Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Power – trowelling Pada Pekerjaan Finishing Permukaan Pelat Lantai Beton Ayub Diski Purnama; Fidelis Prayudha; Hermawan Hermawan; Budi Setiadi
G-SMART Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara prinsip, struktur bangunan pada gedung dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu struktur bawah dan struktur atas. Salah satu bagian struktur atas adalah pelat lantai. Pelat lantai dipengaruhi oleh bentuk dan struktur konstruksi dari bangunan yang dipilih. Dalam pelaksanaannya, finishing pelat lantai dapat dikerjakan dengan metode pelaksanaan konstruksi yang berbeda-beda. Metode pelaksanaan finishing pelat lantai dapat dibagi menjadi beberapa tahap yang terdiri dari levelling, smoothing, curing, harderning. Salah satu kendala di dalam tahapan tersebut adalah rework. Rework dapat disebabkan oleh ketersediaan sumber daya seperti buruknya peralatan. Akibat dari rework berakibat pada produktivitas pekerjaan tersebut. Salah satu upaya untuk menghindari rework pada pekerjaan tersebut maka penggunaan power – trowelling merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki pekerjaan finishing pelat lantai. Namun demikian, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi penggunaan power – trowelling. Faktor-faktor tersebut meliputi spesifikasi dan metode cara pengoperasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi sejumlah faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas power – trowelling pada pekerjaan finishing pelat lantai. Ruang lingkup penelitian ini adalah power – trowelling dengan spesifikasi walk behind dan ride on, jenis proyek yang diteliti adalah gedung bertingkat dengan ketinggian minimal 5 lantai. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Selanjutnya,  data yang diperoleh, maka diolah dengan Uji Korelasi Parsial dan derajat signifikansi 95%. Berdasarkan uji tersebut maka hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam produktivitas penggunaan power trowelling pada pekerjaan finishing pelat lantai beton adalah keterampilan kerja, motivasi operator, jam operasional, dan pembagian zonasi pelaksanaan finishing pelat lantai.
Perencanaan Struktur Gedung Rumah Sakit Dengan Shearwall Menggunakan Permodelan ETABS 2018 V18.1.0 Maria Carmenina Wening Tungga Hayu; Alicia Nugraheni; Widija Suseno Widjaja; Budi Setiadi
G-SMART Vol 6, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v6i2.4704

Abstract

Ditinjau dari segi umur, jumlah penduduk kota Semarang memiliki 70% dengan usia produktif dan 30% sisanya termasuk dalam usia balita dan lansia. Mayoritas penduduk pada usia produktif yaitu pelajar dan pekerja memiliki tingkat aktivitas yang tinggi sehingga membutuhkan jaminan kesehatannya. Oleh karena itu, kebutuhan akan rumah sakit akan terus naik seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Berdasarkan pada jumlah lahan yang tersedia pada lokasi yang strategis, keterbatasan lahan pada pembangunan menjadi faktor utama dan dilakukan modifikasi pemodelan struktur gedung tersebut. Kombinasi beban menggunakan beban mati, hidup dan gempa. Perencanaan menggunakan aplikasi perangkat lunak yaitu ETABS 2018 v18.1.0 untuk mendapatkan hasil gaya dalam yang telah dimodelkan. Fungsi lain dari penggunaan aplikasi tersebut yaitu memasukkan gempa pada pemodelan struktur gedung yang mengacu pada SNI 1726:2019 sehingga bangunan tahan terhadap beban gempa yang terjadi. Rumah sakit termasuk dalam kategori resiko IV pada bangunan gedung dan non gedung untuk beban gempa. Analisis gempa meliputi periode fundamental, faktor skala, simpangan dan pengaruh P-Delta. Sistem struktur mengacu pada SNI 2847:2013 dan SNI 2847:2019 menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). Perhitungan struktur meliputi struktur atas (pelat, balok, kolom, dinding geser, tangga) dan struktur bawah (tie beam, pondasi, pile cap). Perencanaan struktur gedung dimulai dari penentuan lokasi, pengambilan data, pengolahan data, penyusunan gambar struktur, analisa perhitungan struktur dan melakukan penyusunan jadwal pelaksanaan.