Muchlisin Muchlisin
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Bulletin of Civil Engineering

Analisis Simpang Simpang Empat Bersinyal Wirobrajan Akibat Perubahan Urutan Fase Menggunakan PTV VISSIM Aprilia Wulandari; Muchlisin Muchlisin
Bulletin of Civil Engineering Vol 1, No 1 (2021): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bce.v1i1.11055

Abstract

Kemajuan transportasi saat ini berkembang dengan sangat pesat, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kemacetan, khususnya pada simpang. Salah satu penyebab lainnya yaitu penggunaan siklus dan urutan fase pada sistem Alat Pengatur Isyarat Lampu Lalulintas (APILL) masih menggunakan urutan fase searah jarum jam atau sebaliknya yang mengakibatkan pengendara harus menunggu lama hingga lampu kembali hijau sedangkan arus lalu lintas di simpang tersebut cukup padat. Salah satu simpang yang mengalami hal tersebut yaitu simpang Wirobrajan yang berada di Kota Yogyakarta. Untuk mengetahui kinerja tingkat pelayanan simpang, dilakukan survei untuk memperoleh nilai volume kendaraan, geometrik, serta waktu siklus. Data-data tersebut kemudian akan digunakan untuk analisis serta pemodelan menggunakan software PTV VISSIM. Hasil yang didapatkan menunjukkan tingkat pelayanan pada simpang Wirobrajan termasuk pada kategori E (buruk), dengan nilai tundaan sebesar 77,09 detik/kend sehingga membutuhkan evaluasi lebih lanjut. Untuk mencapai hasil yang diinginkan, dilakukan percobaan yaitu dengan mengubah urutan fase, mengoptimalisasikan waktu siklus simpang, serta dilakukan trial and error rasio belok kanan dan lurus pada lengan Utara dan Selatan pada jam puncak 06.30 – 07.30 WIB. Hasil simulasi perubahan urutan fase dan mengoptimalisasikan waktu siklus simpang merupakan cara terbaik untuk menurunkan nilai tundaan menjadi 61,81 detik/kend dengan rasio belok kanan 10% dan lurus 90%. 
Pemodelan Unconventional Intersection Berbentuk Partial Cloverleaf (Parclo B2) dengan Microsimulation Program PTV. VISSIM. 9 Bagas Haryo Wicaksono; Muchlisin Muchlisin
Bulletin of Civil Engineering Vol 2, No 1 (2022): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bce.v2i1.13342

Abstract

Before 2020, Kentungan is the one of the densest intersections in Yogyakarta. This intersection is important due to it connected with all primary roads across level of the authority. Therefore, this intersection will be modified in the form of an unpassed intersection (underpass). The purpose of this study is to explore the model of the unconventional form of the intersection with the form of Partial Cloverleaf B2 (Parclo B2), thus that it can be optimized in traffic performance and safety. The method used in this study is the use of a software microsimulation program, PTV. Vissim 9, which models 3 scenarios, namely existing conditions, the Parclo B2 model with the default form, and the Parclo B2 model with modifications. Based on the three results of the model, the existing conditions that initially had a Level of Service (LOS) F with a delay value of 104.79 seconds can rise with LOS D with a value of 54.9 seconds. Based on the models result, Partial Cloverleaf B2 (Parclo B2) is able to reduce traffic congestion even though it still has some advantages and disadvantages.