This Author published in this journals
All Journal Buletin Palma
HENGKY NOVARIANTO
Balai Penelitian Tanaman Palma

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Buletin Palma

Penampilan Bibit Kelapa F1 Hasil Silangan Genjah x Dalam Mapanget S4 WEDA MAKARTI MAHAYU; HENGKY NOVARIANTO
Buletin Palma Vol 16, No 2 (2015): Desember, 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v16n2.2015.141-146

Abstract

ABSTRAK Tanaman  kelapa  yang  ditanam  petani  umumnya  tipe  kelapa  Dalam  dengan  pertambahan  tinggi  batang  cepat.  Ketersediaan tenaga pemanjat saat ini semakin sulit didapat, sehingga dibutuhkan varietas kelapa yang berbuah cepat,  berbatang pendek dan pertambahan tinggi batang lambat. Varietas kelapa tersebut dapat dirakit dengan menyilangkan kelapa Genjah dengan kelapa Dalam yang pertambahan tinggi batangnya lambat. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui penampilan bibit dua genotipe kelapa hibrida hasil persilangan Genjah Kuning Bali (GKB), Genjah Raja (GRA) dengan Dalam Mapanget generasi selfing ke-4 (DMT-S4) serta Genjah Kuning Nias (GKN ) x Dalam Tenga (DTA) atau Khina-1 sebagai pembanding. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan dan sembilan ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 12 tanaman. Perlakuan yang diuji adalah A = GKB x DMT-S4, B = GRA x DMT-S4 dan C = GKN x DTA. Hasil penelitian pertumbuhan dan perkembangan tingkat bibit dari ketiga genotipe kelapa hibrida tersebut memperlihatkan bahwa kecambah dari hibrida hasil persilangan GKB x DMT-S4  memiliki viabilitas tertinggi yang diikuti oleh hasil  persilangan GKN x DTA dan GRA x DMT-S4. Kecepatan kecambah dan kecepatan pecah daun bibit ketiga hibrida tersebut tidak berbeda nyata. Jumlah daun bibit hasil persilangan GKN x DTA lebih banyak dari hasil persilangan GKB x DMT-S4 dan GRA x DMT-S4 (umur 2 hingga 5 bulan), namun pada umur 6 bulan jumlah daun bibit hasil persilangan GKB x DMT S4 (7,75 helai) tidak berbeda nyata dengan GKN x DTA (7,97 helai). Rata-rata pertambahan daun/bulan bibit dari setiap hibrida tersebut adalah: 1,28 helai (GKB x DMT S4), 1,13 helai (GRA x DMT S4) dan 1,21 helai (GKN x DTA). Berdasarkan penelitian ini diketahui bahwa bibit hasil persilangan  GKB x DMT S4 dan GRA x DMT S4 lebih pendek dengan lingkar batang lebih kecil dibanding GKN x DTA. Bibit kelapa  hibrida hasil persilangan GKB x DMT S4 dan GKN x DMT S4 memberikan harapan dapat diperoleh varietas kelapa yang cepat berbuah, berbatang pendek dan batang lambat menjadi tinggi.Kata kunci: Kelapa hibrida, bibit, pendek, cepat berbuah. Coconut Hybrid Performance of Dwarf x Mapanget Fourth Selfing GenerationABSTRACT Coconut palm planted by farmers is generally Tall type coconut which  grows fast. Availability of climbers is limited,  therefore, coconut varieties that are early mature, short and slowly growing trunk are needed. The coconut varieties can  be assembled by crossing Dwarf coconut palm with Tall coconut palm which slowly growing trunk. This research aims to know the appearance of hybrid coconut seedlings from crosses of two superior varieties Dwarf coconut Bali Yellow Dwarf (BYD), Raja Dwarf (RBD) with Mapanget Tall Fourth Selfing Generation (MTT S4) and Nias Yellow Dwarf  (NYD) x Tenga Tall (TAT) or Khina-1 as a comparison. This experimental was arranged in Randomized Block Design (RBD)  with three treatments and nine replications, each replication was consisted of 12 palms. The treatment is  A =  BYD x  MTT-S4, B = RBD x MTT-S4 dan C = NYD x TAT. Results  showed that hybrid from BYD x MTT S4 has the highest  viability followed by NYD x TAT and RBD x MTT S4. Germination rate and leaf splitting time of three hybrid were not  significantly different. More over leaves number of NYD x TAT is more than that of BYD x MTT S4 and RBD x MTT S4  (ages 2 to 5 months), but at the age of 6 months, leaves number of BYD x MTT S4 (7.75) was not significantly different  from NYD x TAT (7.97). While the average leaves increase per month of each hybrid are: 1.28 (BYD x MTT S4), 1.13 (RBD x MTT S4) and 1.21 (NYD x TAT). The result of this study showed that coconut hybrid from  BYD x MTT S4 and RBD x MTT S4 are shorter than NYD x TAT. Hybrid lines of BYD x MTT S4 and RBD x MTT S4 have a smaller girth of seedling than coconut hybrid of NYD x TAT. Coconut hybrid lines of BYD x MTT S4 and RBD x MTT S4 are promising in producing coconut varieties that early mature, short and slowly growing trunk.Keywords: Coconut hybrid, seedling, dwarf, early mature.