Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gema Wiralodra

Analisis Jenis-Jenis Kerusakan pada Charger Handphone dengan Menggunakan Multimeter Digital dan Osiloskop Sebagai Alat Pengujiannya Muh Pauzan; Indri Yanti
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 1 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i1.207

Abstract

Charger handphone adalah alat yang dimiliki oleh hampir setiap orang. Jika terjadi kerusakan maka masyarakat cenderung akan membuangnya dan membeli yang baru. Tapi di sisi lain charger yang rusak terse-but akan menambah limbah elektronik. Charger tersebut dapat dimanfaatkan kembali dengan cara memper-baikinya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis kerusakan pada charger handphone kemudian mengganti komponen yang diindikasikan rusak dengan komponen baru. Terdapat tiga tahap pengolahan sinyal pada charger handphone. Tahap pertama adalah penyearahan sumber alternating current (AC) dari PLN menjadi sumber direct current (DC). Pada tahap ini komponen yang digunakan berupa dioda dan kapasitor. Tahap kedua adalah tahap pensaklaran (switching), dihasilkan tegangan AC dengan frekuensi tinggi (orde kilohertz). Pada tahap ini komponen yang digunakan pada charger non-smartphone adalah transistor, kapasitor dan resistor, selain itu digunakan optocoupler untuk menjaga tegangan output 5V tetap stabil. Sedangkan untuk charger smartphone digunakan IC daya tanpa menggunakan optocoupler. Tahap ketiga adalah menurunkah amplitudo sinyal AC kemudian dirubah ke bentuk DC. Pada tahap ini digunakan transformer, dioda dan kapasitor. Berdasarkan enam belas charger rusak yang berhasil dikumpul-kan (enam charger non-smartphone, sepuluh charger smartphone), lima dari enam charger non-smartphone mengalami kerusakan pada optocoupler, sedangkan pada charger smartphone lima dari sepuluh sampel men-galami kerusakan pada kabel USB. Dua mengalami kerusakan pada kapasitor, dua mengalami kerusakan pa-da dioda dan satu sampel sisanya mengalami kerusakan pada fuse (sekring). Digunakan multimeter digital untuk mengecek kerusakan komponen tersebut, diagnosa kerusakan tersebut valid karena setelah komponen yang dianggap rusak diganti dengan yang baru, charger berfungsi normal.
Sistem Absensi Fingerprint Berbasis Arduino dengan Data Penyimpanan di Micro SD Muh pauzan; Indri Yanti
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i2.273

Abstract

Pola yang ada pada jari bersifat unik, pola tersebut dinamakan biometrik. Biometrik digunakan pada metode absensi fingerprint. Penelitian tentang absensi dengan fingerprint baru sebatas pengolahan data absensi tanpa dibuat alat fingerprintnya yang layak pakai. Oleh karena itu dibuat alat absensi dengan metode fingerprint berbasis Arduino yang lebih baik. Jika penelitian-penelitian sebelumnya menggunakan database dan EEPROM di mikrokontroler untuk penyimpanan data absensinya, pada penelitian ini micro SD digunakan untuk penyimpanan data. Tahapan penelitian dimulai dari studi literatur, kemudian perancangan perangkat keras, lalu perancangan perangkat lunak. Setelah alat jadi, dilakukan ujicoba pada alat untuk menganalisis performanya. Dilibatkan 30 responden, masing-masing melakukan scan ibu jari dan telunjuk. Berdasarkan uji jumlah percobaan, ibu jari dan telunjuk memiliki rata-rata jumlah percobaan 1,70 dan 2,73 berturut-turut. Pada uji waktu respon, telunjuk lebih baik dengan waktu rata-rata 2,39 detik berbanding 2,79 detik untuk ibu jari. Pengguna sebaiknya melakukan scan minimal selama 2 detik supaya dapat dideteksi alat.