Domas Nurchandra Pramudianti
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Midwifery and Reproduction

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PARENTING SELF-EFFICACY PADA PERIODE AWAL POSTPARTUM DI BIDAN PRAKTIK MANDIRI (BPM) GUNARTI, BANJARBARU Domas Nurchandra Pramudianti
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.098 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v1i1.86

Abstract

Parenting self-efficacy (PSE) merupakan keyakinan orang tua terhadap kemampuannya dalam mengatur dan melakukan tugas yang berhubungan dengan perawatan bayi baru lahir. Ketidaknyamanan fisik pada perioede postpartum dapat mengurangi kemampuan dan menurunkan keyakinan ibu dalam merawat bayinya. Dukungan sosial yang adekuat merupakan upaya untuk meningkatkan parenting self-efficacy ibu pada periode awal masa nifas untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dalam meningkatkan parenting self-efficacy pada periode awal postpartum. merupakan penelitian observasional desain cross sectional dimana pengukuran variabel bebas dan variabel terikat dilakukan dalam satu waktu. Populasi penelitian meliputi seluruh ibu postpartum normal di BPM Gunarti, subyek penelitian melibatkan 66 orang. Sampel dipilih secara purposive dengan kriteria inklusi eksklusi. analisis data menggunakan Spearman Rank pada tingkat kepercayaan 95%. dukungan sosial memiliki hubungan yang bermakna terhadap peningkatan parenting self-efficacy pada periode awal masa nifas dengan nilai p=0.003 (p<0.05), dengan koefisien korelasi sebesar 0,357 Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan sosial dengan parenting self-efficacy pada periode awal postpartum.
HUBUNGAN ANTARA USIA IBU NIFAS DENGAN KEJADIAN POSTPARTUM BLUES Domas Nurchandra Pramudianti
Journal of Midwifery and Reproduction Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.536 KB) | DOI: 10.35747/jmr.v2i1.320

Abstract

Latar Belakang: Postpartum blues adalah nama yang diberikan untuk perubahan perasaan/mood sacara cepat yang terjadi sekitar 50-70 % dari semua ibu selama seminggu atau segera setelah melahirkan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, jumlah persalinan normal di Puskesmas Kalikotes adalah 574 orang (95,64 %), jumlah kasus postpartum blues/ depresi postpartum adalah 12 orang dan 55% diderita oleh ibu yang berusia kurang dari 20 tahun (Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten, 2017). Menurut data dari Badan Pusat Statistik pernikahan usia muda di Kabupaten Klaten adalah sebanyak 20.000 orang dan di Kecamatan Kalikotes pernikahan usia muda sebanyak 2500 orang/ 12,5% . Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian studi survey analitik dan rancangan penelitian adalah korelasional. Metode pendekatan dengan menggunakan cross-sectional yang dilakukan pada 48 ibu nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Kalikotes, Klaten. Analisis data menggunakan chi square untuk menguji hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji chi square membuktikan adanya hubungan antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes dengan ρ value = 0,001. Dari hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara antara usia ibu nifas dengan kejadian postpartum blues di wilayah kerja Puskesmas Kalikotes.