tanam III sebesar 184,63 ha dengan intensitas tanamnya 204,14%.